Serangan mortir terjadi di Kabul, Afghanistan

Seorang petugas memeriksa jasad korban tewas dari penyerangan mortir di Kabul, Afghanistan, Kamis (7/3/2019). Laporan sementara dari otoritas keamanan setempat, kejadian tersebut telah menyebabkan tiga orang tewas dan 22 orang lainnya luka-luka. ANTARA FOTO/REUTERS/Omar Sobhani/wsj.

Warga Palestina cedera saat pemukim Yahudi serbu Masjid Nabi Yunus

Al-Khalil, Palestina, (ANTARA News) – Dua orang Palestina cedera Rabu pagi (6/3) akibat tembakan Israel saat sejumlah pemukim Yahudi secara paksa memasuki Masjid Nabi Yunus di Kota Kecil Halhul di Al-Khalil (Hebron) Utara, bagian selatan Tepi Barat Sungai Jordan.

Beberapa sumber keamanan mengkonfirmasi bahwa pasukan Israel mengawal serombongan bus yang dipenuhi sejumlah pemukim ilegal Yahudi ke dalam lokasi tersebut, yang berada di Daerah A –yang dikuasai Palestina. Tindakan itu memicu bentrokan dengan warga Palestina.

Tentara Israel melepaskan tembakan ke arah pemrotes Palestina, dan melukai dua pemrotes yang terkena peluru logam yang berlapis karet, kata Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

Seorang pemrotes menderita luka serius, sementara puluhan lagi orang Palestina menderita sesak nafas akibat menghirup gas air mata.

Halhul, yang dipandang sebagai daerah yang berpenduduk paling banyak di Palestina, membentang di satu daerah pegunungan di bagian utara Pegunungan Al-Khalil dengan ketinggian 916 meter di atas permukaan air laut.

Orang Muslim percaya Nabi Yunus AS dimakamkan di kota kecil tersebut, dan Masjid Nabi Yunus dibangun oleh Al-Malik Mu`addam Isa bin Al-Malik Al-Adil Al-Ayyubi di lokasi makam itu pada 1226.

Baca juga: Terowongan di bawah masjid kuno Mosul tunjukkan penjarahan ISIS

Secara terpisah pasukan keamanan Israel menyerbu Kota Kecil Barta`a di bagian barat-daya Jenin di bagian utara Tepi Barat, tapi berada di dalam tembok pemisah, dan menahan empat orang Paletina, kata beberapa sumber lokal.

Mereka mengatakan tentara Yahudi menerobos ke dalam beberapa toko di kota kecil tersebut dan mengumpulkan empat orang Palestina yang diidentifikasi sebagai warga Kota Kabupaten Mirka, Qabatia dan Arraba di Kota Jenin serta kamp pengungsi di sana.

Militer Yahudi sebelumnya menahan enam orang Palestina lagi dalam berbagai penyerbuan sebelum fajar di Tepi Barat.

Baca juga: Menlu Palestina desak negara arab hadapi negara yang akui Al-Quds
Baca juga: Meskipun kesulitan, Afghanistan sumbang satu juta dolar as buatUnrwa
Baca juga: Wartawan: terorisme adalah pendudukan, bukan tv Al-Aqsha

Redaktur: Fardah Assegaf

Pewarta: Antara
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wartawan: terorisme adalah pendudukan, bukan tv Al-Aqsha

Ramallah, Palestina, (ANTARA News) – Perhimpunan Wartawan Palestina (PJS) di dalam satu pernyataan pada Kamis (7/3) mengecam keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menganggap stasiun televisi yang dioperasikan HAMAS, Al-Aqsha, sebagai “organisasi teroris”.

Perhimpunan wartawan itu menegaskan bahwa pendudukan Israel lah pangkal semua terorisme dan rasisme di wilayah tersebut dan di seluruh dunia pada umumnya.

Keputusan itu, katanya, adalah bagian dari perang terbuka yang dikobarkan oleh penguasa pendudukan Israel terhadap wartawan Palestina dan perusahaan media, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Keputusan tersebut juga memberi keabsahan bagi serangan oleh tentara Israel, yang ditujukan terutama kepada stasiun televisi Al-Aqsha dan pegawainya.

PJS menyeru staf stasiun televisi Al-Aqsha agar melanjutkan kegiatan mereka seperti biasa.

Israel sebelumnya telah membom dan menghancurkan bangunan markas stasiun televisi Al-Aqsha di Jalur Gaza, tapi stasiun televisi itu terus beroperasi dari tempat lain.

Baca juga: Mesir tahan tiga wartawan tv Al Jazeera

Redaktur: Fardah Assegaf 

Pewarta: Antara
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pekerja migran Indonesia direpatriasi dari Yordania lewat program amnesti

Jakarta (ANTARA News) – Pekerja migran Indonesia yang melanggar peraturan izin tinggal di Yordania direpatriasi dari negara tersebut melalui program amnesti (pengampunan hukuman) yang diberikan oleh Pemerintah Yordania untuk tahun 2019.

Pemerintah Yordania terakhir kali mengeluarkan kebijakan amnesti pada 2011, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari KBRI Amman yang diterima di Jakarta, Jumat. 

Kebijakan amnesti itu diberlakukan selama enam bulan, terhitung sejak 12 Desember 2018 dan akan berakhir pada 12 Juni 2019. 

Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan program itu, KBRI Amman telah memfasilitasi repatriasi kloter pertama bagi para pekerja migran Indonesia di Yordania yang berjumlah 18 orang. Para pekerja migran Indonesia yang seluruhnya perempuan itu telah menetap di Yordania selama belasan tahun. 

Duta Besar RI untuk Yordania Andy Rachmianto menyebutkan, setelah  program amnesti diumumkan, setiap hari jumlah pekerja migran bermasalah yang mendaftarkan diri ke KBRI Amman terus bertambah. Sejauh ini telah terdaftar lebih dari 120 orang yang ingin dipulangkan kembali ke Indonesia.

“Hampir seluruh peserta program ini adalah pekerja migran yang berstatus ilegal (tidak berdokumen). Repatriasi ini adalah bentuk kehadiran negara dalam upaya perlindungan pada warganya di luar negeri,” ujar Dubes Andy.

Kebijakan amnesti dari pemerintah Yordania itu memang diharapkan dapat menjaring seluruh WNI yang bermasalah dan melanggar izin tinggal di Yordania. 

Bagi pelanggar yang tidak memanfaatkan program amnesti akan dikenakan denda yang akan dihitung sejak masa izin tinggal resminya habis, dengan perhitungan 1,5 Dinnar Yordania (sekitar Rp19.500) per hari.

“KBRI Amman akan berusaha menjaring sebanyak mungkin peserta program amnesti ini. Kita telah menyebarluaskan pengumuman di berbagai media sosial dan elektronik untuk mengimbau para pekerja migran yang bermasalah, termasuk para sponsor yang mempekerjakan mereka, untuk memanfaatkan program ini seoptimal mungkin,” kata Dubes Andy.

Menurut data terakhir dari Kantor Imigrasi Yordania, jumlah warga Indonesia yang tidak memiliki izin tinggal di negara tersebut mencapai lebih dari 1.000 orang. 

Untuk itu, para WNI tersebut diharapkan dapat memanfaatkan program amnesti untuk dapat kembali ke Indonesia, termasuk menjelaskan statusnya menjadi pendatang yang legal dan tercatat. 

“Para WNI diimbau agar segera memanfaatkan program ini dengan fasilitas (pemulangan) dari KBRI, karena tidak setiap tahun program ini diberikan,” ucap Dubes Andy. ***2*** 
Pewarta: Yuni Arisand Sinaga
Baca juga: TKI Diah Anggraini segera dipulangkan dari Yordania
Baca juga: Anak pekerja migran di Malaysia dapat beasiswa pilot
Baca juga: Negara pastikan lindungi pekerja migran Indonesia

Pewarta: Antara
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serangan mortar terjadi di Kabul, Afghanistan

Seorang petugas memeriksa jasad korban tewas dari penyerangan mortar di Kabul, Afghanistan, Kamis (7/3/2019). Laporan sementara dari otoritas keamanan setempat, kejadian tersebut telah menyebabkan tiga orang tewas dan 22 orang lainnya luka-luka. ANTARA FOTO/REUTERS/Omar Sobhani/wsj.

Menlu RI kunjungi kamp pengungsi Palestina di Yordania

Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Amman, Yordania, sebagai bagian dari kegiatan untuk memberi dukungan kepada rakyat Palestina.

Didampingi Komisioner Jenderal Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Pierre Krähenbühl, Menlu RI bertemu dengan para siswa dari Sekolah New Amman Camp.  

Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis, disebutkan bahwa Menlu RI melakukan dialog dan memberi semangat kepada para siswa yang tergabung dalam parlemen sekolah.
 
“Jangan pernah menyerah, jaga semangatmu dan InsyaAllah semuanya akan lebih baik di masa datang,” kata Menlu Retno kepada para siswa Palestina.

Parlemen sekolah dibentuk sebagai upaya untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan kemampuan sosial para siswa melalui peran aktif mereka dalam tatalaksana persekolahan. 
 
Sekolah yang dikunjungi Menlu RI merupakan salah satu dari 171 sekolah yang didirikan di berbagai kamp pengungsi Palestina di Jordan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 121 ribu pelajar. 

Dengan dukungan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia, UNRWA juga telah menyediakan antara lain 25 pusat kesehatan, 10 pusat rehabilitasi berbasis masyarakat, dan 14 pusat program perempuan untuk mengakomodasi kebutuhan dasar para pengungsi.

Di kamp pengungsi tersebut saat ini terdapat lebih dari 78 ribu orang pengungsi Palestina. New Amman Camp merupakan salah satu dari 10 kamp yang tersebar di Yordania, di mana sekitar 370 ribu orang pengungsi Palestina lama menetap.  
 
Secara total, terdapat lebih dari 2 juta pengungsi Palestina yang berada di wilayah Yordania. Sebagian besar mengungsi pasca Nakba, yaitu eksodus sekitar 700 ribu warga Palestina setelah meletusnya Perang Arab-Israel pada 1948.
 
Kunjungan Menlu Retno di New Amman Camp diakhiri dengan mengunjungi rumah salah satu pengungsi Palestina, yang sudah bertahun-tahun berada di kamp tersebut. 

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menyampaikan kembali komitmen pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, termasuk kemerdekaan bangsa Palestina.
 
Kunjungan ke kamp pengungsi Palestina menutup rangkaian kegiatan Menlu RI  di Amman, Yordania.

Sebelumnya, Menlu RI telah membuka “Pelatihan Internasional bagi para Pelatih mengenai Perencanaan Usaha bagi Perempuan di Tempat Pengungsian” (International Training of Trainers on Business Planning for Women in Refugees Camps). 

Menlu RI juga menyaksikan penandatangan penandatangan letter of intent (LOI) oleh Sekjen Kemlu RI mewakili Indonesia dan Asisten Menlu untuk urusan Asia, Afrika dan Australia dari Kemlu Palestina, mengenai pemberian bantuan kemanusiaan untuk Palestina berupa pengadaan desalinasi air dan obat obatan serta peralatan kesehatan. 

Menlu RI juga telah menandatangani MoU dengan Komisioner Jenderal UNWRA, mengenai distribusi kontribusi kemanusiaan Indonesia bagi pengungsi Palestina ex-Gazan di Jerash Camp, Yordania, sebesar 1 juta dolar AS. 

Baca juga: Menlu Retno luncurkan pelatihan bisnis untuk pengungsi Palestina

Baca juga: Indonesia beri bantuan kemanusiaan 1 juta dolar AS untuk pengungsi Palestina

Baca juga: Indonesia-Yordania dorong kerja sama dukung perjuangan Palestina

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia-Yordania dorong kerja sama dukung perjuangan Palestina

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Indonesia dan Yordania dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri kedua negara sepakat untuk mendorong kerja sama dalam mendukung perjuangan Palestina, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Rabu.

“Indonesia dan Yordania memiliki kesamaan posisi untuk isu Palestina. Isu Palestina berada di jantung politik luar negeri Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi di Amman.

Menlu RI menyampaikan bahwa kunjungannya ke Yordania merupakan yang keempat dalam Dua tahun. Hal itu menunjukan adanya hubungan yang baik antara Indonesia dan Yordania, dan tidak ada isu yang dapat memberatkan hubungan kedua negara. 

Kedua Menlu membahas secara khusus situasi di Palestina. Menlu Retno menyampaikan berbagai langkah yang dilakukan Indonesia dalam upaya untuk membantu perjuangan rakyat Palestina, baik secara politis maupun ekonomi,  seperti memberikan tarif nol persen untuk beberapa produk ekspor Palestina ke Indonesia, memberikan bantuan keuangan dan peningkatan kapasitas. 

Menlu RI juga menyampaikan pelaksanaan Palestina week di Jakarta dan Bandung pada Oktober 2018, yang menunjukan dukungan kuat masyarakat Indonesia terhadap perjuangan Palestina. 

Lebih lanjut Menlu RI menyampaikan bahwa kunjungannya yang singkat di Amman, Yordania difokuskan untuk kegiatan terkait dengan perjuangan Palestina. 

Sebelum bertemu dengan Menlu Yordania, Menlu RI telah membuka Pelatihan Internasional bagi Para Pelatih mengenai Perencanaan Usaha bagi kaum Perempuan di Tempat Pengungsian (International Training of Trainers on Business Planning for Women in Refugees Camps). 

“Pelatihan ini merupakan bagian dari program Indonesia untuk mendukung rakyat Palestina dalam perjuangannya membangun  bangsa Palestina,” ujar Menlu Retno.

Selain itu, pemerintah Indonesia dan Palestina telah menandatangani “Letter of Intent” (LoI) mengenai pemberian bantuan kemanusiaan untuk Palestina terkait pengadaan desalinasi air dan obat obatan serta peralatan kesehatan.  

Menlu RI juga  bertemu dengan Komisioner Jenderal Badan PBB untuk Urusan Pengungsi Palestina (UNWRA) untuk menandatangani nota kesepahaman mengenai distribusi bantuan kemanusiaan Indonesia sebesar satu juta dolar Amerika Serikat (AS) bagi pengungsi Palestina yang sebelumnya tinggal di Gaza dan sekarang di kamp pengungsi di Jerash, Yordania.
Sebagai bagian dari kunjungan ke UNWRA, Menlu RI juga melakukan kunjungan ke tempat penampungan pengungsi New Amman Camp.

Menlu Retno pun menyampaikan bahwa sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan Yordania dalam upaya membantu Palestina. 

“Yordania merupakan salah satu negara yang telah banyak membantu Palestina termasuk bagi para pengungsi Palestina. Indonesia dan Yordania sepakat untuk terus mendorong koordinasi dan kerja sama dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ucap Menlu Retno. ***2***

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Baca juga: Indonesia-Yordania kerja sama pendidikan ketahanan
Baca juga: Indonesia tawarkan Yordania kerja sama produksi vaksin
Baca juga: Indonesia upayakan peningkatan dagang dengan Yordania dan Palestina

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia beri bantuan kemanusiaan 1 juta dolar AS untuk pengungsi Palestina

Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Komisioner Jenderal Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Pierre Krähenbühl menandatangani perjanjian kontribusi kemanusiaan Indonesia bagi  pengungsi Palestina ex-Gazans di Jerash Camp, Yordania, Selasa (5/3).

Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI diterima di Jakarta, Rabu, disebutkan kontribusi kemanusiaan Indonesia sebesar 1 juta dolar AS akan diberikan untuk membantu kebutuhan makanan dan kesehatan bagi para pengungsi. 

Dalam pertemuan dengan Komisioner Jenderal UNWRA, Menlu RI menyampaikan bahwa kontribusi Indonesia tersebut menunjukan kebersamaan dan komitmen Indonesia untuk terus membantu rakyat Palestina. 

Menlu RI menegaskan kembali bahwa isu Palestina ada di jantung politik luar negeri Indonesia, dan menjadi perhatian dan keprihatinan rakyat Indonesia.

Menlu RI juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi UNRWA dalam kegiatan Solidarity Week for Palestine, yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia di Bandung dan Jakarta bulan Oktober 2018, yang juga dihadiri oleh  Menlu Palestina Riyad Malki.

Dalam acara tersebut, pihak UNRWA telah melakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan di Tanah Air terkait penggalangan dana kemanusiaan bagi pengungsi Palestina.
 
Pada awal 2018, UNRWA menyampaikan mengenai krisis pendanaan sebesar lebih dari 446 juta dolar AS. Tahun ini, kekurangan pendanaan UNWRA untuk kegiatan programnya mencapai sekitar 211 juta dolar AS.

Indonesia akan terus memberikan dukungan kepada masyarakat Palestina baik dalam bentuk bantuan keuangan maupun program peningkatan kapasitas. ***2***

Baca juga: Indonesia akan terus berkontribusi terhadap UNRWA

Baca juga: Badan bantuan Palestina terima bantuan 150 ribu dolar AS dari Baznas

Baca juga: Indonesia galang dana untuk badan bantuan Palestina

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelatihan bisnis untuk pengungsi Palestina diluncurkan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi meluncurkan program pelatihan bisnis bagi para pengungsi Palestina di Amman, Yordania, Selasa (5/3).

“Tanggal 8 Maret adalah Hari Perempuan Sedunia, saya ingin mendedikasikan hari tersebut untuk perempuan Palestina, bagi peran mereka dalam perdamaian dan keamanan,” tutur Menlu Retno dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Rabu.

Program peningkatan kapasitas bertajuk International Training of Trainers on Business Planning for Women in Refugee Camps: Women Empowerment to Achieve Sustainable Development Goals ini menegaskan kembali arti penting isu Palestina bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia, terutama dalam rangka pemberdayaan perempuan. 

Menlu Retno menekankan bahwa perempuan memiliki peran krusial dalam pembangunan bangsa. 

“Palestina ada di jantung politik luar negeri Indonesia, isu Palestina dan pemberdayaan perempuan sangat dekat di hati saya,” ujar dia.

Lebih lanjut Menlu RI menyampaikan bahwa membangun sebuah bangsa Palestina tidak mudah karena dibutuhkan kondisi yang kondisif, serta dukungan internasional baik dalam bidang ekonomi, pembangunan maupun pengembangan kapasitas. 

Oleh karena itu, dukungan Indonesia melalui penyelenggaraan program pelatihan ini diharapkan dapat semakin memperkuat upaya untuk mempersiapkan Palestina dalam meraih kemerdekannya. 

“Indonesia telah sejak lama memberikan dukungan bantuan kapasitas bagi Palestina, antara lain dalam bidang pengembangan UMKM, pemberdayaan perempuan, tata kelola pemerintahan yang baik, pendanaan mikro, dan pelestarian lingkungan hidup, yang akan membentuk fondasi penting bagi pengembangan institusi Palestina,” kata Menlu Retno.
 
Menlu RI secara khusus menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan Palestina tidak hanya akan menguntungkan secara ekonomi, namun juga akan memperkokoh infrastruktur sosio-ekonomi bangsa Palestina. 

Melalui pelatihan dan pemberdayaan, masyarakat Palestina diharapkan dapat menciptakan kesempatan agar terlahir harapan kehidupan yang lebih baik di luar batas kamp pengungsi.

Program-program peningkatan kapasitas dapat menjadi building blocks dalam membangun pemerintahan yang kokoh dan bermartabat.
 
Menlu RI juga mengapresiasi peran komunitas internasional, khususnya Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan organisasi-organisasi lainnya, yang terus bekerja keras bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Palestina, terutama yang saat ini berada di berbagai kamp pengungsi. 

Menlu RI juga mengangkat kembali posisi Indonesia yang senantiasa mendorong negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk tegas dan berani memberikan dukungannya kepada Palestina. 

“Dalam pertemuan OKI minggu lalu, saya tegaskan bahwa tidak ada pilihan lain bagi OKI kecuali memberikan dukungan tegas dan konkret bagi kemerdekaan Palestina,” tegas Menlu Retno.

Pada kesempatan tersebut, Menlu RI juga menyaksikan penandatanganan letter of intent antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Palestina mengenai pemberian bantuan kemanusiaan untuk Gaza berupa pengadaan desalinasi air dan obat-obatan serta alat alat kesehatan, yang ditandatangani oleh Sekjen Kemlu RI Duta Besar Mayerfas dan Assistant Minister for Asia, Africa and Australia Kementerian Luar Negeri Palestina Duta Besar Mazen Shamiyah.

Pelatihan bisnis untuk perempuan di kamp pengungsi di Amman akan dilaksanakan pada 5-8 Maret 2019. 

Pelatihan tersebut diikuti 30 peserta dari berbagai lembaga penanganan pengungsi di Palestina dan Yordania, termasuk UNRWA Palestina, UNRWA Yordania, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), East Jerusalem Young Men Christian Association (YMCA), Women’s Centre Al Thouri Silwan, dan WAFAA Group-Palestine.
 
Tenaga ahli untuk pelatihan berasal dari Global Entrepreunership Network (GEN) Indonesia, yang berada di bawah Ciputra Foundation dan memiliki kemitraan dengan Queen Rania Foundation di Yordania, sehingga diharapkan dapat membantu membuka akses bagi para pengungsi Palestina kepada lembaga pembiayaan dan pengembangan UMKM. ***2***

Baca juga: Menlu sebut OKI harus beri dukungan konkret bagi Palestina

Baca juga: Indonesia hapus bea masuk kurma dan zaitun asal Palestina

Baca juga: Revolusi belum usai bagi bangsa Palestina

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gerilyawan Al-Houthi tuduh Inggris berusaha gelincirkan proses perdamaian Yaman

Sana`a, Yaman, (ANTARA) – Kelompok gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi, menuduh Pemerintah Inggris berusaha menggelincirkan kesepakatan perdamaian yang rapuh di Kota Pelabuhan Utama Yaman, Al-Hudaydah.

“Kami tidak menganggap Inggris sebagai salah satu penengah dalam pembicaraan perdamaian Yaman,” kata Juru Bicara Al-Houthi Mohammed Abdulsalam, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Yaman, SABA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang.

Ia menanggapi pernyataan yang dikeluarkan sehari sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt.

Abdulsalam menambahkan bahwa “Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths juga tampaknya lebih mewakili Pemerintah Inggris ketimbang mewakili PBB”.

Abdulsalam mengatakan kelompoknya berkomitmen pada Kesepakatan Stockholm, yang dicapai pada Desember tahun lalu.

Ia mengatakan penyerahan managemen kota pelabuhan tersebut kepada satu pihak netral bukan bagian dari kesepakatan yang ditandatangani tersebut. Ia menuduh Hunt berusaha melicinkan jalan bagi koalisi pimpinan Arab Saudi untuk menduduki Kota Pelabuhan Al-Hudaydah, yang strategis di tepi Laut Merah.

Pada Ahad, Hunt mengatakan ia mengunjungi Kota Pelabuhan Aden, yang dikuasai pemerintah di Yaman Selatan, untuk mendorong kedua pihak yang bertikai di Yaman ke arah penerapan kesepakatan perdamaian itu. Ia menambahkan itu adalah “kesempatan terakhir”.

Hunt memperingatkan proses perdamaian di Yaman bisa mati dalam waktu beberapa pekan, kalau Kesepakatan Stockholm tidak dilaksanakan sepenuhnya.

Hunt mengatakan ia memberitahu Abdulsalam di Oman bahwa “penarikan gerilyawan Al-Houthi perlu dilakukan secepatnya, untuk memelihara kepercayaan pada Kesepakatan Stockholm dan memungkinkan dibukanya saluran penting kemanusiaan”.

Kesepakatan perdamaian tersebut dimaksudkan untuk menghindari pertempuran di Al-Hudaydah, saluran kehidupan utama buat dua-pertiga warga Yaman, yang dikatakan PBB berada di jurang kelaparan.

Kedua pihak yang berperang belum melaksanakan rencana yang diperantarai PBB, untuk menarik pasukan dari dalam kota itu dan sekitarnya, sejak kesepakatan perdamaian tersebut diberlakukan pada 18 Desember 2018.

Penyunting: Chaidar Abdullah
Baca juga: UNICEF: 1,2 juta anak di Yaman hidup di daerah konflik
Baca juga: Yaman: bencana kemanusiaan sudah sangat mengkhawatirkan
Baca juga: Putra Mahkota Saudi bahas Yaman dengan Sekjen PBB
Baca juga: Paus katakan ikuti krisis Yaman dengan penuh kekhawatiran

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahkamah militer Israel bebaskan perempuan Palestina yang berusia 59 tahun

Ramallah, Palestina, (ANTARA) – Seorang perempuan Palestina yang berusia 59 tahun dan ditahan selama satu bulan oleh militer Israel dalam kondisi yang sangat buruk dijadwalkan dibebaskan pada Senin (4/3), setelah satu mahkamah militer Israel mengabulkan permohonan pembebasannya.

Mahkamah Militer Ofer, katanya, memerintahkan pembebasan terhadap Suhair Barghouti, ibu dari enam anak dari Desa Kobar di dekat Ramallah di Tepi Barat Sungai Jordan. Perempuan itu telah ditahan sejak 5 Februari, dengan jaminan 10.000 shekel Israel (sebanyak 3.000 dolar AS), kata Masyarakat Tahanan Palestina (PPS).

Dua perintah pengadilan sebelumnya bagi pembebasan Suhair dibekukan selama menunggu banding dari jaksa militer.

PPS mengatakan Suhair ditahan dalam kondisi yang sangat buruk di Penjara HaSharon di Israel Tengah sebelum ia dipindahkan ke Penjara Damon –tempat ia ditahan di satu sel dengan kondisi yang sangat dingin.

Wanita setengah baya tersebut, katanya, terus-menerus dibawa naik bus penjara ke pengadilan, diberi makanan yang buruk dan tidak diberi hak untuk mengganti pakaiannya setelah ia menolak untuk menerima pakaian baru –kondisi yang telah memperburuk kondisinya.

Suhair adalah ibu dari Saleh –yang tewas oleh militer Israel pada 12 Desember di dekat Ramallah, dan Assem, yang ditahan karena dituduh membunuh dua prajurit Israel pada 13 Desember dalam aksi balas-dendam terhadap terbunuhnya saudaranya.

Suaminya, Omar (68), saat ini ditahan di penjara administrasi di Israel.

Seluruh keluarganya ditahan karena satu atau lain hal setelah militer Yahudi membunuh Saleh. Dua bersaudara lagi belakangan dibebaskan.

Penyunting: Chaidar Abdullah
Baca juga: Tahanan Palestina terlama kedua selesaikan 36 tahun hukuman penjara Israel 
Baca juga: NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini
Baca juga: PBB pantau aksi mogok makan 1.000 tahanan Palestina

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iran konfirmasi pengusiran dua diplomat Belanda

Teheran, Iran,(ANTARA)) – Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin (4/3) mengkonfirmasi bahwa Republik Islam Iran telah mengusir dua diplomat Belanda dalam aksi pembalasan sehubungan dengan pengusiran dua diplomat Iran oleh Belanda belum lama ini.

Tindakan oleh Iran tersebut dilakukan dua bulan setelah Belanda menuduh Iran merencanakan pembunuhan pesaing-pesaingnya di tanah Belanda.

Pada Senin (4/3), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi menolak tuduhan bahwa Iran berada di belakang pembunuhan politik di Belanda dan mencapnya “tidak berdasar”.

Setelah tindakan oleh negarai negara Eropa itu, Iran memutuskan untuk melakukan pembalasan, kata Qasemi, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Iran, IRNA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang.

Pada Senin, Belanda menarik duta besarnya untuk Iran guna berkonsultasi, setelah pengusiran diplomatnya, kata Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok.

Tuduhan terhadap Iran tersebut telah memicu sanksi baru Uni Eropa atas Republik Islam Iran.

Penyunting: Chaidar Abdullah
Baca juga: Iran protes pengusiran diplomatnya oleh Belanda
Baca juga: Belanda, Italia, dan Denmark ikut usir diplomat Rusia

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementerian Palestina kutuk larangan terkini Israel terhadap pejabat untuk masuk Al-Aqsha

Ramallah, Palestina, (Antara) – Kementerian Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengutuk sekeras-kerasnya tindakan Pemerintah Israel, yang secara membabi-buta melarang pejabat Waqaf, penjaga dan orang yang ingin beribadah memasuki Masjid Al-Aqsha di Al-Quds (Jerusalem).

Kementerian tersebut mengutuk larangan Israel terhadap orang yang akan masuk ke tempat suci ketiga umat Muslim itu –tempat orang Muslim mestinya bisa secara bebas beribadah– dan mencapnya sebagai peningkatan ketegangan yang berbahaya dengan tujuan menghalangi akses orang Muslim yang ingin beribadah ke masjid tersebut dan merusak peran serta pekerjaan Departemen Waqaf Muslim.

Di dalam satu pernyataan, kementerian itu mengatakan Israel berusaha mengosongkan masjid tersebut dari orang Palestina dan orang Muslim yang akan beribadah, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang.

Larangan itu diberlakukan sebagai bagian dari rencananya untuk melakukan “pemisahan sementara” Al-Aqsha sampai tempat tersebut dibagi.

Kementerian tersebut memperingatkan mengenai pantulan dari tindakan sewenang-wenang Israel terhadap Masjid Al-Aqsha, yang dikatakannya, dilakukan dalam kerangka Judaisasi dan mengubah ciri khas serta identitas Kota Al-Quds.

