PKK/YPG-Da’esh bentrok setelah kesepakatan berantakan

Ankara (ANTARA) – Dua kelompok teror –PKK/YPG dan Da’esh– telah saling tembak di Suriah Timur setelah sebagian dari mereka menolak untuk mengosongkan satu daerah kantung kecil, tindakan yang melanggar kesepakatan yang dicapai sebelumnya, kata koresponden Anadolu di lapangan.

Satu kesepakatan yang diperantarai AS dicapai pada Februari antara kelompok YPG/PKK dan Da’esh di Kota Kecil Bagoz di Provinsi Deir Ez-Zour, Suriah Timur.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, banyak anggota Da’esh telah meninggalkan kota kecil itu dan menyerahkan diri, tapi sebagian menolak untuk pergi.

PKK/YPG, yang didukung oleh pesawat mitra koalisi, pada Ahad malam melancarkan serangan darat dalam upaya merebut kekuataan atas kota kecil tersebut dan menewaskan delapan anggota Da’esh dalam peristiwa itu.

Masih belum diketahui apakah ada warga sipil yang menjadi korban dan koalisi tersebut belum mengeluarkan pernyataan, kata Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

Menurut wartawan Anadolu di lapangan, kesepakatan itu memungkinkan anggota Da’esh dan keluarga mereka untuk tetap berada di kamp YPG/PKK di Suriah, jika mereka mau.

Anggota Da’esh yang tak ingin tetap berada di kamp itu dijanjikan jalur alternatif, termasuk ke dalam Zona Operasi Tameng Eufrat dan Afrin –dua daerah yang telah dibebaskan dalam aksi militer Turki– atau pergi ke daerah yang dikuasai oleh Pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, YPG/PKK akan menyediakan dokumen perjalanan khusus buat anggota Da’esh yang mau meninggalkan kamp itu, kata koresponden Anadolu.

Dengan dokumen tersebut, anggota Da’esh dan keluarga mereka akan bisa tinggal di wilayah yang diduduki oleh YPG/PKK.

Terlebih lagi, anggota Da’esh yang cedera akan dirawat di rumah sakit yang dioperasikan oleh YPG/PKK dan akan diperkenankan pulang dalam waktu dua bulan,

Ankara telah berulangkali mengecam AS karena bersekutu dengan anggota YPG/PKK, tampaknya untuk memerangi kelompok Da’esh, dengan alasan menggunakan satu kelompok teror untuk memerangi kelompok teror lain tak masuk akal.

Dalam aksinya selama 30 tahun melawan Turki, PKK telah menewarkan sebanyak 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. YPG adalah cabang PKK di Suriah.

Kelompok Da’esh saat ini menguasai hanya dua persen wilayah di Suriah.

Sementara itu, kelompok YPG/PKK, yang didukung AS, menguasai sebanyak 28 persen wilayah Suriah dan sebanyak 70 persen ladang minyak negeri itu.

Pemerintah Presiden Bashar al-Assad menguasai sebanyak 60 persen wilayah negerinya, sedangkan oposisi militer dan kelompok anti-pemerintah yang bersenjata menguasai sebanyak 10 persen wilayah.

Suriah baru saja keluar dari konflik yang memporak-porandakan negeri tersebut, yang meletus pada 2011 –ketika Pemerintah Bashar menindas demonstran dengan kekuatan yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Ratusan ribu warga sipil telah tewas atau meninggalkan rumah mereka akibat konflik itu, terutama akibat serangan udara pemerintah terhadap daerah yang dikuasai oleh para penentangnya.

Baca juga: Da`esh kehilangan kubu penting di Suriah Timur

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019