Iran bantah lagi operasi gabungan dengan Turki perangi PKK

London (ANTARA) – Seorang juru bicara pasukan angkatan bersenjata Iran mengatakan pada Rabu bahwa tak ada operasi gabungan dengan Turki dekat perbatasan mereka.

Untuk kedua kali, Teheran membantah ada keterlibatan dalam serangan-serangan Turki terhadap gerilyawan Partai Pekerja Kurdi (PKK).

“Angkatan bersenjata Iran tak ikut bergabung dalam operasi bersama dengan tentara Turki di kawasan perbatasan,” kata Abolfazl Shekarchi yang dikutip kantor berita Tasnim.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Turki dan Iran melancarkan operasi gabungan melawan gerilyawan terlarang PKK pada Senin (18/3), menurut informasi dari media milik negara yang mengutip Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu.

“Kami mulai melancarkan operasi gabungan dengan Iran untuk melawan PKK di perbatasan timur kami pagi ini (dan) akan mengumumkan hasilnya,” kata Soylu seperti yang dikutip Kantor Berita Anadolu. Lembaga penyiaran negara TRT Haber juga mengutip komentarnya mengenai operasi tersebut.

Militer Turki kerap melancarkan serangan udara terhadap gerilyawan PKK di Irak Utara dan menggelar operasi penangkapan terhadap terduga anggota kelompok tersebut di Turki. PKK dianggap sebagai kelompok teroris oleh sejumlah negara, seperti Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Sumber: Reuters

Baca juga: Turki, Iran lancarkan operasi gabungan lawan gerilyawan PKK
Baca juga: Ankara dukung Teheran dalam perangi terorisme

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelajar sesak nafas karena hirup gas air mata di Nablus

Nablus, Palestina (ANTARA) – Sejumlah pelajar Palestina pada Rabu pagi menderita sesak nafas akibat menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Yahudi di satu sekolah di Desa Urif, bagian selatan Kota Nablus di Tepi Barat Sungai Jordan –yang diduduki.

Kepala Sekolah Menengah Urif ‘Ayed Al-Qitt mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA, pasukan Yahudi menyerbu Urif dan menghujani kompleks sekolah tersebut dengan peluru gas air mata, sehingga membuat dia mengungsikan semua pelajar dari sekolah itu.

Penyerbuan oleh militer Yahudi itu menyulut bentrokan di luar kompleks sekolah. Selama bentrokan tersebut, sejumlah pelajar menderita sesak nafas.

Bentrokan terjadi saat sekelompok pemukim Yahudi dari Yitzhar, satu permukiman tidak sah yang dihuni oleh orang Yahudi fanatik ekstrem, berkumpul tidak jauh dari kompleks sekolah.

Sekolah itu telah menjadi sasaran serangan yang kembali dilakukan oleh pasukan Israel dan pemukim Yahudi, sehingga membuat kepala sekolah mengungsikan pelajar delapan kali selama semester pertama dan enam kali selama semester kedua tahun ajaran 2018/2019.

Serangan terhadap lembaga pendidikan oleh pasukan militer Israel dan pemukim Yahudi di Palestina merupakan pelanggaran besar terhadap hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan pembangunan. Serangan tersebut terutama dilancarkan di daerah yang paling rentan di Tepi Barat –Daerah C, H2 dan Al-Quds (Jerusalem).

Serangan semacam itu sering terjadi sehingga cukup untuk menciptakan iklim ketakutan yang terus berlangsung dan teror buat pelajar serta guru mereka, dan memicu kecemasan dan tekanan psikologis yang sangat besar serta secara drastis mengurangi tingkat kehadiran pelajar di ruang kelas.

Sumber: WAFA

Baca juga: Pasukan Israel tembak mati warga Palestina terduga penyerangan di Tepi Barat
Baca juga: Pemerintah Palestina kutuk serangan terhadap pejabat senior HAMAS

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PLO kutuk hukuman mati kilat Israel atas orang Palestina

Ramallah (ANTARA) – Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada Rabu mengutuk apa yang digambarkannya sebagai “penghukuman mati kilat oleh Israel atas orang Palestina” setelah pembunuhan tiga pemuda Palestina terjadi dalam satu malam di Tepi Barat Sungai Jordan.

Hanan Ashrawi, anggota Komite Pelaksana PLO, mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa pembunuhan “tanpa pengadilan pidana” oleh Israel atas tiga pemuda Palestina dan penghukuman kilat “tidak sah berdasarkan hukum internasional dan mengungkapkan keinginan jahat di pihak pasukan Israel, yang terus bertindak dengan kekebalan dan tanpa kepedulian pada hak dasar rakyat Palestina untuk hidup”.

Ashrawi mengatakan perbuatan pelanggaran pidana itu “dilakukan dalam konteks dominasi yang tak pernah terjadi sebelumnya mengenai pidato kebencian dan hasutan bagi kekerasan serta secara sengaja merendahkan martabat manusia rakyat Palestina pada tingkat tertinggi dalam sistem politik Israel”.