Pada Ahad pagi, polisi Israel menyerahkan kepada Ketua Dewan Awqaf di Al-Quds, Sheikh Abdul-Azim Salhab, perintah yang melarang dia memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha selama 40 hari.
Penyunting: Chaidar Abdullah/Maria D. Andriana
Baca juga: Israel larang tujuh perempuan Palestina masuk Al-Aqsha
Baca juga: Rakyat Palestina shalat di luar masjid Al-Aqsha untuk protes penutupan

Baca juga: Jordania kutuk Israel karena halangi pemugaran Masjid Al-Aqsha

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

AS gabungkan konsulat untuk Palestina dengan kedutaan Israel

Washington, (ANTARA) – Konsulat Amerika Serikat (AS) di Al-Quds (Jerusalem), yang melayani warga Palestina, akan digabung ke Kedutaan baru AS untuk Israel pada Senin, demikian informasi Departemen Luar Negeri.

Penggabungan tersebut menuai kemarahan para pemimpin Palestina, sebagaimana diberitakan Reuters.

Keputusan untuk membentuk misi diplomatik tunggal di Al-Quds (Jerusalem) diumumkan pada Oktober oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan secara luas diprediksikan pada awal Maret. Pengumuman Departemen Luar Negeri pada Minggu memberikan tanggal resmi untuk langkah tersebut.

Penggabungan itu meningkatkan kekhawatiran warga Palestina bahwa pemerintah Trump mulai mengganggap remeh masalah mereka di kota yang disengketakan Al-Quds, rumah bagi situs-situs suci umat Yahudi, Muslim dan Kristen.

Presiden AS Donald Trump membuat geram dunia Arab dan memicu kecaman internasional atas pengakuan Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017. Tidak hanya itu, AS juga telah memindahkan Kedutaan Besar mereka dari Tel Aviv ke Al-Quds (Jerusalem) pada Mei lalu.

Para pemimpin Plestina menangguhkan hubungan diplomatik dengan pemerintah AS pascapemindahaan kedutaan dan sejak itu memboikot upaya-upaya AS untuk menyusun rencana perdamaian antara Israel dan Palestina yang telah lama dinanti, menuduh Washignton bias pro-Israel.

Konsulat Jenderal AS di Al-Quds (Jerusalem) merupakan misi utama bagi warga Palestina, yang dengan dukungan luas internasional mengupayakan Al-Quds (Jerusalem) Timur sebagai ibu kota negara yang akan mereka dirikan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Robert Palladino keputusan tersebut didorong oleh efiensi operasional dan akan ada “kelanjutan yang lebih lengkap dari aktivitas diplomatik dan layanan konsuler AS.”

“Ini bukan sinyal perubahan kebijakan AS tentang Al-Quds (Jerusalem), Tepi Barat dan Jalur Gaza,” katanya dalam satu pernyataan. “Batas-batas khusus kedaulatan Israel di Al-Quds (Jerusalem) tunduk pada status akhir perundingan antara para pihak.”

Ketika Pompeo mengumumkan rencana penggabungan pada musim gugur lalu, pemimpin senior Palestina, Saeb Erekat mengecam keputusan pemindahan konsulat sebagai bukti terbaru bahwa pemerintahan Trump bersekongkol dengan Israel untuk memberlakukan “Israel Hebat” ketimbang solusi dua negara.

Status Al-Quds (Jerusalem) merupakan salah satu sengketa paling rumit antara Israel dan Palestina.

Israel menganggap seluruh kota, termasuk sektor di bagian timur yang dirampasnya dalam perang Timur Tengah pada 1967, sebagai “ibu kota abadi dan tak terpisahkan,” namun hal tersebut tidak diakui secara internasional.

Pewarta: Asri Mayang Sari
Penyunting: Maria D. Andriana
Baca juga: Abbas bahas perkembangan terkini dalam masalah Palestina dengan PM Irak
Baca juga: Pendudukan tanah Palestina, luka dunia Islam

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Abbas bahas perkembangan terkini dalam masalah Palestina dengan PM Irak

Baghdad, Irak, (Antara) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Ahad malam (3/3) bertemu dengan Perdana Menteri Irak Abel Abdel Mahdi di Ibu Kota Irak, Baghdad.

Kedua pejabat senior itu membahas perkembangan-politik terkini dalam masalah Palestina, terutama pelanggaran Israel terhadap Al-Quds (Jerusalem) dan tempat sucinya, baik buat umat Muslim maupun Kristen, termasuk Masjid Al-Aqsha.

Presiden Abbas memberi penjelasan kepada Abdel Mahdi mengenai perkembangan-politik terkini, terutama pelanggaran Israel terhadap Al-Quds dan tempat suci umat Muslim serta Kristen, dan upaya yang dilancarkan untuk mendukung keteguhan rakyat Palestina di Al-Quds dan membela Masjid Al-Aqsha terhadap pelanggaran sistematis Israel dan upaya untuk mengubah kebudayaan dan ciri khas budaya Al-Quds,

Mereka juga membahas berbagai masalah dengan kepentingan timbal-balik dan hubungan bilateral antara kedua negara dan cara meningkatkannya di seluruh bidang untuk kepentingan bersama, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

Presiden Abbas menekankan mereka yang mendorong Israel untuk bertindak sebagai negara di atas hukum internasional adalah Pemerintah Amerika, yang ia tegaskan tak lagi memenuhi syarat untuk mengurus perundingan tersebut sendirian saja setelah AS membuktikan sikap biasnya kepada Israel setelah mengumumkan Al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besarnya di sana, dan setelah mengizinkan dilanjutkannya kegiatan permukiman, serta pemotongan bantuannya buat Lembaga Pekerjaan dan Bantuan PBB buat Pengungsi Palestina (UNRWA).

Presiden Abbas kembali menyampaikan penolakannya bua apa yang dinamakan oleh AS “Kesepakatan Abad Ini”, yang ia tekankan tidak dilandasi atas keabsahaan serta resolusi internasional dan bertujuan menghapuskan masalah Palestina.

Israel memutuskan untuk mengurangi dari hasil pajak yang digunakan oleh Pemerintah Otonomi Palestina untuk diberikan kepada keluarga tahanan Palestina dan mereka yang dibunuh oleh pasukan Israel.

Presiden Mahmoud Abbas telah menanggapi penahanan oleh Israel tersebut dan mengatakan ia takkan menerima uang pajak itu kalau kurang satu sen saja.

Sementara itu Presiden Irak Barham Saleh menegaskan masalah Palestina akan tetap menjadi masalah inti, dan “kami akan terus membela hak rakyat Palestina”.

Ia menegaskan kehadiran kuat Irak di wilayah tersebut memungkinkannya membantu mencapai tujuan rakyat Palestina.

Pertemuan itu dihadiri oleh Ketua Dinas Intelijen Umum Majed Faraj, Penasehat Urusan Ekonomi Abbas –Mohammad Mustafa, Penasehat Diplomatik Abbas –Majdi Al-KHalidi, dan Duta Besar Palestina untuk Irak, Ahmad `Aqel, serta Yasser Abbas.

 Penyunting: Chaidar Abdullah/Maria D. Andriana
Baca juga: Presiden Abbas: dukungan AS bikin Israel bertindak di atas hukum
Baca juga: Presiden Palestina bahas masalah Timur Tengah dengan Paus di Vatikan
Baca juga: Abbas: Palestina masih berkomitmen bagi perdamaian yang adil dengan Israel

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Israel, Rusia akan amankan penarikan pasukan asing dari Suriah

Yerusalem (ANTARA News) – Israel dan Rusia akan bekerja sama dalam mengamankan penarikan pasukan asing dari Suriah, kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu.

PM Israel mengungkapkan rencana kerja sama tersebut setelah ia berkunjung ke Moskow dalam rangka mendorong Rusia untuk menentang keberadaan Iran di Suriah.

Sementara Presiden Suriah Bashar al-Assad memukul gerakan pemberontakan delapan tahun, Israel khawatir bahwa penguatan dukungan bagi Bashar yang diberikan Iran dan milisi Hizbullah Lebanon –yang didukung Teheran, akan terus berlangsung untuk membentuk gerakan baru yang mengancamnya, demikian Reuters melaporkan.

Israel telah melancarkan ratusan kali serangan di Suriah ke target-target yang diduganya memiliki kaitan dengan Iran dan Hizbullah.

Baca juga: Rusia: Kami tak bisa paksa Iran keluar dari Suriah

Operasi tersebut sebagian besar diabaikan Rusia, yang ikut campur secara militer atas nama Bashar pada 2015.

Netanyahu, yang diterima Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu, mengatakan ia telah menjelaskan bahwa serangan semacam itu akan tetap berlangsung dan saluran telepon khusus Israel-Rusia akan terus mencegah bentrokan tak sengaja antara kedua negara muncul.

“Saya dan Presiden Putin juga sepakat soal tujuan bersama, yaitu membersihkan Suriah dari keberadaan pasukan asing yang datang setelah perang saudara meletus,” kata Netanyahu kepada kabinet Israel.

“Kami setuju untuk membentuk suatu gugus tugas yang, bersama-sama dengan lainnya, akan berupaya mencapai tujuan ini.”

Rusia sebelumnya telah mengungkapkan sikap setuju soal pasukan-pasukan lainnya keluar dari Suriah walaupun Rusia sendiri berencana mempertahankan keberadaan garnisunnya di sana untuk jangka panjang.

Baca juga: Bashar: Rusia dapat mainkan peran untuk cegah serangan Israel

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan dalam wawancara dengan kantor berita Kuwait KUNA bahwa situasi di Suriah sudah terlihat stabil setelah operasi dijalankan pasukan Pemerintah Suriah dengan dukungan kekuatan udara Rusia.

Namun, Lavrov mengatakan terlalu dini untuk menyatakan “ancaman teroris” di Suriah sudah dibasmi.

Amerika Serikat sudah mulai menarik pasukannya dari Suriah sementara para pemberontak dari kelompok IS hampir dikalahkan.

Redaktur: Tia Mutiasari

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taufiq Al-Buthi: Suriah difitnah media Barat

Media-media Barat melancarkan fitnah dan propaganda untuk melemahkan Suriah

Jakarta (ANTARA) – Ketua Ikatan Ulama Suriah Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi mengatakan Suriah difitnah media-media Barat dengan pemberitaan yang tidak sesuai fakta dan keadaan Suriah yang sebenarnya.

“Media-media Barat melancarkan fitnah dan propaganda untuk melemahkan Suriah. Mereka tidak menyampaikan informasi yang sebenarnya dan yang sesungguhnya terjadi di Suriah,” ujar Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi saat ditemui di Jakarta, Minggu.

Ia mencontohkan ada media Barat yang memberitakan bahwa ada demo besar di Universitas Damaskus. Padahal, kenyataannya tidak ada demo besar karena unjuk rasa itu hanya diikuti oleh 35 siswa.

Disamping itu, media-media barat secara terus-menerus memberitakan bahwa terjadi konflik sektarian antara Sunni-Syiah di Suriah.

“Faktanya konflik sektarian tidak ada. Dalam sejarah Suriah, tidak pernah terjadi konflik sektarian,” kata dia.

Al-Buthi mencontohkan bahwa sejak ratusan tahun hingga saat ini, Kota Damaskus Tua dihuni komunitas Kristen Ortodoks, Sunni, Syiah, dan Yahudi. 

“Di wilayah itu tidak pernah terjadi konflik. Jadi, pemberitaan media Barat tidak benar dan itu fitnah,” kata dia.

Ia menambahkan, Amerika Serikat dan sekutunya menginginkan Suriah menjadi negara yang lemah.

Pasalnya, Al-Buthi mengatakan Suriah yang kuat menjadi ancaman terhadap eksistensi Israel yang berbatasan langsung dengan Negeri Syam itu.

“Suriah hingga saat ini sangat mendukung perjuangan Palestina untuk menjadi negara yang merdeka, karena Presiden Bashar al-Assad berhubungan langsung dengan Palestina maka Suriah paling banyak menerima tekanan,” kata dia.

Israel serta sekutunya, yang tidak menyukai pemerintahan Bashar al-Assad, merencanakan berbagai skenario untuk mencerai-beraikan Suriah.

“Salah satu caranya, yaitu propaganda media. Mereka menghembuskan isu reformasi, konflik sektarian dan sebagainya. Ketika Suriah lemah maka Israel gampang untuk mengontrolnya,” ujar dia.

Namun, lanjut dia, Suriah dibawah pemerintahan Bashar al-Assad mampu melewati segala tekanan yang dilancarkan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan Suriah menjadi negara yang kuat di Timur Tengah.

Baca juga: Suriah semakin membaik setelah didera konflik berkepanjangan
 

Pewarta:
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Al-Buthi ajak ulama Indonesia berperan aktif tangkal ekstremisme

Muslim yang mempelajari Islam berdasarkan keilmuan yang benar dapat menangkal radikalisme dan ekstremisme

Jakarta (ANTARA) – Ketua Ikatan Ulama Suriah Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi mengajak ulama di Indonesia untuk berperan aktif memerangi ekstremisme dan radikalisme.

“Ekstremisme dan radikalisme bukan bagian dari Islam dan Indonesia. Muslim yang mempelajari Islam berdasarkan keilmuan yang benar dapat menangkal radikalisme dan ekstremisme,” ujar Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi saat ditemui di Jakarta, Minggu.

Menurut Al-Buthi, Islam yang berkembang di Indonesia merupakan Islam yang berdasarkan keilmuan, seperti terlihat dari jumlah pesantren yang banyak tersebar di pelosok tanah air.

Putra dari ulama terkemuka Suriah, almarhum Syekh Ramadhan al-Buthi, itu mengatakan Islam yang berasaskan keilmuan dapat menjaga sebuah bangsa dari ancaman ekstremisme.

Ia menambahkan, Muslim Indonesia menerima Islam tanpa adanya paksaan, berdasarkan kemauan mereka sendiri, karena kagum dengan akhlak dan akidah dalam ajaran Islam. 

“Identitas Islam di Indonesia sudah mendarah daging. Indonesia adalah Negara Muslim dan indentitas Islam sangat kuat,” kata dia.

Selain itu, Al-Buthi juga memuji Islam moderat yang menjadi ciri khas Indonesia, yang mampu menerima perbedaan dengan bijak.

“Pembangunan sisi religius selaras dengan pembangunan di bidang lainnya,” kata dia.

Al-Buthi juga berpesan kepada seluruh Muslim di Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan agar dapat menangkal berbagai ancaman yang dapat memecah belah bangsa.

Baca juga: Ulama Suriah: estremisme dan radikalisme bukan bagian Islam

Baca juga: Suriah semakin membaik setelah didera konflik berkepanjangan

Baca juga: Taufiq Al-Buthi: Suriah difitnah media Barat

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasukan Suriah dukungan AS perkirakan bertempur dengan IS Minggu

Dekat Baghouz, Suriah, 3/3 (Antara/Reuters) – Pasukan Suriah dukungan Amerika Serikat yang menutup benteng teritorial terakhir IS dekat perbatasan Irak memperkirakan “pertempuran menentukan” akan terjadi pada Minggu setelah ada pergerakan lamban, kata seorang juru bicara Sabtu (2/3) malam.

