Pedersen: Penyelesaian krisis di Suriah dimulai dengan dihormatinya kedaulatannya

New York (ANTARA News) – Utusan Khusus PBB untuk Suriah Geir Pedersen, Kamis (28/2), mengatakan penyelesaian krisis di Suriah dimulai dengan dihormatinya kedaulatannya, keutuhan wilayahnya dan kemerdekaannya serta dijaminnya rencana bagi proses politik yang dipimpin oleh orang Suriah sendiri.

Pedersen, selama satu sidang Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Suriah, menegaskan perlunya bagi kepulangan pengungsi ke desa dan kota asal mereka, selain pembangunan kembali negeri tersebut melalui orang Suriah.

Mengenai Komite Konstitusional, Pedersen mengatakan, “Ada penerimaan bagi pembentukan komite konstitusional Suriah yang seimbang yang dipimpin oleh orang Suriah dan dibentuk oleh orang Suriah dari segala lapisan masyarakat.”

Baca juga: Suriah tuntut PBB tindak kejahatan pasukan koalisi

Baca juga: PBB: Sanksi sepihak berdampak negatif bagi rakyat Suriah

Sedangkan mengenai Kamp Ar-Rukbah, Pedersen –sebagaimana dikutip Kantor Berita Suriah, SANA, yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang– memuji kerja sama Pemerintah Suriah untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke kamp tersebut.

Dalam satu taklimat setelah sidang Dewan Keamanan, Pedersen menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan, milik Suriah yang diduduki Israel, adalah tanah Suriah berdasarkan resolusi terkait PBB, dan mengatakan Resolusi No.2254 menekankan keutuhan wilayah Suriah.

Redaktur: Chaidar Abdullah/Maria Dian A

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019