“Proses pemilihan umum di Israel dipenuhi dengan pelecehan terhadap nyawa orang Palestina, termasuk seruan terbuka bagi pembunuhan dan penggunaan kekuatan militer untuk memusnahkan kebanyakan orang Palestina. Perbuatan itu meliputi video yang diedarkan belum lama ini oleh seorang anggota partai Likud di Israel yang menggambarkan ia menghukum mati satu orang Palestina anggota Parlemen Israel untuk memperlihatkan mandatnya sebagai seorang anggota Parlemen,” kata Ashrawi. 

Wanita pejabat Palestina tersebut menambahkan, “Perbuatan tercela arus utama kekerasan rasis ini sangat disayangkan ditanggapi dengan hadiah politik oleh orang yang sependapat di seluruh dunia, yang tindakan mereka berubah menjadi keterlibatan dalam mengukuhkan budaya kebencian ini.”

Pejabat PLO itu juga mengecam pembukaan apa yang dinamakan Kantor Perdagangan Hongaria untuk Israel di Al-Quds (Jerusalem), yang ia katakan merupakan pandangan pemimpin Palestina mengenai kasus tersebut.

“Itu adalah tindakan yang memalukan dan membangkang terhadap hukum internasional, termasuk resolusi terkait Dewan Keamanan, dan menjauh dari kebijakan Uni Eropa. Pemerintah Hongaria merendahkan Piagam PBB dan bersekutu dengan timpalannya yang secara terbuka rasis, Israel, dan dimaksudkan untuk menyulut konflik dan tidak memberi rakyat wilayah ini prospek masa depan yang damai,” kata Ashrawi.

“Pada saat masyarakat di seluruh dunia berkabung atas hilangnya nyawa orang yang dicintai yang dibunuh dengan darah dingin oleh ekstremis rasis, semua negara yang bertanggung jawab memiliki kewajiban untuk menghadapi dan menolak mereka yang bergabung dengan kebencian serta mengarusutamakan praduga dalam setiap bentuk. Uni Eropa memiliki kewajiban khusus untuk mengutuk Israel dan menolak kejahatan Israel ini serta pidato kebencian dan menjelaskan posisinya mengenai perubahan kebijakan Hongaria yang tak bisa dipercaya ,” katanya.

Sumber: WAFA

Baca juga: PLO: laporan HAM AS dimaksudkan untuk membersihkan pendudukan Israel

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pria di UAE dipecat karena rayakan serangan Selandia Baru

Dubai (ANTARA) – Sebuah perusahaan di Uni Emirat Arab (UAE) mengatakan seorang karyawannya dipecat dan dideportasi setelah ia diduga merayakan pembunuhan massal di masjid-masjid di Selandia Baru pekan lalu.

Sedikitnya 50 orang tewas dan puluhan luka-luka dalam penembakan oleh seorang teroris di dua masjid di Christchurch pada Jumat lalu. Peristiwa itu tersebut merupakan kasus penembakan terburuk dalam sejarah Selandia Baru.

Brenton Tarrant, warga Australia yang berusia 28 tahun dan tinggal di Australia, pada Sabtu didakwa melakukan pembunuhan.

“Pada akhir pekan lalu, seorang karyawan Transguard membuat komentar-komentar yang menghasut di Facebook pribadinya dengan merayakan serangan tercela terhadap masjid-masjid itu di Christchurch, Selandia Baru,” kata perusahaan keamanan Transguard dalam pernyataannya pada Selasa.

“Kami punya kebijakan tanpa toleransi bagi penggunaan media sosial tak pantas, dan sebagai akibat tindakannya orang itu segera diberhentikan dan diserahkan kepada pihak berwenang untuk diproses,” kata Greg Ward, pimpinan perusahaan.

Perusahaan itu mengatakan karyawan tersebut dideportasi oleh pemerintah UAE.

Transguard, anak perusahaan Emirates Group, tidak mengungkapkan komentar-komentar karyawan tersebut yang diunggah di halaman Facebook-nya. Nama, kebangsaan dan posisi karyawan juga tak diungkap.

Para pejabat pemerintah UAE belum menanggapi permintaan untuk berkomentar. Seorang wanita juru bicara kelompok perusahaan itu mengatakan pihaknya tak punya keterangan untuk manambahkan  pernyataan Transguard.

UAE telah mengutuk serangan itu dan menyatakan bela sungkawa kepada keluarga korban dan Selandia Baru.

Sumber: Reuters

Baca juga: Selandia Baru mulai pemakaman korban penembakan masjid
Baca juga: Tokoh lintas agama tolak kekerasan Selandia Baru

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasukan Israel tembak mati warga Palestina terduga penyerangan di Tepi Barat

Jakarta (ANTARA) – Pasukan Israel, Selasa, menembak mati seorang warga Palestina yang diduga melakukan penikaman mematikan dan serangan penembakan di wilayah pendudukan Tepi Barat, dua hari sebelumnya, ungkap dinas keamanan Israel Shin Bet.

Menurut Shin Bet, penyerang itu tewas setelah dihujani peluru oleh pasukan Israel yang datang untuk menangkapnya. Kementerian Kesehatan Palestina membenarkan bahwa seorang warganya tewas dalam insiden tersebut, namun tidak memberikan informasi lebih lanjut.

Dalam insiden yang tampaknya terpisah, Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan dua warga Palestina yang lain juga ditembak mati oleh pasukan Israel di dekat Kota Nablus, Tepi Barat. Juru bicara Militer Israel mengatakan laporan tersebut sedang diperiksa.