“Kami perkirakan pertempuran menentukan akan terjadi pada pagi,” kata Marvan Qamishlo, perwira media militer untuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF), kepada Reuters di satu bukit yang menghadap desa Baghouz.

“Daesh menanam ranjau-ranjau di kawasan itu. Ribuan ranjau ditanam di sepanjang di jalan-jalan,” katanya, menggunakan penyebutan IS dalam bahasa Arab.

IS mengalami kekalahan di wilayah terakhir yang mereka kuasai pada Sabtu, saat SDF mengatakan mereka mendekati benteng terakhir kelompok itu di dekat perbatasan Irak, mengakhiri upaya selama empat tahun untuk mengusirnya.

“Kami berharap itu akan segera berakhir,” kata juru bicara SDF, Mustafa Bali kepada Reuters.

Sementara kejatuhan Baghouz, desa Suriah di pinggiran Sungai Eufrat, akan menandai tonggak sejarah dalam aksi melawan ekstremis, mereka tetap menjadi ancaman dengan menggunakan taktik gerilya dan menguasai beberapa tempat terpencil lebih jauh ke barat.

Ribuan pengikut dan pejuang IS, yang secara perlahan-lahan mundur ke Baghouz saat kelompok tersebut terusir berbagai negara-negara, keluar dari sekelompok dusun kecil dan lahan pertanian di Provinsi Deir al-Zor selama beberapa pekan terakhir.

Evakuasi mereka menghalangi serangan terakhir hingga Jumat malam saat SDF mengatakan pihaknya berhasil maju dan tidak akan berhenti sampai para ekstremis dikalahkan.

Baca juga: Taufiq Al-Buthi: Suriah difitnah media Barat
Baca juga: Ribuan orang menyelamatkan diri dari IS ke kamp di Suriah

Penyunting: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suriah semakin membaik setelah didera konflik berkepanjangan

Jakarta (ANTARA) – Ketua Ikatan Ulama Suriah Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi mengungkapkan kondisi Suriah semakin membaik setelah kekalahan kelompok teroris seperti ISIS, Nusra, Jaiz Islam dan lainnya.

“Kekalahan kelompok teroris tersebut yang masih berkaitan dengan Al-Qaeda membuat situasi Suriah semakin aman,” ujar Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi saat ditemui di Jakarta, Minggu.

Saat konflik bersenjata di Suriah berkecamuk, Suriah menghadapi berbagai kelompok teroris, antara lain ISIS, Koalisi Jaisy Al-Fatah, Aliansi Front Selatan, dan Front Nusra.

ISIS dipimpin oleh Abu Bakr Al-Baghdadi dengan mempunyai pasukan berjumlah sekitar 70 ribu termasuk 20 ribu pejuang asing dari 80 negara.

Koalisi Jaisy Al-Fatah dipimpin oleh Front Nusra. Kelompok ini merupakan gabungan oposisi yang terdiri dari JN Ahrar Al-Asham, Liwa Syuqur, Jaish Al Islam dengan pasukan berjumlah 30 ribu orang.

Aliansi Front Selatan dipimpin oleh Front Nusra. Pasukannya berasal dari FSA front selatan dan Front Nusra. Front Nusra dipimpin oleh Abu Muhammad Al-Julani dengan ideologi Salafi/Wahhabi Jihadis. Kelompok bersenjata ini mempunyai pasukan sebanyak 8.000 sampai dengan 10.000 orang.

Kelompok-kelompok teroris itu saat ini bergeser ke Provinsi Idlib, Suriah Barat Laut yang berbatasan dengan Turki.

Al-Buthi mengatakan tentara Suriah saat ini fokus untuk membebaskan Provinsi Idlib, Suriah Barat Laut, dari kelompok teroris yang sebagian besar menguasai wilayah itu.

Putra dari ulama terkemuka Suriah, almarhum Syekh Ramadhan al-Buthi, itu mengatakan situasi keamanan Ibu Kota Suriah Damaskus dan wilayah sekitarnya sudah stabil.

Saat ini stabilitas keamanan sudah membaik dan warga Suriah hidup damai. Warga Suriah yang tinggal di daerah-daerah tersebut, lanjut dia, menata kembali kehidupan mereka.

“Sebelumnya banyak ‘check point’ di Damaskus dan wilayah sekitarnya. Namun, saat ini tidak ada ‘check point’ serta pos militer yang tersebar di sudut-sudut ibukota Suriah,” kata dia.

Al-Buthi pun menyalahkan pemberitaan media-media barat yang menyudutkan Suriah bahwa sebagian besar kota di Suriah masih belum pulih dari konflik bersenjata. Padahal, lanjut dia, tidak semua kota di Suriah hancur karena konflik bersenjata.

“Warga Damaskus dan wilayah-wilayah sekitarnya hidup normal dan menjalani aktivitas mereka sehari-hari,” kata dia.

/

Pewarta:
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iran kutuk Inggris atas pencantuman Hizbullah sebagai kelompok “teroris”

Dubai, (ANTARA) – Iran mengutuk Inggris karena mengeluarkan keputusan untuk mencantumkan Hizbullah dalam daftar sebagai organisasi teroris, dengan menyatakan pada Sabtu negara itu mengabaikan keinginan sebagian besar rakyat Lebanon dan peran kelompok yang didukung Teheran dalam memerangi IS (Daesh).

Inggris mengatakan pada Senin, pihaknya berencana melarang semua sayap Hizbullah, yang dinyatakan sebagai organisasi teroris Washington, karena pengaruhnya yang membuat Timur Tengah tak stabil, sebelumnya telah melarang unit keamanan eksternal dan sayap militernya, sebagaimana diberitakan Reuters.

“Langkah Inggris ini menunjukkan pengabaian dengan sengaja keinginan sebagian besar rakyat Lebanon dan legitimasi dan posisi sah Hizbullah dalam pemerintahan dan struktur politik Lebanon,” kata juru bicara Kemneterian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi yang dikutip kantor berita negara IRNA.

Pengaruh Hizbullah, yang merupakan kelompok paling kuat di Lebanon, telah meluas di dalam negeri dan di kawasan itu. Organisasi tersebut telah mengendalikan tiga dari 30 kementerian dalam pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Saad al-Hariri dukungan Barat. Hizbullah tak pernah menempatkan menterinya sebanyak itu.

“Selain … membantu melestraikan integritas teritorial Lebanon selama beberapa dekade, Hizbullah telah menjadi salah satu pilar dari pertempuran melawan terorisme dan kelompok-kelompok teroris seperti IS di kawasan,” kata Qasemi.

Iran dan Hizbullah, yang didirikan pada tahun 1982 Garda Revolusi Iran, merupakan pemain utama dalam perang di Suriah dan pertempuran melawan kelompok-kelompok militan yang menentang Presiden Bashar al-Assad, termasuk IS.

penyunting: M. Anthoni/Maria D.Andriana
Baca juga: Hizbullah anggap Barat gagal teror Suriah
Baca juga: Garda Revolusi Iran siap bangun kembali Suriah, tolak tuntutan Saudi

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBB: sedikitnya 84 orang meninggal saat melarikan diri dari IS di Deir al-Zor

Jenewa, (ANTARA) – Sedikitnya 84 orang, dua pertiga di antaranya anak-anak masih belia, telah meninggal sejak Desember dalam perjalanan mereka ke kamp al-Hol di bagian timur laut Suriah setelah melarikan diri dari IS di kawasan Deir al-Zor, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat (1/2).

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat telah melakukan aksi selama beberapa pekan untuk menguasai kantung terakhir IS (Daesh) di desa Baghouz yang terkepung dekat perbatasan Irak, tapi operasi itu terhenti sementara karena ada usaha-usaha mengevakuasi ribuan warga sipil.

PBB sangat “mencemaskan” nasib ribuan warga sipil yang melarikan diri dari kawasan-kawasan yang dikuasai IS di Baghouz di Provinsi Deir al-Zor setelah pertempuran sengit berlangsung, kata Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dalam taklimat, yang disiarkan Reuters.

Kamp al-Hol, di Provinsi Hasaka, di bagian timur laut Suriah, sekarang menampung sedikitnya 45.000 orang, termasuk 13.000 orang yang meninggalkan Deir al-Zor pekan lalu, katanya.

“Banyak di antara mereka tiba dalam keadaan kelelahan, lapar dan sakit,” ujarnya, menambahkan bahwa sembilan di 10 orang itu adalah wanita dan anak-anak. “Mereka telah menempuh perjalanan yang jauh, sangat melelahkan ke kamp ini, sejauh ini berdasarkan laporan-laporan lebih 84 orang meninggal di perjalanan, di sepanjang wilayah itu. Dua pertiga di antara mereka yang telah meninggal ialah anak-anak di bawah usia lima tahun,” kata Laerke.
Baca juga: Puluhan anak-anak di kamp Suriah meninggal akibat cuaca ekstrem
Sebanyak 175 anak-anak dibawa ke rumah sakit karena menderita kurang gizi yang parah, kata dia, mengutip laporan-laporan dari badan-badan PBB dan kelompok-kelompok di lapangan.
 
Penyunting: M. Anthoni/Maria D. Andriana
Baca juga: UNHCR katakan tidak dorong pengungsi Suriah pulang dari Lebanon
Baca juga: Pompeo: Trump-Putin bahas pemulangan pengungsi Suriah

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pedersen: Penyelesaian krisis di Suriah dimulai dengan dihormatinya kedaulatannya

New York (ANTARA News) – Utusan Khusus PBB untuk Suriah Geir Pedersen, Kamis (28/2), mengatakan penyelesaian krisis di Suriah dimulai dengan dihormatinya kedaulatannya, keutuhan wilayahnya dan kemerdekaannya serta dijaminnya rencana bagi proses politik yang dipimpin oleh orang Suriah sendiri.

Pedersen, selama satu sidang Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Suriah, menegaskan perlunya bagi kepulangan pengungsi ke desa dan kota asal mereka, selain pembangunan kembali negeri tersebut melalui orang Suriah.

Mengenai Komite Konstitusional, Pedersen mengatakan, “Ada penerimaan bagi pembentukan komite konstitusional Suriah yang seimbang yang dipimpin oleh orang Suriah dan dibentuk oleh orang Suriah dari segala lapisan masyarakat.”

Baca juga: Suriah tuntut PBB tindak kejahatan pasukan koalisi

Baca juga: PBB: Sanksi sepihak berdampak negatif bagi rakyat Suriah

Sedangkan mengenai Kamp Ar-Rukbah, Pedersen –sebagaimana dikutip Kantor Berita Suriah, SANA, yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang– memuji kerja sama Pemerintah Suriah untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke kamp tersebut.

Dalam satu taklimat setelah sidang Dewan Keamanan, Pedersen menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan, milik Suriah yang diduduki Israel, adalah tanah Suriah berdasarkan resolusi terkait PBB, dan mengatakan Resolusi No.2254 menekankan keutuhan wilayah Suriah.

Redaktur: Chaidar Abdullah/Maria Dian A

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kantor PM Palestina sambut temuan komisi PBB mengenai protes Palestina

Ramallah, Palestina,(ANTARA News) – Kantor Perdana Menteri Palestina pada Kamis (28/2) menyambut temuan Komisi Penyelidikan Independen PBB mengenai protes di Wilayah Palestina yang Diduduki dan pernyataan yang dikeluarkan oleh Ketua Komisi tersebut, Santiago Canton dari Argentina.

Pernyataan itu mengakui bahwa pasukan pendudukan Israel melakukan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional terhadap pemrotes Palestina yang tak bisa membela diri selama Pawai Akbar Kepulangan dan diakhirinya blokade Israel atas Jalur Gaza.

“Temuan tersebut dan tuntutan untuk memulai penyelidikan segera oleh Israel, Penguasa Pendudukan, adalah langkah yang benar di arah yang benar, tapi tidak cukup bagi penetapan pertanggung-jawaban menyeluruh. Masyarakat internasional harus memikul tanggung-jawabnya dan menyediakan perlindungan internasional buat warga Palestina di setiap jengkal wilayah Palestina, yang diduduki,” kata Ahmad Shami, Juru Bicara Kantor Perdana Menteri.

“Kami mendesak masyarakat internasional dan semua lembaga terkait PBB untuk mewajibkan Israel melaksanakan Konvensi Jenewa Keempat dan melaksanakan kewajiban hukumnya sebagai penguasa pendudukan untuk melindungi warga Palestina yang berada di bawah kekuasaan militernya,” tambah Shami, sebagaimana dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.

Shami juga menyatakan bahwa saat peringatan pertama Pawai Akbar Kepulangan makin dekat, “semua pihak terkait harus menekan Israel agar menanggapi permintaan yang berulangkali disampai oleh Komisi itu bagi keterangan dan akses ke Wilayah Palestina, yang diduduki”.

Penyunting: Chaidar Abdullah/Maria D. Andriana
Baca juga: Makarim katakan situasi akibat permusuhan Israel, Hamas mencemaskanBaca juga: Ketua Liga Arab serukan penyelidikan kejahataan Israel di Gaza
Baca juga: Indonesia desak PBB selidiki pelanggaran HAM Israel

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

LA sambut laporan PBB yang tuduh Israel lakukan kejahatan perang

Kairo, Mesir, (ANTARA News) – Liga Arab (LA) pada kamis (28/2) menyambut baik hasil laporan PBB bahwa pasukan Israel melakukan kejahatan perang dengan membunuh orang Palestina di wilayah Palestina yang diduduki.

Asisten Sekretaris Jenderal LA Urusan palestina dan Wilayah Arab yang Diduduki, Saeed Abu Ali, mengatakan hasil tersebut mencerminkan keadilan hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia internasional, yang mengkalisifikasikan pelanggaran yang dilakukan Israel sebagai kejahatan perang atau kejahatan terhadap umat manuusia.

Di dalam satu pernyataan, Asisten Sekretaris Jenderal tersebut menyeru masyarakat internasional agar menindak-lanjuti hasil penting di dalam laporan tersebut dan memusatkan perhatian pada prinsip pertanggung-jawaban, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Laporan itu menuntut mereka yang bertanggung-jawab atas pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan setiap hari terhadap rakyat Palestina mesti diidentifikasi.

Ia menekankan pentingnya dan perlunya menyediakan perlindungan internasional buat rakyat Palestina serta diakhirinya pendudukan serta berdirinya Negara Palestina Merdeka di wilayah yang diduduki pada 1967 dengan Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kotanya.

Saty laporan dari Komisi Penyelidikan Independen PBB mengenai protes di wilayah Palestina yang diduduki menggambarkan penembakan militer Israel terhadap pemrotes Palestina di pagar perbatasan Jalur Gaza dengan Israel sebagai kejahatan perang.

Komisi tersebut diberi mandat oleh Dewan Hak Asasi Manusia pada Mei 2018 untuk menyelidiki semua pelanggaran Israel dan pelecehan terhadap hukum kemanusiaan internasional serta hukum hak asasi manusia internasional di wilayah Palestina yang diduduki dalam konteks protes Pawai Akbar Kepulangan, yang dimulai di Jalur Gaza pada 30 Maret 2018.

Penyunting: Chaidar Abdullah/Maria D. Andriana
Baca juga: Liga Arab desak upaya internasional hentikan pelanggaran Israel
Baca juga: Liga Arab desak Australia akui Palestina
Baca juga: Kantor PM Palestina sambut temuan komisi PBB mengenai protes Palestina

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBB: Pasukan Israel harus bertanggungjawab atas kematian di Jalur Gaza

Jenewa, 28/2 (Antara/Reuters) – Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kamis, mengatakan pasukan keamanan Israel kemungkinan melakukan kejahatan perang atas kematian 189 rakyat Palestina dan lebih dari 6.100 korban luka dalam aksi protes mingguan di Jalur Gaza selama setahun terakhir.

“Pasukan keamanan Israel menewaskan dan melukai para demonstran Palestina yang tidak menimbulkan ancaman kematian atau luka serius kepada orang lain saat mereka ditembak. Para demonstran juga tidak terlibat langsung dalam pertempuran,” kata laporan panel.

Menurutnya, panel memiliki informasi rahasia tentang orang-orang yang diyakini bertanggungjawab atas kematian tersebut, termasuk juru tembak dan komandan, yang diberikan kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet agar dilaporkan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Aksi Protes digelar di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza sejak tahun lalu. Mereka menyerukan pelonggaran blokade Israel di wilayah tersebut. Mereka juga meminta pengakuan hak pengungsi Palestina di sana untuk kembali ke rumah mereka di Israel.

Israel mengatakan pasukannya melepaskan tembakan guna melindungi perbatasan dari serbuan dan serangan kelompok gerilyawan bersenjata.

Penyunting: Asri Mayang Sari
Uu.KR-AMS/M007

Pewarta:
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Revolusi belum usai bagi bangsa Palestina

Lagu-lagu yang dipersembahkan tadi merupakan penyampaian kepada seluruh dunia, khususnya masyarakat Indonesia, mengenai apa yang dirasakan rakyat Palestina tentang makna kebebasan

Jakarta (ANTARA News) – Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun menegaskan bahwa perjuangan belum usai bagi bangsa Palestina sejak revolusi yang dimulai pada1965.

Dalam sambutannya pada Malam Kebudayaan Palestina (Palestinian Cultural Night) yang digelar untuk memperingati 54 Tahun Revolusi Palestina, di Jakarta, Rabu, Dubes Zuhair menjelaskan acara tersebut ditujukan untuk menggalang dukungan dunia kepada Presiden Mahmoud Abbas dalam menyerukan apa yang dicita-citakan rakyat Palestina.

“Revolusi yang diawali pada 1 Januari 1965 adalah awal dari sebuah rencana untuk menjadikan Palestina negara yang lebih baik ke depannya, baik secara politik maupun global,” kata Zuhair di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Malam kebudayaan yang dikemas dalam sajian penampilan tari dan musik, merupakan ungkapan rakyat Palestina mengenai makna kemerdekaan, yang telah lama mereka idamkan.

Rakyat Palestina hingga kini masih hidup dalam pendudukan Israel, bahkan ada yang terpaksa mengungsi dari tanah kelahiran mereka untuk memperoleh keamanan dan kedamaian.

“Lagu-lagu yang dipersembahkan tadi merupakan penyampaian kepada seluruh dunia, khususnya masyarakat Indonesia, mengenai apa yang dirasakan rakyat Palestina tentang makna kebebasan,” kata Dubes Zuhair.

Numan Al Jalmawi, seniman Palestina yang khusus didatangkan ke Jakarta untuk tampil dalam acara tersebut, mengaku senang dapat menyanyikan lagu-lagu tradisional Palestina yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Ia juga mengungkapkan kebahagiannya dapat berkunjung ke Indonesia, sebuah negara yang secara konsisten menunjukkan komitmen untuk perjuangan bangsa Palestina meraih kemerdekaan.

“Rakyat Indonesia sangat dekat dengan bangsa Palestina. Mereka sangat bersahabat, menyenangkan, dan selalu mendukung bangsa Palestina,” kata dia.

Baca juga: Malam Kebudayaan Palestina diselenggarakan di Jakarta

Baca juga: Menlu: Indonesia akan terus bersama Palestina sampai merdeka
 

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Malam Kebudayaan Palestina diselenggarakan di Jakarta

Jakarta (ANTARA News) – Malam Kebudayaan Palestina (Palestinian Cultural Night) diselenggarakan di Jakarta, Rabu, untuk memperingati 54 Tahun Revolusi Palestina.

Bertempat di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina Din Syamsuddin, sejumlah duta besar negara sahabat, serta publik.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara tersebut digelar untuk menunjukkan semangat dan perjuangan bangsa Palestina yang tidak pernah putus untuk memperoleh kemerdekaan, yang dimulai sejak Revolusi Palestina 1 Januari 1965.

“Malam ini melalui diplomasi budaya, kami ingin suara kami didengar lebih lantang dan jelas di dunia,” kata Zuhair.

Dalam acara tersebut, Dubes Zuhair secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan bangsa Indonesia yang terus-menerus bagi bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaan sejati dengan Al Quds Al Syarif atau Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina Din Syamsuddin menyebut Malam Kebudayaan Palestina yang baru pertama kali diadakan di Indonesia sebagai simbol kedekatan hubungan kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Din mengajak masyarakat Indonesia untuk memastikan komitmen dan solidaritas bagi perjuangan bangsa Palestina.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut menampilkan tarian tradisional Palestina, Dabka, yang diiringi lantunan lagu oleh penyanyi Palestina Numan Al Jalmawi.

Selain itu ditampilkan pula tari Ratoeh Jaroe yang berasal dari Aceh.

Baca juga: Lawatan resmi pertama dubes RI ke Ramallah, bahas penguatan kerja sama Indonesia-Palestina

Baca juga: Kelas Bahasa Indonesia dibuka di Palestina untuk pertama kalinya

Baca juga: Human Initiative bersama Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat bangun sekolah di Palestina

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dubes Kuwait puji hubungan bilateral dengan Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Abdulwahab Abdullah Al Sager, memuji hubungan bilateral antara Kuwait dan Indonesia yang dinilai istimewa dan berkembang, terutama di bidang politik, kemanusiaan dan pendidikan. 

Al Sager dalam siaran pers dari Kedutaan Besar Kuwait di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa kontribusi kemanusiaan Kuwait di Indonesia berada pada tingkat terdepan dari kerja sama bilateral antara kedua negara.

Kontribusi kemanusiaan Kuwait mencapai lebih dari 250 juta dolar AS, termasuk diantaranya pembangunan Sekolah Tinggi Islam Al Wafa diatas lahan seluas 70.000 meter persegi dengan biaya sebesar sembilan juta dolar AS di daerah Cileungsi, Bogor, yang diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 23 Februari lalu.

Menurut Al Sager, Wakil Perdana Menteri dan juga Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Sabah Khaled Al Hamad Al Sabah telah mengirim undangan kepada Menlu RI Retno Marsudi untuk berkunjung ke Kuwait untuk memimpin putaran pertama Sidang Komite Bersama dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral di semua bidang.

Menlu RI juga diundang untuk menandatangani beberapa nota kesepahaman dan perjanjian yang siap ditandatangani, seperti perjanjian tentang pembebasan dari persyaratan visa untuk pemegang paspor diplomatik dan khusus, serta nota kesepahaman tentang kerja sama pelatihan diplomat.

Jumlah visa yang diberikan oleh Kedutaan Besar Kuwait di Jakarta pada 2018 sebanyak 573 visa, yakni dengan rincian 502 visa kerja sektor swasta, 47 visa ikut keluarga, 17 visa kunjungan pejabat Indonesia, dan tujuh visa pelajar.

Al Sager pun menekankan pentingnya penyelesaian nota kesepahaman dan perjanjian lainnya yang masih dalam tahap pembahasan akhir, seperti nota kesepahaman tentang kerja sama di bidang minyak dan gas, nota kesepahaman tentang kerja sama pendidikan tinggi, bidang seni dan budaya, penerbangan sipil.

Hal yang tidak kalah penting untuk dibahas kedua pihak, menurut Al Sager, adalah tentang moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Timur Tengah yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia sejak 2009 dan masa depan moratorium tersebut guna membangun mekanisme pengembangan kerja sama di bidang ketenagakerjaan.

Jumlah warga negara Indonesia (WNI) di Kuwait tercatat 6.774 orang, dan 29 persen di antaranya bekerja di sektor swasta, dan 53 persen di sektor domestik, sisanya 18 persen adalah pelajar.

Selanjutnya, untuk mengimplementasikan rencana pembangunan lima tahun (2015-2020) Kuwait, yang mencakup berbagai proyek infrastruktur, pemerintah Kuwait mengundang perusahaan pemerintah dan swasta Indonesia untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek besar di negara tersebut.

Investasi langsung Kuwait di Indonesia selama 2018 mencapai 13,3 juta dolar AS dalam tiga proyek. Selain itu, investasi minyak dan gas Kuwait di Indonesia mencapai dua miliar dolar AS melalui investasi Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC).

Kuwait dan Indonesia saat ini duduk sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan berbagi pandangan tentang pentingnya stabilitas, perdamaian, dan keamanan internasional. 

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rakyat Palestina dilarang tanami lahan mereka di selatan Nablus

Nablus, Palestina (ANTARA News) – Pasukan Israel pada Selasa melarang rakyat Palestina menanami lahan mereka di Desa Jaloud, di sebelah selatan Nablus, di bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan, kata seorang pejabat lokal.

Ghassan Daghlas, pejabat yang memantau kegiatan permukiman di bagian utara Tepi Barat, mengatakan tentara Israel melarang para petani di Desa Jaloud mengolah tanah mereka sendiri, yang berada di dalam Area B –yang berada di bawah wewenang Pemerintah Otonomi Palestina tapi di bawah pengamanan militer Israel dan berdampingan dengan permukiman terdepan Yahudi, Ahiya.

Ia menambahkan tentara Israel telah berulangkali tak memberi akses buat petani Desa Jaloud ke lahan pertanian mereka, yang berjumlah 10 dunum. (1 dunum = 1.000 meter persegi).

Baca juga: Puluhan orang Palestina ditangkap setelah polisi Israel serbu Al-Aqsha

Baca juga: Remaja Palestina tewas setelah ditembak pasukan Israel

Pemukim Yahudi dan pasukan keamanan Israel dari permukiman Yahudi terdepan, Yesh Kodesh dan Ahiya, selain permukiman Adi Ad, telah berulangkali menyerang rakyat Palestina dari desa yang berdekatan, termasuk Jaloud, dan mengincar lahan pertanian mereka.

Banyak serangan dimaksudkan untuk membuat sulit kehidupan warga desa Palestina guna memaksa mereka pergi dan memungkinkan pemukim Yahudi memperluas permukiman mereka.

Antara 500.000 dan 600.000 orang Israel tinggal di berbagai permukiman khusus buat orang Yahudi di seluruh Al-Quds (Jerusalem) Timur, yang diduduki, dan Tepi Barat dalam pelanggaran terhadap hukum internasional.

Redaktur: Chaidar Abdullah/Eliswan Azly

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WHO kutuk kekerasan terhadap pekerja kesehatan di Irak

Baghdad, Irak (ANTARA News) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan keras mengutuk serangan kekerasan terhadap pekerja kesehatan di Irak, dan menyeru pemerintah Irak agar menjamin keselamatan pekerja kesehatan.

Satu pernyataan dari WHO dikeluarkan setelah seorang pekerja kesehatan diserang secara fisik saat ia memberi perawatan medis buat seorang perempuan yang berusia 70-an tahun dan sedang sakit di Azadi Teaching Hospital di Provinsi Kirkuk, Irak Utara.

“WHO menyeru pemerintah di Irak agar menjamin keselamatan pekerja kesehatan, instalasi kesehatan, dan kesucian perawatan kesehatan,” kata pernyataan itu, yang mengutip Adham Rashad Ismail, Penjabat Wakil WHO di Irak.

“Serangan semacam itu merupakan pelanggaran serius terhadap Hukum Kemanusiaan Internasional dan melucuti hak warga yang paling rentan –anak kecil, perempuan dan orang tua– untuk memperoleh layanan kesehatan dasar,” kata Ismail, sebagaimana dikutip Kantor Berita China, Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

Baca juga: Polisi Irak turunkan bendera KRG di Kirkuk Utara

Pada 2018, sebanyak 42 serangan terhadap pekerja perawatan kesehatan dicatat oleh WHO di Irak, 40 persen di antaranya terhadap praktisi medis, kata pernyataan tersebut.

“Sangat penting bahwa Pemerintah Irak menjamin bahwa pekerja kesehatan diperkenankan bekerja sepanjang waktu tanpa resiko, tak peduli lokasi mereka, dan pasien serta instalasi kesehatan dilindungi,” tambah pernyataan itu.

Kementerian Kesehatan Irak mengatakan di jejaringnya bahwa Menterinya Alas Ad-Dini Al-Awan menerima di kantornya dokter yang diserang di Kirkuk dan menegaskan “dukungan penuhnya buat personel kesehatan dan administratif di semua lembaga kesehatan dari setiap serangan saat mereka melaksanakan tugas kemanusiaan mereka”.

Redaktur: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menlu Iran minta diplomat tidak ikut mundur

Jenewa (ANTARA News) – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Selasa meminta para diplomat serta staf lainnya pada Kementerian Luar Negeri untuk tidak mengundurkan diri.

Zarif mengeluarkan imbauan itu satu hari setelah ia mengumumkan mundur dari jabatannya, demikian dilaporkan Kantor Berita Republik Islam (IRNA).

“Saya tekankan kepada seluruh saudara saya di Kementerian Luar Negeri dan kantor-kantor perwakilan agar melanjutkan tugas mereka dalam membela negara dengan penuh kekuatan serta tidak mengambil tindakan itu (mengundurkan diri, red),” kata Zarif.

Ia menanggapi kabar bahwa para pegawai Kemlu kemungkinan akan mengundurkan diri setelah ia sendiri menyatakan mundur, lapor IRNA.

“Merupakan kehormatan selama ini bekerja bersama kalian. Saya harap pengunduran diri akan membawa Kementerian Luar Negeri ke tempat yang semestinya dalam hubungan luar negeri. Saya mengucapkan terima kasih kepada Anda semua,” kata Zarif.

Presiden Hassan Rouhani belum secara resmi menerima pengunduran diri Zarif, yang diumumkan pada Senin (25/2) di Instagram.

 Baca juga: Menlu Iran harap perang Yaman tidak sebabkan konfrontasi Iran-Saudi

Sumber: Reuters
Penyunting: Tia Mutiasari/Eliswan Azly

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua bersaudara Palestina akhiri 27 tahun di penjara Israel

Ramallah, Palestina (ANTARA News) – Dua orang Palestina bersaudara dari Kota Kecil Musherfeh di dalam Israel telah mengakhiri 27 tahun hukuman di penjara Israel karena mereka melawan pendudukan Israel, kata Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) di dalam siaran pers Selasa.