Pada Minggu, terduga pelaku penyerangan Palestina menikam seorang tentara Israel di persimpangan jalan utama yang ramai di Tepi Barat. Ia juga menembaki lokasi kejadian dengan menggunakan senapan wajib militer. Seorang rabi Israel tewas dan satu tentara terluka.

Warga Palestina, banyak dari mereka yang tidak terkait dengan kelompok bersenjata, melancarkan gelombang serangan di Tepi Barat pada akhir 2015 hingga 2016 namun sejak itu pula frekuensi aksi seperti itu berkurang.

Israel merampas Tepi Barat dalam perang Timur Tengah pada 1967. Warga Palestina berupaya untuk mendirikan sebuah negara di sana dan di Jalur Gaza, dengan Al-Quds (Jerusalem) Timur sebagai ibu kotanya. Pembicaraan damai antara Israel dan Palestina gagal pada 2014.

Sumber: Reuters

Baca juga: Warga Palestina bunuh tentara Israel dalam serangan senjata dan pisau di Tepi Barat
Baca juga: Orang Palestina meninggal di Tepi Barat akibat tembakan Israel
Baca juga: Israel sita-ratakan lahan di Tepi Barat buat perluasan permukiman
Baca juga: Tentara Israel menembak orang Palestina di Tepi Barat

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasukan khusus Tunisia tembak tiga gerilyawan Daesh

Jakarta (ANTARA) – Pasukan khusus Tunisia pada Selasa menewaskan tiga terduga gerilyawan ISIS pasca-bentrokan di pegunungan dekat perbatasan Aljazair, kata pejabat keamanan kepada Reuters.

Sehari sebelumnya, ISIS menyebarkan gambar gerilyawan yang sedang membawa senjata di pegunungan tersebut, tempat mereka bersembunyi dalam beberapa tahun.

“Pasukan kami menewaskan tiga terduga pelaku teror Daesh setelah terjadi bentrokan di pegunungan Saloum di Kasserine,” kata Kolonel Houssem Jbebli kepada Reuters, menggunakan akronim bahasa Arab untuk kelompok tersebut.

Salah satu negara dunia Arab paling sekuler, Tunisia menjadi sasaran gerilyawan setelah dipuji sebagai simbol perubahan demokrasi usai tergulingnya otokrat Zine Abidine Ben Ali pada 2011.

Sejumlah gerilyawan beroperasi di daerah terpencil di dekat perbatasan dengan Aljazair. Tunisia mengalami tiga serangan dahsyat pada 2015, dua di antaranya terhadap turis. Yang pertama di museum di Tunis dan satu lagi di pantai di Sousse. Pengawal presiden di ibu kota menjadi sasaran ketiga. ISIS mengaku menjadi dalang di balik semua serangan tersebut.

Setelah runtuh, pariwisata sejak itu secara bertahap kembali pulih.

Sumber: Reuters
Baca juga: Pasukan Tunisia tewaskan pemimpin ISIS 
Baca juga: Menhan: 1.000 warga Tunisia jadi gerilyawan ISIS di Libya
Baca juga: Perangi teror, Tunisia habiskan 4 miliar dolar AS

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah Suriah temukan bahan peledak C4 di Homs

Pada 12 Maret, saat melakukan penyisiran dan pengamanan daerah yang sudah dibersihkan dari gerilyawan oleh militer Suriah, pihak berwenang menemukan puluhan ranjau dan bahan peledak di Kota As-Sukhneh dan sekitarnya, sekitar 80 kilometer di sebelah t

Homs (ANTARA) – Lembaga terkait, saat mengamankan daerah yang sudah dibersihkan dari gerilyawan oleh militer Suriah, pada Selasa (19/3) menemukan satu gudang di pertanian Talbisseh, sekitar 13 kilometer di sebelah utara Homs.

Wartawan Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu dini hari, mengatakan satuan teknisi dari lembaga terkait, melalui kerja sama dengan warga, menemukan satu gudang di pertanian Talbisseh yang berisi banyak senjata dan amunisi, termasuk 300 peluru mortir dan bom serta 25 kilogram bahan peledak C4 yang ditinggalkan oleh anggota organisasi teror.

Pada 12 Maret, saat melakukan penyisiran dan pengamanan daerah yang sudah dibersihkan dari gerilyawan oleh militer Suriah, pihak berwenang menemukan puluhan ranjau dan bahan peledak di Kota As-Sukhneh dan sekitarnya, sekitar 80 kilometer di sebelah timur Palmyra.

Sumber; SANA

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah Palestina kutuk serangan terhadap pejabat senior HAMAS

Para penyerang, yang membawa pentungan dan senjata api, menurut Pusat Palestina bagi Hak Asasi Manusia (PCHR), juga menyerang pemilik pertanian itu, Abdul Hamid Jadallah (58) –yang juga harus dirawat di rumah sakit akibat serangan tersebut

Ramallah (ANTARA) – Pemerintah sementara Palestina di bawah pimpinan Rami Hamdallah, pada Selasa (19/3) mengutuk apa yang digambarkannya sebagai serangan pidana terhadap pejabat senior HAMAS dan penulis Atef Abu Saif (46) di Jalur Gaza, yang dikepung.

Juru Bicara Pemerintah Yousef Al-Mahmoud mengatakan di dalam satu siaran pers bahwa “serangan itu, yang dilakukan oleh gerombolan penjahat terhadap Atef Abu Saif dan wartawan di Jalur Gaza, mencerminkan situasi yang memburuk akibat perpecahan suram”.

Mahmoud menganggap “semua pihak yang telah menolak untuk mengakhiri perpecahan antar-Palestina dan mewujudkan perujukan nasional” bertanggung-jawab atas kemerosotan serius keadaan. Ia merujuk kepada Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS).

Ia memperingatkan mengenai “situasi serius yang mengancam nyawa orang Palestina di daerah kantung yang terkepung tersebut, yang bisa memiliki konsekuensi drastis mengenai masa depan proyek nasiional Palestina sehubungan dengan rancangan baru kolonialisme terhadap rakyat Palestina, wilayah Palestina dan sejarah Palestina”.

Gerakan Fatah, yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas, Organisasi Wartawan Palestina serta Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) semuanya telah mengutuk serangan terhadap Abu Saif, yang juga adalah juru bicara Fatah di Jalur Gaza, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu dini hari. Serangan itu mengakibatkan Abu Saif dirawat di rumah sakit karena menderita luka serius di kepala dan patah lengan serta kakinya setelah pemukulan brutal pada Ahad (17/3) oleh sekelompok pria bersenjata di satu pertanian milik seorang temannya. Para penyerang mencuri telepon genggamnya dan mobilnya sebelum meninggalkan daerah tersebut.

Para penyerang, yang membawa pentungan dan senjata api, menurut Pusat Palestina bagi Hak Asasi Manusia (PCHR), juga menyerang pemilik pertanian itu, Abdul Hamid Jadallah (58) –yang juga harus dirawat di rumah sakit akibat serangan tersebut.

Serangan itu dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat di Jalur Gaza, terutama setelah protes rakyat terhadap pajak dan kondisi hidup yang berat di daerah kantung itu serta penindasan HAMAS atas pemrotes.

Pekan lalu, seorang pejabat sernior Fatah yang diidentifikasi sebagai Ahamd Hillis lolos dari upaya pembunuhan ketika beberapa pria bersenjata melepaskan tembakan ke kendaraannya di bagian tengah Jalur Gaza.

Abu Saif, yang dilahirkan di Kamp Pengungsi Jabalia, juga adalah seorang penulis kenamaan di Birzeit University dan University of Bradford sebelum meraih Ph.D dari European University Institute di Florensia.

Ia telah menulis sejumlah novel dan koleksi cerita pendek, termasuk novelnya AL Suspended Life (2014), yang masuk nominasi untuk Arabic Booker Prize 2015.

Abu Saif juga diserang pada Desember tahun lalu oleh dua pria bertopeng yang bersenjata ketika ia berada di dalam mobil bersama seorang teman dan dipukuli secara brutal sehingga ia menderita cedera di kepala dan memar di tanngan serta kakinya.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suriah-Rusia: AS beri jutaan dolar kepada gerilyawan helm putih

Departemen Luar Negeri AS pada 14 Maret mengumumkan AS akan memberi lima juta dolar AS buat anggota Helm Putih, yang berafiliasi kepada organisasi teror Jabhat An-Nusra, sementara Qatar memberi organisasi tersebut dua juta dolar AS pada 3 Februari,

Damaskus (ANTARA) – Komite Koordinasi Suriah dan Rusia bagi Kepulangan Warga Suriah mengatakan meskipun Amerika Serikat secara paksa menahan orang Suriah yang terusir di Kamp Ar-Rukban, Washington menyalurkan jutaan dolar AS untuk mendukung organisasi Helm Putih.

Di dalam satu pernyataan bersama pada Selasa (19/3), komite tersebut mengatakan Amerika Serikat menyalurkan “bantuan” selama konferensi baru-baru ini di Brussels. Bantuan itu takkan disalurkan kepada rakyat Suriah; tapi akan diberikan kepada gerilyawan Helm Putih untuk mendanai perbuatan mereka dalam merekayasa peristiwa yang melibatkan penggunaan bahan kimia.

Departemen Luar Negeri AS pada 14 Maret mengumumkan AS akan memberi lima juta dolar AS buat anggota Helm Putih, yang berafiliasi kepada organisasi teror Jabhat An-Nusra, sementara Qatar memberi organisasi tersebut dua juta dolar AS pada 3 Februari.

Pernyataan itu mengatakan peserta dalam konferensi Brussels yang menyatakan akan membantu rakyat Suriah adalah pihak yang memberlakukan sanksi ekonomi keras atas Suriah. Uang yang dikumpulkan, katanya, hanya akan disalurkan kepada orang Suriah yang mengungsi di Jordania, Lebanon dan Turki –yang berusaha mendorong pengungsi Suriah agar tetap berada di sana dan menghalangi kepulangan mereka ke Suriah.

Komite tersebut kembali menyampaikan tuntutan mereka agar AS memberikan akses ke Kamp Ar-Rukban untuk mengungsikan warga sipil dari sana, serta tuntutan mereka agar pasukan AS meninggalkan Daerah At-Tanf.