Ibrahim (54) dan Mohammad Ighbarieh (51), katanya, ditangkap pada 26 Februari 1992 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena melakukan perlawanan.

Kedua kakak beradik itu mestinya dibebaskan pada Maret 2014 dalam kesepakatan yang ditaja Amerika, yang menetapkan Israel akan membebaskan orang Palestina yang ditahan sebelum Kesepakatan Oslo 1993 antara Israel dan Palestina guna mendorong perundingan perdamaian.

Baca juga: Puluhan orang Palestina ditangkap setelah polisi Israel serbu Al-Aqsha

Baca juga: Satu lagi tahanan Palestina meninggal di penjara Israel

Israel, setelah membebaskan tiga kelompok tahanan, mengkhianati pembebasan kelompok keempat, yang meliputi tahanan yang menjalani masa hukuman paling lama, kebanyakan mereka berasal dari dalam Israel dan Al-Quds (Jerusalem) –yang diduduki.

PPS mengatakan Mohammad Ighbarieh meraih gelar masternya di dalam penjara dan menerbitkan empat buku, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam. Sementara itu, Ibrahim telah menerbitkan satu buku selama menjalani masa tahanan.

Redaktur: Chaidar Abdullah/Eliswan Azly

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perempuan Gaza berpawai bagi pembebasan perempuan yang dipenjarakan Israel

Kota Gaza, Palestina (ANTARA News) – Sejumlah perempuan Palestina menyelenggarakan pertemuan terbuka di Jalur Gaza pada Senin dalam solidaritas buat para perempuan yang dipenjarakan oleh Israel.

Para peserta membawa gambar perempuan yang ditahan, di luar kantor Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Kota Gaza.

“Perempuan-perempuan Palestina menjalani penderitaan tanpa akhir di penjara Israel,” kata Dina el-Helou dari kelompok Jihad Islam, yang menyelenggarakan pertemuan terbuka itu, kepada para peserta pawai sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

“Penguasa Israel melakukan jenis penyiksaan fisik dan psikologis yang paling buruk terhadap semua tahanan,” kata wanita pegiat tersebut.

Selama pertemuan terbuka itu, para peserta meneriakkan slogan yang menyeru masyarakat internasional dan kelompok hak asasi manusia agar ikut campur guna menjamin pembebasan segera para perempuan yang ditahan di penjara Israel.

“Pengelola penjara Israel tidak ragu untuk melucuti hak asasi paling sederhana perempuan yang ditahan,” kata el-Helou.

Menurut tokoh Palestina, lebih dari 6.000 orang Palestina masih mendekam di dalam penjara Israel, termasuk anggota Parlemen, perempuan dan anak kecil.

Baca juga: Saksi mata: jet Israel serang Jalur Gaza timur
Baca juga: Perempuan Palestina yang tewas oleh tentara Israel di Gaza dimakamkan

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Chaidar Abdullah/Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

UNICEF: 1,2 juta anak di Yaman hidup di daerah konflik

Sana`a, Yaman (ANTARA News) – Sebanyak 1,2 juta anak tinggal di daerah konflik di Yaman –negara yang diguncang konflik, kata Dana Anak PBB (UNICEF) pada Senin.

Anak-anak “terus hidup di 31 zona konflik aktif termasuk Al-Hudaydah, Taiz, Hajjah dan Saada, di daerah yang menyaksikan kerusuhan besar yang berkaitan dengan perang,” kata Geert Cappelaere, Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, di dalam satu pernyataan.

“Tidak cukup perubahan yang terjadi buat anak-anak di Yaman, sejak Kesepakatan Stockholm pada 13 Desember 2018,” kata pejabat itu, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

“Setiap hari sejak itu, sudah delapan anak tewas atau cedera. Kebanyakan anak yang meninggal tersebut sedang bermain di luar rumah bersama teman mereka atau dalam perjalanan ke atau dari sekolah,” kata Cappelaere.

“Sekali lagi, UNICEF menyeru semua pihak yang berperang agar mengakhiri kekerasan di tempat bergolak dan di seluruh wilayah Yaman, melindungi warga sipil, menjaga anak-anak dari bahaya dan mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan buat anak-anak dan keluarga mereka di mana pun mereka berada di negeri itu,” katanya.

Yaman telah dirongrong oleh kerusuhan sejak 2014, ketika kelompok Syiah Al-Houthi menguasai sebagian besar wilayah negeri tersebut. Krisis itu meningkat pada 2015, ketika koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara yang memporakporandakan, dengan tujuan membalikkan perolehan gerilyawan Al-Houthi.

Baca juga: Pihak bertikai di Yaman sepakat tarik pasukan dari Hudaidah

 
Penyunting: Chaidar Abdullah/Eliswan Azly

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iran luncurkan rudal dari kapal selam

Dubai (ANTARA News) – Iran berhasil menguji coba peluru kendali jelajah pada Ahad dalam latihan perang angkatan laut di dekat Selat Hormuz, kantor berita Iran melaporkan.

Pengujian rudal berlangsung di tengah peningkatan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Pada waktu lalu, Teheran mengancam akan menghalangi Selat Hormuz, rute pengapalan minyak utama di mulut Teluk, sebagai balasan atas aksi bermusuhan AS. Aksi AS itu termasuk usaha untuk menghentikan ekspor minyak Iran melalui pemberlakuan sanksi-sanksi.

Pada Agustus, Washington mengatakan Iran telah menguji coba sebuah rudal anti kapal berjarak pendek di selat itu dalam latihan perang angkatan laut. Latihan perang diyakini dimaksudkan sebagai peringatan setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk memberlakukan kembali sanksi-sanksi atas Teheran.

“Pada hari ketiga … latihan, satu kapal selam Angkatan Laut Iran kelas Ghadir berhasil meluncurkan peluru kendali jelajah,” demikian kantor berita IRNA melaporkan.

Kapal-kapal selam lain milik Iran, Tareq dan Fateh (Penakluk), yang baru dibuat di dalam negeri, memiliki kemampuan anti-kapal yang sama, menurut IRNA dengan mengutip satu pernyataan militer.

Lebih 100 kapal turut serta dalam latihan perang selama tiga hari di satu kawasan luas yang terbentang dari Selat Hormuz ke Samudera India, media negara itu melaporkan.

Trump Mei tahun lalu mundur dari perjanjian internasional mengenai program nuklir Iran dan memberlakukan kembali sejumlah sanksi atas Teheran.

Perluasan program rudal Iran, khususnya rudal balistiknya, membuat cemas AS dan negara-negara Eropa. Teheran menyatakan program itu memiliki kemampuan pencegah dan defensif.

Baca juga: AS: Iran uji coba rudal anti-kapal saat pelatihan perang
Baca juga: Iran tolak negosiasi program rudal dengan Eropa

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi Israel terus tangkapi warga Jerusalem, pegawai departemen waqaf Palestina

Al-Quds (Antara/WAFA-OANA) – Polisi Israel terus melancarkan kegiatannya terhadap warga Palestina di Al-Quds (Jerusalem), yang diduduki, dan pegawai Departemen Waqaf –yang bertugas atas harta umat Muslim di kota tersebut– berkaitan dengan upayanya menutup Bab Ar-Rahmah.

Penguasa Yahudi terus menutup Bab Ar-Rahmah dan melarang orang Palestina beribadah di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha.

Korban terakhir ulah polisi Yahudi adalah seorang penjaga Masjid Al-Aqsha yang diidentifikasi sebagai Samer Qabbani, yang ditahan pada Sabtu dan dibawa ke kantor polisi Israel, kata Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam. Qabbani ditangkap saat ia meninggalkan kompleks Masjid Al-Aqsha karena penguasa Yahudi berpendapat ia berperan dalam pembukaan kembali Bab Ar-Rahmah untuk orang Palestina yang ingin shalat setelah polisi menutupnya kembal pada Sabtu.

Polisi Israel telah menahan lebih dari 60 orang Palestina dalam beberapa hari belakangan karena mereka diduga terlibat dalam pembukaan kembali Bab Ar-Rahmah untuk orang yang mau beribadah untuk pertama kali dalam 16 tahun, setelah polisi Israel menutupnya dengan alasan yang lemah.

Ribuan orang Palestina menunaikan Shalat Jumat di bangunan tersebut dan berikrar akan terus membuka gerbang itu sepanjang waktu buat orang yang ingin shalat meskipun polisi Israel keberatan dan mengancam.

Rakyat Palestina khawatir Israel menutup bangunan tersebut, yang berada di tengah kompleks Masjid Al-Aqsha, untuk pada akhirnya mengubahnya menjadi kuil Yahudi, tindakan yang ditentang dengan keras oleh rakyat Palestina dan umat Muslim di seluruh dunia. Masjid Al-Aqsha adalah tempat suci ketiga buat umat Muslim, setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, dan masjid itu murni menjadi tempat ibadah.

(Uu.C003/M007)

(T.C003/B/C003/B/M007) 23-02-2019 21:24:25

Pewarta:
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ribuan orang menyelamatkan diri dari IS ke kamp di Suriah

PBB, New York (ANTARA News) – PBB dan mitranya di Kamp Al-Hol di Suriah menerima ribuan orang yang menyelamatkan diri dari pertempuran di wilayah Hajin di Suriah Timur, kata seorang juru bicara PBB pada Kamis (21/2).

“PBB dan semua mitranya terus meningkatkan upaya mereka guna menampung dan menyediakan bantuan buat orang yang tiba di Kamp Al-Hol,” kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, sebagaimana diberitakan Kantor Berita China, Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang. “Penghuninya sudah melebihi daya tampung, dengan sebanyak 41.000 orang tinggal di sana, termasuk lebih dari 30.000 orang yang telah tiba sejak Desember.”

Dujarric juga mengatakan kepada wartawan dalam satu taklimat rutin bahwa “satu tempat persinggahan” telah dibuat antara Hajin dan Al-Hol “untuk menyediakan bantuan buat orang yang melakukan perjalanan berat ke kamp tersebut”.

Saat pertempuran di berbagai daerah Hajin di sepanjang Sungai Eufrat di Gubernuran Deir Ez-Zour di Suriah tampaknya mencapai puncak terakhirnya, ia mengatakan, “Ribuan perempuan, anak kecil dan lelaki diperkirakan diungsikan dan bergerak ke arah Kamp Al-Hol di Vubernuran Al Hasakeh dalam beberapa hari ke depan.”

Baca juga: Krisis pengungsi Suriah membuat pencari suaka membludak

Baca juga: Bashar anggap perang Suriah perang internasional, bukan perang saudara

Ia mengatakan beberapa orang yang melakukan perjalanan “telah terjebak di daerah yang dikuasai Da`esh (IS) dengan akses terbatas atau tanpa akses ke layanan kesehatan, barang keperluan dasar dan bantuan kemanusiaan. Banyak orang tiba dalam kondisi kritis, dan sedikitnya 61 anak kecil telah meninggal selama perjalanan dari Hajin atau tak lama setelah tiba di Kamp Al-Hol”.

Hajin dulu adalah kota kecil terakhir yang dikuasai IS saat kelompok gerilyawan itu terdesak dari sisa wilayah “kekhalifahannya” di Suriah.

“PBB terus menyeru semua pihak agar melakukan setiap tindakan yang mungkin untuk melindungi warga sipil dan memastikan orang yang kehilangan tempat tinggal memiliki akses ke bantuan dan layanan perlindungan, termasuk perawatan kesehatan darurat saat mereka meninggalkan Hajin,” kata juru bicara Sekretaris Jenderal PBB tersebut.

Redaktur: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sekolah di Tepi Barat diserang oleh pemukim Yahudi, kedua dalam sepekan

Nablus, Palestina,(ANTARA News) – Untuk kedua kali dalam satu pekan, pemukim Yahudi pada Kamis (21/2) menyerang dengan menggunakan batu pada Sekolah Menengah Urif di bagian selatan Kota Nablus di bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan.

Anggota Dewan Desa Urif Adel Amer mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi, pemukim Yahudi melemparkan batu ke sekolah tersebut tak lama setelah kegiatan belajar-mengajar berakhir.

Sementara itu, tentara Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah siswa saat mereka meninggalkan sekolah tersebut.

Itu adalah untuk kedua kali dalam satu pekan pemukim Yahudi menyerang Sekolah Urif, katanya.

Pemukim Yahudi juga menyerang beberapa rumah di daerah tersebut, sehingga mengakibatkan bentrokan dengan warga setempat.

Belum ada laporan mengenai orang yang cedera.

Penyunting: Chaidar Abdullah/Maria D. Andriana
Baca juga: Pemukim Yahudi serang rumah orang Palestina di Tepi Barat
Baca juga: Israel larang buku sekolah Palestina masuk Gaza
Baca juga: Israel gempur sekolah PBB di Gaza tewaskan 20 orang
Baca juga: AS kutuk pemboman sekolah PBB di jalur GazaBaca juga: Muhammadiyah Beri Sekolah Gratis 200 Pelajar Palestina

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rakyat Palestina shalat di luar masjid Al-Aqsha untuk protes penutupan

Al-Quds, 21/2 (Antara/Anadolu-OANA) – Puluhan orang Palestina menunaikan shalat pada Rabu (20/2) di luar komplek Masjid Al-Aqsha, yang menjadi tempat bentrokan, di Al-Quds (Jerusalem) untuk memprotes penutupan yang berlanjut oleh Israel atas Bab Ar-Rahmah.

Pada Rabu pagi, pasukan Israel digelar di dekat gerbang itu di tengah ketegangan yang meningkat dengan orang Palestina yang beribadah, demikian dilaporkan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.

Gerbang berada di sisi timur kompleks tempat suci umat Muslim tersebut.

Pada Senin, penguasa Yahudi menutup gerbang itu, menghalangi ratusan orang Muslim yang ingin beribadah memasuki Masjid Al-Aqsha, dan menahan beberapa orang Palestina di dalam kompleks masjid tersebut.

Hari berikutnya, penguasa Yahudi dilaporkan membuka kembali gerbang itu untuk sementara.
Penyunting: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasukan Suriah dukungan AS serahkan ratusan anggota ISIS kepada Irak

Baghdad (ANTARA News) – Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat menyerahkan lebih dari 150 petempur Irak dan asing ISIS kepada Irak, Kamis.

Penyerahan tersebut merupakan yang pertama, kata dua sumber militer Irak kepada Reuters, berdasarkan perjanjian yang ditengahi untuk menyerahkan sebanyak 502 anggota ISIS.

“Mayoritas petempur adalah warga Irak,” kata kolonel militer yang unitnya ditempatkan di perbatasan Suriah. “Tetapi kami juga menawan petempur asing, yang jumlahnya sedikit.”

Ahmed al-Mahallawi, Wali Kota Al Qaim, yang terletak di perbatasan Irak, mengatakan beberapa keluarga anggota ISIS juga diserahkan.

“Pagi dini hari, 10 truk yang membawa para anggota Daesh (ISIS, red) beserta keluarga mereka diserahkan oleh pasukan SDF kepada militer Irak,” kata dia.

“Mayoritas para petempur (ISIS) adalah warga Irak dan konvoi tersebut mendapat pengawalan ketat menuju markas militer Jazeera dan Badiya.” Basis keduanya terletak di Provinsi Anbar.

SDF dan koalisi dukungan AS tidak dapat dihubungi segera untuk dimintai komentar.

Berita penyerahan para anggota ISIS datang saat pasukan dukungan AS tengah bersiap melancarkan serangan ke wilayah kantong terakhir kelompok ekstremis itu di Suriah timur. Warga sipil terakhir diperkirakan akan dievakuasi pada Kamis, untuk membersihkan jalan serangan tersebut, kata SDF.

Menurut kelompok itu, sekitar 800 warga asing pegaris keras yang bergabung dengan ISIS, termasuk banyak warga Irak, ditahan oleh SDF di Suriah. Lebih dari 2.000 anggota keluarga juga berada di dalam kamp sementara puluhan lainnya berdatangan setiap hari.

Nasib mereka menjadi semakin tertekan dalam beberapa hari terakhir saat pejuang dukungan AS merencanakan serangan untuk merebut peninggalan terakhir kekhalifahan, yang digaungkan kelompok tersebut.

Pada Selasa, Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengatakan bahwa Irak secara hati-hati memantau situasi di perbatasan Suriah di tengah kekhawatiran bahwa para anggota ISIS yang tersisa dapat mengalir melintasi perbatasan.

Kelompok garis keras tersebut masih menjadi ancaman di Irak. Beberapa pejabat negara-negara Barat meyakini bahwa pentolan kelompok ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, kemungkinan masih bersembunyi di negara itu.

Baca juga: Beda pendapat dengan Trump, Merkel sebut ISIS belum dikalahkan
Baca juga: Anak lelaki Abu Bakr Baghdadi tewas di Homs

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Asri Mayang Sari

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Saksi mata: jet Israel serang Jalur Gaza timur

Kota Gaza, Palestina (ANTARA News) – Satu jet tempur Israel pada Rabu (20/2) melancarkan serangan udara ke bagian timur Jalur Gaza, tempat rakyat Palestina melancarkan protes, kata beberapa saksi mata.

Dua rudal ditembakkan ke dekat pemrotes, kata beberapa saksi mata kepada Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.

Tak ada laporan mengenai korban jiwa.

Militer Israel mengatakan di dalam satu pernyataan pada Rabu bahwa serangan tersebut ditujukan ke satu lokasi yang berafiliasi kepada HAMAS sebagai “reaksi atas balon terbakar” yang diluncurkan ke permukiman di Israel Selatan di dekat Jalur Gaza.

Para pegiat Palestina telah menerbangkan balon dan layangan yang terbakar ke wilayah Israel sebagai bagian dari protes antipendudukan yang berlangsung di sepanjang zona penyangga Jalur Gaza-Israel.

Menurut para pejabat Israel, “senjata udara rakitan” itu telah mengakibatkan sejumlah kebakaran di dalam permukiman Israel, sehingga menimbulkan kerugian materil besar tapi tak merenggut korban tewas atau cedera.

Baca juga: Warga palestina tewas di Gaza setelah terluka parah

 
Penyunting: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kelompok baru pengungsi Suriah pulang dari Jordania

Daraa, Suriah, 21/2 (ANTARA News) – Kelompok baru warga negara Suriah yang mengungsi di berbagai kamp di Jordania telah pulang ke Suriah melalui tempat penyeberangan perbatasan Nassib-Jaber.

Wartawan Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi, di perbatasan tersebut mengatakan puluhan orang Suriah, termasuk anak kecil dan perempuan, pulang pada Rabu dari kamp di Jordania melalui tempat penyeberangan Nassib. Mereka kemudian akan pergi ke desan dan kota tempat asal mereka, yang telah dibebaskan dari pelaku teror.

Pemerintah, kata wartawan SANA, telah menyiapkan sejumlah kendaraan dan truk untuk mengangkut orang Suriah yang pulang dan barang-barang mereka setelah menyelesaikan prosedur masuk –yang sederhana.

Layanan medis dan lain-lain juga telah diberikan kepada orang yang pulang tersebut.

Pada awal Desember, SANA melaporkan sebanyak 1.439 orang Suriah yang telah mengungsi akibat serangan teror telah pulang melalui tempat penyeberangan perbatasan dengan Jordania, Nassib.

Kepala Departemen Imigrasi dan Paspor di tempat penyeberangan Nassib, Mazen Ghandour, mengatakan gerakan orang yang pulang telah meningkat selama satu pekan. Perbatasan Nassib telah menerima 1.439 orang yang pulang setelah kemudahan diberikan oleh Kedutaan Besar Suriah di Jordania kepada warga negara yang meninggalkan negeri mereka secara acak dan bersedia pulang ke tempat asal mereka.

Orang Suriah yang pulang itu, yang secara keseluruhan berjumlah 4.219 sejak pembukaan kembali pos penyeberangan perbatasan pada 15 Oktober lalu, pulang ke Suriah dengan menggunakan tiket jalan sementara yang diberikan oleh Kedutaan Besar Suriah di Jordania buat mereka, tambah Ghandour.

Kepulangan secara aman dan keamanan sebagian besar wilayah berkat pengorbanan prajurit Tentara Arab Suriah mendorong warga negara Suriah untuk pulang ke desa dan kota asal mereka, tempat mereka telah terusir akibat aksi teror, kata Ghandour.
Penyunting: Chaidar Abdullah/Maria D. Andriana 

Baca juga: Puluhan anak-anak di kamp Suriah meninggal akibat cuaca ekstrem 
Baca juga: Presiden Lebanon serukan pengungsi Suriah pulang 
Baca juga: UNHCR katakan tidak dorong pengungsi Suriah pulang dari Lebanon
 Baca juga: PBB: 7.000 lebih anak menjadi korban konflik di Suriah

 

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Puluhan orang Palestina ditangkap setelah polisi Israel serbu Al-Aqsha

Al-Quds, Palestina (ANTARA News) – Puluhan orang Palestina cedera dan ditangkap setelah polisi Israel menyerbu orang-orang yang sedang menunaikan shalat di daerah Bab Ar-Rahmah (Golden Gate) di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha di Kota Tua Al-Quds (Jerusalem).

Beberapa saksi mata dan sumber medis mengatakan polisi menyerang orang yang sedang beribadah dan berusaha memindahkan gerbang logam yang menghalangi jalan masuk ke satu bangunan di sebelah Bab Ar-Rahmah untuk menunaikan shalat di dalamnya.

Polisi pada Ahad memasang rantai di gerbang tersebut, tapi warga Palestina mencabutnya setelah mereka khawatir penguasa Yahudi bermaksud menutup bangunan itu untuk nanti membuat kuil Yahudi, kata Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.

Beberapa saksi mata mengatakan polisi Israel menyerang orang yang sedang beribadah dan menangkap tak kurang dari 15 orang sementara staf medis Bulan Sabit Merah mengatakan mereka merawat sejumlah orang, yang menderita luka akibat dipukuli dan menghirup gas air mata.

Tak lama setelah peristiwa terjadi, para pejabat Muslim mengatakan polisi Israel meninggalkan kompleks masjid itu dan suasana kembali tenang sesudah kesepakatan dicapai bahwa situasi di Bab Ar-Rahmah kembali ke kondisinya sebelum polisi memasang rantai di gerbang tersebut.

Sementara itu, sedikitnya 20 orang Palestina ditembak dan cedera akibat terkena peluru aktif dan sebagian lagi menderita sesak nafas karena menghirup gas air mata saat personel Angkatan Laut Israel menyerang protes “Pawai Akbar Kepulangan” di lepas pantai di sebelah barat-laut Kota Gaza, kata Bulan Sabit Merah Palestina (PRC).

Angkatan Laut Israel melepaskan tembakan ke arah ratusan orang Palestina yang ikut dalam demonstrasi damai sebagai bagian dari protes Pawai Akbar Kepulangan di lepas pantai Kota Gaza di dekat perbatasan laut dengan Israel. Mereka menembaki dan melukai sedikitnya 20 orang.

Orang-orang yang cedera tersebut dibawa ke Rumah Sakit Dar Ash-Shifa, sebelah barat Kota Gaza, untuk diobati dan kondisi medis mereka dilaporkan tidak terlalu parah.

Banyak orang Palestina juga menderita sesak napas karena menghirup gas air mata yang ditembakkan ke arah mereka oleh pasukan Yahudi.

Baca juga: Ahli PBB: aksi global diperlukan guna hadapi pembangunan permukiman Yahudi

 
Penyunting: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Inggris kutuk pengusiran keluarga Palestina oleh polisi Israel

Al-Quds, Palestina (ANTARA News) – Wakil Konsul Jenderal Inggris Alison Hall mengutuk pengusiran keluarga Abu Assab oleh polisi Israel dari rumahnya di Wilayah Muslim di Kota Tua Al-Quds (Jerusalem) Timur, yang diduduki Israel.

Rumah itu direncanakan penguasa Yahudi untuk diserahkan kepada pemukim Yahudi.

Penguasa Yahudi pada Ahad (17/2) meminta dengan paksa keluarga Abu Assab pindah dari rumahnya di Wilayah Muslim di Kota Tua Al-Quds dan rumah itu akan diserahkan kepada sekelompok pemukim Yahudi.

Wakil Konsul Jenderal Inggris tersebut, di dalam satu pernyataan sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi, mengatakan Pemerintah Inggris mengutuk pengusiran keluarga Abu Assab oleh polisi Israel dari rumahnya di Kota Tua Al-Quds, tempat keluarga itu telah tinggal selama beberapa dasawarsa.

Ia mengatakan operasi pengusiran oleh penguasa Israel, yang ia tekankan mengakibatkan penderitaan yang tidak perlu bagi warga Palestina, adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dan merusak peluang untuk mewujudkan perdamaian.

Baca juga: Pemukim Yahudi serang rumah orang Palestina di Tepi Barat
Baca juga: Israel sita-ratakan lahan di Tepi Barat buat perluasan permukiman

 
Penyunting: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Israel sita-ratakan lahan di Tepi Barat buat perluasan permukiman

Qalqiliya, Palestina, (ANTARA News) – Pasukan keamanan Israel meratakan lahan di Desa Siniria dan Masha di sebelah selatan Kota Qalqilya di bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan, kata Ketua Dewan Siniria Mohammad Ash-Sheikh.

Ia mengatakan Israel meratakan dengan tanah lahan tersebut sebagai awal bagi perluasan empat permukiman Yahudi tidak sah yang dibangun di lahan milik kedua desa itu.

Ia mengatakan ratusan dunum lahan diratakan dengan tanah tanpa pemberitahuan kepada pemilik tanah tersebut mengenai keputusan untuk menyita tanah itu, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. (1 dunum = 1.000 meter persegi).

Buldoser militer Israel juga meratakan dengan tanah satu jalur luas lahan pertanian milik orang Palestina di Desa Burin, sebelah selatan Nablus, kata seorang pegiat lokal.

Ghassan Daghlas, yang memantau kegiatan pembangunan permukiman Yahudi di bagian utara Tepi Barat, mengatakan pasukan Israel meratakan dengan tanah lahan pertanian luas yang ditanami pohon almond milik warga Burin dengan tujuan perluasan pos terdepan permukiman Yahudi tidak sah di dekatnya, Givat Runim.

Baca juga: Palestina-Jordania kutuk penutupan Masjid Al-Aqsha oleh Israel
Baca juga: Kelas Bahasa Indonesia dibuka di Palestina untuk pertama kalinya
Baca juga: Remaja Palestina tewas setelah ditembak pasukan Israel

Redaktur: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Palestina-Jordania kutuk penutupan Masjid Al-Aqsha oleh Israel

Ramallah, Palestina, (ANTARA News) – Presiden Palestina dan Jordania dengan keras mengutuk penutupan dengan menggunakan rantai dan gembok kompleks pemakaman Gerbang Ar-Rahmah –yang berdampingan dengan tembok timur Masjid Al-Aqsha.

Kantor Presiden Palestina juga menentang rencana Israel untuk melakukan penutupan sementara dan pemisahan sebagian masjid tersebut.

Di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan Senin (18/2), sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi, Kantor Presiden Palestina menganggap kekuatan pendudukan Israel bertanggung jawab atas ketegangan dan situasi yang memburuk di wilayah tersebut.

Kantor Presiden Palestina memperingatkan Israel agar tidak melanjutkan kebijakan penindasan dan sewenang-wenangnya, yang hanya akan mengakibatkan aksi pembalasan dan menyulut kemarahan rakyat Palestina.

Kantor Presiden Palestina menegaskan kantor itu mengikuti tindakan Israel saat ini di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha, dan melakukan kontak untuk “menekan Israel, penguasa pendudukan”, untuk menghentikan agresinya terhadap masjid tersebut, orang yang beribadah, dan menuntut dilestarikannya status quo 1967 masjid itu.

Baca juga: Anggota komite eksekutif PLO kutuk penutupan Orient House di Al-Quds

Sementara itu, Kementerian Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Jordania mengutuk “dengan sekeras-kerasnya” penutupan Israel atas Masjid Al-Aqsha di Al-Quds (Jerusalem), yang diduduki, dan peneyrangan terhadap orang yang beribadah.

Juru bicara kementerian tersebut Sufian Al-Qudah menuntut Israel “bertindak sejalan dengan hukum internasional dan segera membuka kembali pintu gerbang itu, menghormati kesucian tempat suci tersebut, tidak melarang orang yang ingin beribadah memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha, menarik pasukan keamanannya dari kompleks tempat suci itu dan menghormati perasaan umat Muslim”, kata Kantor Berita Jordania, Petra.

Juru bicara tersebut mengecam tindakan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha sebagai “pelanggaran nyata terhadap status quo hukum dan sejarah dan kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional serta hukum kemanusiaan internasional, sebagai kekuatan pendudukan, dan menganggapnya sepenuhnya bertanggung jawab atas keselamatan masjid itu”.

Ia menekankan bahwa Kementeri Luar Negeri Jordania “mengikuti perkembangan berbahaya ini melalui bermacam saluran guna menjamin pemukaan kembali gerbang tersebut dan pemulihan ketenangan di Al-Haram Asy-Syarif”.

Ia mengatakan kementerian itu telah melancarkan protes ke Kementerian Luar Negeri Israel, dan menyampaikan pengutukan pemerintah terhadap tindakan provokatif Israel terhadal Al-Haram Asy-Syarif, dan menuntut penghentian segera semua tindakan tersebut, kata Petra.

Baca juga: Masyarakat Indonesia diajak Adara Relief International dukung perjuangan perempuan Al-Quds

Redaktur: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Senjata buatan Amerika-Israel ditinggalkan di Damaskus

Pinggir Damaskus, Suriah, (ANTARA News) – Dalam proses pekerjaan yang terus dilakukan untuk mengamankan daerah yang dibebaskan di pinggir Damaskus, pemerintah menemukan banyak senjata dan amunisi, termasuk roket buatan Amerika dan Israel.