Sumber: SANA Suasana di Kamp Pengungsi Ar-Rukban. (SANA) (SANA)

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fayssal Mikdad: Suriah ingin dorong kerja sama dengan ICRC

Ia menyampaikan keinginan ICRC untuk melanjutkan kegiatan yang lebih luas di Suriah dalam berbagai tingkat melalui kerja sama dengan Pemerintah Suriah dan Bulan Sabit Merah Arab Suriah,

Damaskus (ANTARA) – Wakil Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah Fayssal Mikdad pada Selasa (19/3) menerima Peter Muarer, Presiden Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan delegasi yang menyertainya.

Mikdad menyampaikan penghargaan pemerintah sehubungan dengan upaya yang dilancarkan oleh ICRC di bidang kemanusiaan di Suriah, demikian laporan Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu dini hari. Wakil menteri itu menyampaikan keinginan Suriah untuk memfasilitasi kegiatan ICRC dan meningkatkan kerja sama.

Ia memuji perkembangan ICRC yang berlangsung terus di bidang penyebaran kesadaran mengenai pentingnya hukum kemanusiaan internasional melalui kerja sama dengan Komite Nasional Suriah bagi Hukum Kemanusiaan dalam penyelenggaraan sejumlah lokakarya di bidang itu bersama dengan lembaga nasional terkait.

Sementara itu, Maurer menyampaikan penghargaan mengenai ikatan hubungan Suriah dengan ICRC dan fasilitas yang diberikan Pemerintah Suriah bagi pekerjaan ICRC.

Ia menyampaikan keinginan ICRC untuk melanjutkan kegiatan yang lebih luas di Suriah dalam berbagai tingkat melalui kerja sama dengan Pemerintah Suriah dan Bulan Sabit Merah Arab Suriah.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WHO minta 5,3 juta dolar AS untuk penuhi keperluan mendesak di Gaza

Kota Gaza (ANTARA) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengajukan permintaan 5,3 juta dolar AS untuk menyediakan campur-tangan penyelamat nyawa dan anggota tubuh untuk sangat banyak pasien yang cedera di Jalur Gaza, kata satu pernyataan pers.

Jumlah pasien tersebut menenggelamkan sistem kesehatan yang rapuh di wilayah kantung Palestina itu, sementara peringatan satu tahun Pawai Akbar Kepulangan pada 30 Maret, yang kian dekat, dapat mengakibatkan korban jiwa lain dan peningkatan orang yang memerlukan perawatan trauma serta layanan rehabilitasi, katanya.

Dana sangat diperlukan untuk menjamin sumber daya minimum yang tersedia buat keperluan kesehatan mendesak, serta meningkatkan kualitas perawatan darurat dan trauma di Jalur Gaza serta mengurangi angka kematian serta kondisi tidak sehat di kalangan dua juta warga yang terancam, kata WHO.

“Keperluan trauma di Jalur Gaza sangat besar. Setiap pekan pasien yang cedera terus berdatangan di rumah sakit dan mereka memerlukan perawatan rumit jangka-panjang. Dukungan keuangan yang diperlukan akan membantu bukan hanya untuk menjembatani jurang pemisah yang lebar tapi juga menjamin bahwa kami dapat bekerjasama dengan pasien kami guna meningkatkan kemampuan perawatan untuk menyediakan perawatan penyelamat nyawa bagi kasus darurat dan memperkuat rehabilitasi,” kata Gerald Rockenschaub, Kepala Kantor WHO untuk Wilayah Palestina yang Diduduki.

Sejak dimulainya demonstrasi pada Maret 2018, lebih dari 29.000 orang telah cedera, dan lebih dari 6.500 orang menderita luka tembak serta memerlukan perawatan operasi spesialis jangka panjang serta rehabilitasi, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam. Untuk semua kegiatan itu, Jalur Gaza terus menghadapi jurang pemisah kemampuan.

Beban trauma yang sangat besar juga mempengaruhi pembagian layanan dasar lain, yang secara langsung mempengaruhi kemampuan untuk menyediakan layanan perawatan kelahiran dan ibu serta menangani pasien penyakit kronis. Operasi yang efektif harus ditunda dan dibatalkan, ranjang rumah sakit dialokasi ulang dan dicadangkan buat pasien operasi, staf kesehatan serta ambulans harus memprioritaskan keperluan darurat.

Pada 2018, WHO mendukung Kementerian Kesehatan dan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina untuk meningkatkan tahap stabilisasi trauma (TSP) di sepanjang pagar pembatas dengan Israel, sehingga orang yang cedera dapat menerima perawatan penyelamat nyawa di dekat tempat mereka cedera. Luasnya campur-tangan yang diberikan di lokasi di TSP telah terus diperluas hingga mencakup perawatan untuk pasien prioritas, perawatan pertama dan bantuan pertama penyelamat nyawa dan anggota tubuh. Itu telah sangat mengurangi beban rumah sakit,dan sebanyak 50 persen orang yang cedera dirawat dan dipindahkan ke TSP.

Baca juga: Pejabat PBB desak donor tingkatkan bantuan buat Gaza

Baca juga: Pemimpin Mesir-Prancis bahas krisis kemanusiaan di Jalur Gaza

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

AS: program roket Iran ciptakan ketidakstabilan Timur Tengah

Jenewa (ANTARA) – Pejabat tinggi pengendalian senjata Amerika Serikat pada Selasa mengatakan bahwa program roket Iran membuat ketidakstabilan di Timur Tengah dan menaikkan resiko “perlombaan senjata regional” melalui persediaan senjata seperti itu bagi kelompok-kelompok bersenjata di Lebanon dan Yaman.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, pada saat dia keluar dari kesepakatan 2015 yang bersejarah dengan mencabut sanksi internasional terhadap Iran atas imbalan pembatasan aktivitas nuklirnya, yang gagal dalam program roket Iran semata atau mengekang campur tangan regional.

AS menuding Iran melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dengan melakukan percobaan rudal balistik dan meluncurkan dua satelit sejak Desember.

“Program roket Iran merupakan penyumbang penting dalam meningkatnya ketegangan dan ketidak stabilan di kawasan tersebut, meningkatnya resiko perlombaan senjata regional,” kata Yleem Poblete, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Pengendalian, verifikasi dan pemenuhan senjata, dalam pidato di konferensi perlucutan senjata yang disponsori PBB.

“Iran harus segera menghentikan semua kegiatan terkait rancangan rudal balistik yang bisa digunakan sebagai senjata nuklir, dan menahan perebakan misil dan teknologi roket untuk kelompok teror ataupun tokoh-tokoh non-pemerintah,” katanya. Ia mencela dukungan Iran buat gerakan Al-Houthi di Yaman dan Hezbollah di Lebanon.

Dia mengatakan bahwa Iran menyediakan rudal balistik buat gerilyawan Al-Houthi –yang menembakkannya ke Arab Saudi– dan sistem pesawat tak berawak bagi kelompok Al-Houthi agar mampu melakukan serangan dengan sasaran daratan di Arab Saudi serta Uni Emirat Arab.

“Kami berkomitmen secara aktif melawan penyebaran rudal balistik regional Iran dan pengirimannya yang di luar hukum,” ia menambahkan.

Poblete mendesak “semua negara yang bertanggungjawab” untuk melaksanakan resolusi DK-PBB mengenai pengetatan pengiriman teknologi terkait roket ke Iran.

Dia lebih lanjut juga menuduh Iran “memburu bahan-bahan farmasi untuk tujuan penyerangan, tetapi tidak menjabarkannya.

Seorang diplomat Iran memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menampik pidatonya dengan mengatakan “murah, tidak profesional, palsu, tidak rasional dan menyedihkan, serta menuduh AS “menyabot” forum Jenewa.

Sumber: Reuters

Baca juga: Gerilyawan Al-Houthi tembakkan rudal balistik ke Bandara Saudi
 

Penerjemah: Maria Dian A
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tentara Suriah hancurkan sarang gerilyawan di Hama, Suriah

Hama (ANTARA) – Satuan militer menghancurkan tempat pertemuan dan sarang gerilyawan di pinggir utara dan pinggir selatan Hama dalam kerangka kerja pembalasan terhadap pelanggaran yang sering dilakukan terhadap kesepakatan zona penurunan ketegangan dan serangan terhadap pos militer.

Wartawan Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa– mengatakan di Hama bahwa militer Suriah pada Senin pagi (18/3) melancarkan pemboman terhadap posisi gerilyawan Jabhat An-Nusrae dan kelompok yang berafiliasi kepadanya setelah melacak pergerakan mereka di pinggir Desa Al-Hwaiz, Al-Hwaija, Jisr Beit Ar-Ras, At-Twania dan Ash-Sharia di pinggir barat-laut Hama.

Wartawan itu menambahkan satuan militer menyerang gerilyawan dengan persenjataan sehingga sejumlah gerilyawan tewas dan sisanya cedera, selain juga menghancurkan markas, senjata serta perlengkapan mereka.

Belakangan, wartawan SANA mengatakan satuan militer menghancurkan dua kendaraan milik gerilyawan Jabhat An-Nusrae di Molek di pinggir utara Hama, dan menewaskan sejumlah gerilyawan.

Di pinggir selatan Idlib, wartawan SANA mengatakan satuan militer memperluas operasi terhadap sarang kelompok gerilyawan di Wadi Hwair, Khan Sheikoun dan Telmins, dengan melancarkan serangan gencar terhadap posisi gerilyawan.

Wartawan itu menambahkan kelompok gerilyawan kehilangan banyak anggota dan perlengkapan dan markas mereka dihancurkan.

Militer Suriah juga menembakkan rudal ke sarang gerilyawan Jabhat An-Nusra di pinggir timur Maaret An-Nu’man di pinggir Idlib.

Belakangan wartawan SANA mengatakan satuan militer menghancurkan tempat persembunyian dan tempat peluncur roket gerilyawan An-Nusra di Shahashbu di pinggir Idlib.

Baca juga: Pertempuran berlangsung di antara faksi-faksi pemberontak Suriah

Baca juga: Oposisi: Senjata berat dipindahkan dari Idlib

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dubes Ala: hak Suriah untuk peroleh kembali Golan tak bisa dirundingkan

Jenewa (ANTARA) – Wakil Tetap Suriah untuk PBB dan organisasi lain internasional di Jenewa, Duta Besar Suriah Ussam Eddin Ala, mengatakan rakyat di Dataran Tinggi Golan, yang diduduki, masih berkomitmen pada tanah air mereka dan identitas Suriah mereka.