Satu sumber mengatakan kepada SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi– saat satuan teknisi menyisir daerah yang dibebaskan dari gerilyawan di Pinggir Damaskus, Suriah, mereka menemukan roket buatan Amerika dan Israel.

Selain itu, mereka juga menemukan banyak amunisi, bom dan bermacam jenis senjata ringan dan sedang yang disembunyikan di gudang bawah tanah.

Sumber tersebut mengatakan amunisi yang disita itu meliputi banyak peluru senapan mesin yang berukuran sedang, senapan, tank dan senjata artileri, selain ratusan roket Grad dan banyak lagi rudal anti-tank buatan Amerika serta roket 128 mm buatan Israel.

Sumber itu menambahkan pemerintah juga menemukan banyak peluru RPG, bom, rudal Malyutka dan roket anti-tank.

Baca juga: Suriah tuntut PBB tindak kejahatan pasukan koalisi
Baca juga: Erdogan: Turki pertahankan komunikasi dengan pemerintah Suriah

Redaktur: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua polisi tewas akibat ledakan di Kairo

Kairo, (ANTARA News) – Dua polisi tewas dan tiga orang lagi terluka saat bahan peledak yang dibawa seorang gerilyawan, yang sedang diburu oleh polisi, meledak di jantung ibu kota Mesir, Kairo, Senin, demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri.

Menurut kementerian itu, pasukan keamanan sedang melakukan pengejaran terhadap pria tersebut guna mencari pelaku yang berupaya menyerang patroli polisi di bagian barat Kairo Jumat lalu.

Setelah mengamankan tersangka di distrik Islam kuno Kairo di dekat Mesjid Al Azhar, “salah satu bahan peledak miliknya meledak sehingga meregang nyawa si tersangka, kata Reuters. Satu petugas polisi dari keamanan nasional dan seorang petugas dari (departemen) penyelidikan Kairo turut menjadi korban tewas akibat ledakan tersebut.

Tiga warga sipil juga terluka, termasuk siswa asal Thailand yang mengalami luka ringan, kata pasukan keamanan. Di daerah sekitar Masjid Al Azhar terdapat banyak pasar dan menjadi tujuan wisata ternama.

Baca juga: Satu orang tewas, empat cedera dalam ledakan di Kairo
Baca juga: Mesir tangkap tersangka pelaku pengeboman gereja di Kairo

Stasiun TV pemerintah menayangkan foto hitam putih tersangka, yang diketahui bernama Al-Hassan Abdullah dan berusia 37 tahun.

Upaya penyerangan pada Jumat lalu menewaskan dua polisi dan melukai tiga warga sipil, saat bom rakitan yang sedang dijinakkan tiba-tiba meledak, menurut keterangan polisi saat itu.

Pasukan keamanan Mesir melakukan kegiatan melawan kaum fanatik selama setahun terakhir, yang berpusat di Semenanjung Sinai Mesir. Pada Sabtu militer Mesir mengatakan sebanyak 15 personel mereka tewas dalam bentrokan di Sinai Utara. Insiden tersebut juga menewaskan tujuh gerilyawan.

Serangan di ibu kota Mesir relatif jarang terjadi, meskipun bom pinggir jalan di Giza pada Desember lalu telah menewaskan tiga wisatawan asing asal Vietnam dan pemandu mereka yang merupakan penduduk Mesir.

Redaktur: Asri Mayang Sari 

Pewarta:
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Turki desak NATO dukung perang negeri itu melawan teror

Ankara, Turki, (ANTARA News) – Ketua parlemen Turki pada Senin (18/2) mendesak NATO agar membantu perang negerinya melawan kelompok teror.

“Saya senang untuk merayakan ulang tahun ke-67 keanggotaan Turki di NATO,” kata Binali Yildirim di dalam satu pernyataan.

Ketika menceritakan bagaimana Turki bergabung dengan NATO pada 18 Februari 1952, Yildirim mengatakan, “Turki memainkan peran penting dalam menyediakan keperluan pertahanan sebagai anggota penting perhimpunan tersebut.”

Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi, Yildirim menambahkan bahwa Turki “dengan tekad kuat melanjutkan perangnya melawan terorisme”.

Baca juga: Presiden Erdogan: Turki akan buru semua kelompok teror
Baca juga: Presiden Erdogan: demi keutuhan wilayah Suriah, PYD/Ypg harus pergi

“Sehubungan dengan ini, kami berharap sekutu kami mendukung operasi Turki yang telah dilancarkan negeri ini dengan sangat tekun melawan organisasi PKK/PYD/YPG dan Da`esh,” katanya.

Turki telah menjadi anggota NATO selama 67 tahun dan menggembar-gemborkan diri sebagai militer terbesar kedua di aliansi itu, setelah AS.

Dalam kegiatan teror selama lebih dari 30 tahun melawan Turki, PKK –yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa– telah bertanggung-jawab atas kematian sebanyak 40.000 orang. YPG/PYD adalah cabang PKK di Suriah.

Lebih dari 300 orang telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan yang diklaim oleh Da`esh di Turki, dengan sasaran warga sipil dalam berbagai serangan senjata api, roket dan bom.
Baca juga: Ankara dukung Teheran dalam perangi terorisme
Baca juga: Surat cinta ungkapkan kisah cinta paling terkenal pada masa Utsmaniyah

Redaktur: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pihak bertikai di Yaman sepakat tarik pasukan dari Hudaidah

PBB (ANTARA News)  – Pemerintah Yaman dan perwakilan al Houthi mencapai kesepakatan “Tahap I” tentang penarikan pasukan mereka, berdasarkan perjanjian yang ditengahi PBB, dari kota pelabuhan Hudaidah, Yaman, kata PBB pada Minggu (17/2).

“Para pihak mencapai kesepakatan Tahap I tentang pemindahan pasukan mereka,”  kata kantor juru bicara PBB tanpa memberikan penjelasan yang sebenarnya tentang apa yang disepakati antara kelompok al Houthi, yang bersekutu dengan Iran, dan pemerintah yang didukung Saudi.

PBB sedang berusaha menerapkan perjanjian penarikan pasukan dan gencatan senjata di Hudaidah, pintu gerbang utama bagi impor Yaman, sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang yang telah menelan puluhan ribu jiwa dan membawa jutaan orang ke ambang kelaparan.

Berdasarkan kesepakatan Tahap I, kelompok al Houthi akan mundur dari pelabuhan Hudaidah, Saleef dan Ras Isa. Langkah serupa juga harus dilakukan pasukan koalisi dari pinggiran kota bagian timur, tempat pertempuran berkecamuk sebelum genjatan senjata diberlakukan pada 18 Desember.

Sebagian besar aturan genjatan senjata Hudaidah dihormati namun pertempuran terus terjadi antara gerakan al Houthi dan musuh mereka dalam memerangi koalisi pimpinan Saudi untuk memulihkan pemerintahan yang diakui secara internasional.

Baca juga: Pihak-pihak yang berperang di Yaman bertemu di kapal bahas penarikan tentara
Baca juga: DPR AS setujui penghentian dukungan untuk koalisi Saudi di Yaman

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Asri Mayang Sari

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Utusan Turki: Itikad politik diperlukan untuk selesaian krisis Libya

Ankara, Turki (ANTARA News) – Utusan Khusus Turki untuk Libya Emrullah Isler menuntut itikad politik internasional untuk menyelesaikan krisis di Libya, yang dicabik perang.

“Kami menginginkan perdamaian dan kestabilan di Libya,” kata Isler, yang menyeru semua pihak yang terlibat agar “memainkan peran positif dan menghindari standar ganda”.

Saat peringatan kedelapan Revolusi 17 Februari, yang mengakhiri 42 tahun kekuasaan Muammar Gaddafi di Libya, Isler menilai pencarian perujukan nasional di Libya dan situasi saat ini di negeri itu.

Isler, yang juga adalah anggota Parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan –yang berkuasa, mengatakan kepada Kantor Berita Turki Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam– sangat mudah untuk mencapai penyelesaian di Libya dengan itikad politik.

Ia menambahkan perang saudara pasca-Arab Spring serupa dengan yang terjadi di Suriah dan Yaman, dan mengakhiri perang di Suriah akan memiliki dampak domino bagi wilayah tersebut.

Baca juga: Turki buka kembali Kedubes di Tripoli

Utusan khusus itu mengecam propaganda anti-Turki yang disebarkan oleh Khalifa Haftar –mantan jenderal di bawah Gaddafi– di media Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

“Negara yang menanam modal pada kebuntuan di Libya dengan menyediakan berbagai jenis senjata, menyalahkan Turki dalam upaya memanipulasi diri mereka dan menyembunyikan kerentanan mereka,” kata Isler.

“Kalau saja Turki mendukung satu pihak seperti yang kalian lakukan, kami tentu akan mengubah keseimbangan di lapangan. Kalian berdusta,” tambah Isler.

Ketika berbicara mengenai upaya PBB bagi peta jalan di Libya, Isler mengatakan Turki mengharapkan penerapan bertahap upaya tersebut.

Ia menyatakan bahwa Haftar, yang didukung oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat –yang bermarkas di Tobruk, tapi tidak terlibat dalam kesepakatan politik, berusaha memperkuat pengaruhnya dengan melancarkan operasi di bagian selatan negeri itu.

Baca juga: Turki Akui Dewan Pemberontak Libya

Ia mengatakan pelaku utama di wilayah tersebut tidak peduli dengan perpecahan di Libya dan status quo di negeri itu.

Isler juga mengatakan setelah pengangkatannya sebagai utusan khusus, ia mula-mula mengunjungi bagian timur negeri tersebut. Ia bertemu dengan pelaku politik selain Haftar dan menyampaikan kepada mereka pesan jelas bahwa Turki menentang campur tangan asing di negeri itu dan dialog politik adalah satu-satunya cara untuk maju.

Libya telah dilanda kerusuhan sejak 2011, ketika aksi perlawanan berdarah yang didukung NATO mengakibatkan tersingkirnya dan tewasnya Gaddafi setelah lebih dari empat dasawarsa berkuasa.

Sejak itu, perpecahan politik parah di Libya telah menghasilkan dua pemerintah yang bersaing –satu di Tobruk dan satu lagi di Tripoli– dan dipenuhi kelompok milisi yang bersenjata berat.

Redaktur: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Militer Mesir: 15 tentara gugur atau cedera dalam bentrokan di Shamal Sina`

Kairo (ANTARA) – Sebanyak 15 personel militer Mesir tewas atau cedera dalam bentrokan pada Sabtu (16/2) di Shamal Sina` (Sinai Utara), kata militer Mesir.

Pihak militer juga mengatakan tujuh gerilyawan tewas dalam bentrokan tersebut.

Rincian mengenai korban jiwa dari militer masih belum jelas. Namun, dua sumber keamanan mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa korban cedera berada dalam kondisi kritis.

ISIS melalui kantor berintanya, AMAQ, beberapa saat kemudian mengaklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka mengatakan 15 tentara Mesir tewas, memperbarui angka sebelumnya yang mengatakan 20 tentara tewas setelah bentrokan di ibu kota Provinsi Shamal Sina`, El Arish.

Baca juga: Angkatan Udara Mesir serang militan Sinai

ISIS mengatakan bentrokan itu terjadi dengan menggunakan “berbagai jenis senjata.” Meskipun demikian, kelompok itu tidak memberikan bukti terhadap klaimnya.

Tahun lalu, pasukan keamanan meluncurkan operasi penumpasan terhadap kelompok gerilyawan itu yang berpusat di Semenanjung Sinai. Militer mengatakan mereka telah menewaskan beberapa ratus gerilyawan sejak operasi itu digelar.

Baca juga: Presiden Mesir berikrar tindak keras penyerang masjid Sinai

“Gabungan operasi, pengejaran, dan penumpasan elemen-elemen teroris di lokasi kejadian tengah dilakukan,” kata pernyataan juru bicara militer.

Sumber keamanan mengatakan operasi itu digelar dibawah perlindungan kekuatan udara.

Sejak 2013, gerilyawan ISIS telah berulang kali menargetkan pos-pos pemeriksaan dan minoritas penganut Kristen di Mesir.

Redaktur: I Wayan Yoga H/Eliswan Azly

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iran minta Pakistan tumpas para penyerang, peringatkan Saudi

Dubai (ABTARA News) – Iran mendesak Pakistan sebagai negara tetangganya pada Sabtu untuk menumpas para militan yang membunuh 27 personel Garda Revolusi dalam satu serangan dekat perbatasan atau menghadapi aksi militer Teheran “untuk menghukum para teroris”, media pemerintah melaporkan.

Komandan Garda Revolusi Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari juga memperingatkan saingan regional Iran, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UAE), bahwa mereka akan menghadapi “langkah-langkah pembalasan” atas dukungan kepada kelompok-kelompok militan Sunni yang telah menyerang pasukan keamanan Iran.

Riyadh dan UAE membantah ini, demikian Reuters melaporkan.

“Jika Pakistan tidak melaksanakan tanggung jawabnya, Iran berhak untuk menghadapi ancaman di perbatasan-perbatasannya … berdasarkan hukum internasional dan akan membalas untuk menghukum para teroris,” kata Jafari yang dikutip kantor berita IRNA.

Baca juga: Bom bunuh diri tewaskan 23 dekat perbatasan Pakistan-Iran

Baca juga: Iran-Pakistan tingkatkan kerja sama bilateral

Seorang pelaku bom bunuh diri dengan menggunakan mobil membunuh 27 anggota pasukan elit Iran, Garda Revolusi, pada Rabu di kawasan bagian tenggara tempat pasukan keamanan menghadapi peningkatan serangan-serangan para militan dari minoritas Muslim Sunni negara itu.

Kelompok Sunni Jaish al Adl (Tentara Keadilan), yang memperjuangkan hak lebih besar dan kondisi hidup yang lebih baik bagi minoritas suku Baluchis, menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu.

Penguasa Muslim Syiah Iran mengatakan kelompok-kelompok militan beroperasi dari tempat-tempat aman di Pakistan dan berulang-ulang menyerukan negara tetangganya itu untuk menumpas mereka.

“Mereka (para penyerang) didukung negara-negara reaksioner, Saudi dan Emirat, berdasarkan pesanan dari pihak Israel dan Amerika … dan kami tentu akan mengambil langkah-langkah pembalasan,” kata Jafari kepada televisi negara.

Keterangan-keterangan itu muncul di tengah-tengah ketegangan kawasan setelah Israel dan negara-negara Teluk Arab menghadiri pertemuan tingkat tinggi di Warsawa, ibu kota Polandia, pekan ini, tempat AS berharap akan meningkatkan tekanan-tekanan terhadap Iran.(Uu.M016/M007)

Redaktur: Maria Dian A

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019