Penguasa pendudukan Israel telah berusaha memutuskan hubungan mereka dengan ibu pertiwi mereka, melalui pelanggaran metodis hak dasar mereka.

Di dalam satu pernyataan dalam Sidang Ke-40 Dewan Hak Asasi Manusia pada Senin (18/3), Ala mengatakan praktek hukuman diskriminasi penguasa pendudukan Israel terhadap rakyat Dataran Tinggi Golan adalah pelanggaran nyata terhadap hak asasi sipil, ekonomi dan sosial.

Ia menyatakan penguasa pendudukan telah meningkatkan upayanya guna mensahkan pendudukannya atas Dataran Tinggi Golan dan keputusan tidak sahnya untuk mencaploknya diakui, kata Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa. Israel meningkatkan upaya untuk memberlakukan hukumnya atas rakyat Dataran Tinggi Golan serta meningkatkan kegiatan permukimannya.

Ala mengatakan penguasa pendudukan Israel tak bisa melakukan praktek tidak sahnya tanpa perlindungan yang diberikan oleh AS dan sekutunya. Ditambahkannya, pernyataan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Senator AS Lindsey Graham selama kunjungannya ke Dataran Tinggi Golan bersama perdana menteri Israel memperlihatkan penghinaan AS terhadap hukum internasional.

Ia mengatakan Dewan Hak Asasi Manusia harus memaksa penguasa pendudukan Israel agar menghormati hak asasi rakyat di Dataran Tinggi Golan dan menyeret mereka yang melanggar hukum ke pengadilan. Ditambahkannya, mereka yang membela praktek rasis dan ekstremis pendudukan bersekongkol dengan mereka.

Ala menekankan bahwa hak kedaulatan Suriah untuk meraih kembali seluruh Dataran Tinggi Golan, yang diduduki, tak bisa dirundingkan dan tak memiliki keterbatasan.

Ia juga kembali menyampaikan dukungan Suriah bagi hak asasi sah rakyat Palestina, termasuk hak untuk mendirikan negara merdeka dengan Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kotanya dan hak pengungsi Palestina untuk pulang.

Sumber: SANA

Baca juga: Suriah kutuk pernyataan senator AS mengenai Dataran Tinggi Golan

Baca juga: Kelompok HAM di Golan keluhkan tindakan Israel ke PBB

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia dorong Dewan HAM tetap bahas situasi Palestina

Indonesia tegaskan dukungan agar pembahasan situasi HAM di Palestina tetap dibahas di bawah Mata Agenda 7 di Dewan HAM PBB

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia terus mendorong pembahasan situasi hak asasi manusia (HAM) di Palestina dalam persidangan sesi ke-40 Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) di Jenewa, Swiss, Senin (18/3).

Dalam sidang Dewan HAM PBB itu, Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa Hasan Kleib kembali menegaskan dukungan Indonesia bagi perlindungan HAM rakyat Palestina yang terus mengalami penderitaan di bawah pendudukan Israel.

“Indonesia tegaskan dukungan agar pembahasan situasi HAM di Palestina tetap dibahas di bawah Mata Agenda 7 di Dewan HAM PBB, sejalan dengan resolusi 5/1 sebagai dasar pendiriannya,” ujar Dubes Hasan menyampaikan sikap Indonesia dalam sidang Dewan HAM, seperti dikutip dari keterangan tertulis Perwakilan Tetap RI di Jenewa yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ketegasan dukungan Indonesia itu disampaikan untuk menampik upaya Israel dan sejumlah negara Barat yang berusaha menghapus pembahasan Palestina dalam Mata Agenda 7 mengenai Situasi HAM di Wilayah Palestina yang diduduki Israel (Human Rights Situations in the Occupied Palestanian Territory) di Dewan HAM PBB.

Baca juga: Indonesia Kutuk Pelanggaran HAM Israel di Gaza

Hasan menegaskan bahwa pembahasan isu Palestina di bawah Mata Agenda 7 Dewan HAM PBB akan terus relevan dan penting selama hak-hak dasar rakyat Palestina masih terus dilanggar dan selama Israel sebagai occupying power masih terus melakukan tindakan dan kebijakan yang melanggar hukum kemanusiaan dan hukum HAM internasional.

Hasan menambahkan, isu Palestina di bawah Mata Agenda 7 Dewan HAM PBB masih harus terus dibahas selama masyarakat internasional belum berhasil mengatasi situasi HAM di Palestina dan menghentikan penderitaan rakyat Palestina akibat pendudukan Israel.

Selain itu, Wakil Tetap RI di Jenewa itu menegaskan bahwa Dewan HAM PBB juga dianggap belum mampu mengambil langkah-langkah untuk menghapus impunitas dan mendorong akuntabilitas atas pelanggaran hak-hak dasar rakyat Palestina oleh Israel.

Baca juga: Pemukim Yahudi serang orang Palestina di Tepi Barat

Mata Agenda 7 merupakan usulan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang merupakan salah satu negara founding member Dewan HAM pada 2007.

Atas upaya Indonesia dan sejumlah negara berkembang, untuk pertama kalinya mekanisme HAM PBB hasil reformasi memiliki Mata Agenda khusus mengenai situasi HAM di Palestina.

Dalam sidang tersebut, pemerintah Indonesia juga meminta Komisaris Tinggi HAM PBB untuk mengeluarkan acuan data mengenai keterlibatan perusahaan-perusahaan Israel dan multinasional yang mengambil keuntungan dari aktivitas bisnis di wilayah pendudukan Israel di Palestina. Hal itu dipandang penting untuk mendorong berakhirnya insentif di wilayah pendudukan.

Sebelum adanya Mata Agenda 7, Komisi HAM PBB dipandang sebagai forum yang sarat politisasi dan tidak memberikan kesempatan ketika ketidakadilan dan pelanggaran HAM oleh Israel di Palestina berlangsung.

Baca juga: Palestina-Jordania tolak campur-tangan Israel dalam urusan Al-Aqsha

Selain penegasan dukungan agar situasi HAM di Palestina terus menjadi agenda Dewan HAM, pemerintah Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap kerja dari Pelapor Khusus PBB untuk situasi di wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel.

Terkait dukungan bagi pelapor khusus PBB, pemerintah Indonesia mendorong semua pihak, terutama Israel, untuk bekerja sama dengan mekanisme HAM PBB untuk mengakhiri pelanggaran HAM dan penderitaan rakyat Palestina.

Selanjutnya, Indonesia secara tegas juga meminta Israel untuk memberi akses pada Commission of Inquiry yang dibentuk tahun lalu untuk menyelidiki tindak kekerasan pasukan bersenjata Israel terhadap demonstrasi rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Baca juga: Indonesia akan terus berkontribusi terhadap UNRWA

Baca juga: Revolusi belum usai bagi bangsa Palestina

Baca juga: Lawatan resmi pertama dubes RI ke Ramallah, bahas penguatan kerja sama Indonesia-Palestina

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia tamu kehormatan Pameran Franchise Internasional di Saudi

Jakarta (ANTARA) – Indonesia kembali menjadi negara tamu kehormatan dalam kegiatan Pameran Franchise Internasional di Arab Saudi, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari KBRI Riyadh yang diterima di Jakarta, Selasa.

“Indonesia dan Arab Saudi saat ini berada di masa keemasan, di mana Indonesia mendapat tempat khusus di mata pemerintah dan masyarakat Arab Saudi. Indonesia kembali ditunjuk sebagai Tamu Kehormatan dalam pameran franchise berskala internasional. Ini sangat membanggakan,” ujar Dubes Maftuh.

Indonesia ditunjuk sebagai tamu kehormatan dalam Pameran Franchise Internasional, World Franchise Exhibition 2019, yang akan diselenggarakan di Dhahran International Exhibition Center, Kota Al Khobar, Arab Saudi pada 27-29 April 2019.

Pameran itu diselenggarakan oleh Otoritas Umum untuk Usaha Kecil Menengah Arab Saudi dan Pemerintah Provinsi Timur di bawah kontrol Pangeran Ahmed Bin Fahd Bin Salman bin Abdulaziz, Wakil Gubernur Provinsi Timur.

Indonesia menjadi tamu kehormatan World Franchise Exhibition 2019 pada tahun ini atas upaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh.

Dalam kegiatan itu, Paviliun Indonesia seluas 144 meter persegi akan menghadirkan perusahaan-perusahaan Indonesia dari berbagai sektor yang potensial menjual merk franchise Indonesia ke Arab Saudi, antara lain sektor makanan, minuman, pakaian.

Dengan berpartisipasi dalam pameran itu, diharapkan akan semakin banyak merk franchise produk Indonesia yang dipasarkan di Arab Saudi. Saat ini sudah banyak merk produk-produk Indonesia yang cukup sukses di Arab Saudi, antara lain Indomie, J-C0, ABC, Sasa.

Pameran World Franchise Exhibition 2019 akan diikuti peserta pameran dari merk lokal dan internasional dalam jumlah yang cukup besar, yaitu 150 perusahaan dan 600 merk. Diharapkan jumlah pengunjung yang hadir mencapai 100.000 orang dari berbagai wilayah Arab Saudi dan negara-negara Teluk di sekitarnya.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menyampaikan bahwa penunjukkan Indonesia sebagai tamu kehormatan mencerminkan kedekatan hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang memasuki masa-masa keemasan, khususnya setelah kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada Maret 2017.

Partisipasi Indonesia dalam World Franchise Exhibition 2019 merupakan upaya KBRI Riyadh menggenjot promosi di sektor ekonomi. Promosi di sektor ekonomi, khususnya di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui masuknya devisa negara.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Arab Saudi pada 2018 mencapai 6,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau meningkat 34,94 persen dibandingkan tahun 2017.

Dari angka tersebut, Indonesia masih mengalami defisit sebesar 1,7 miliar dolar AS yang disebabkan besarnya jumlah impor minyak bumi dari Arab Saudi. Untuk itu, upaya promosi ekonomi dan budaya diharapkan dapat semakin meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi.

World Franchise Exhibition 2019 di Arab Saudi akan diikuti oleh sejumlah perusahaan besar dunia maupun lokal. Panitia telah mencatat sebanyak 150 perusahaan dan 600 pemilik hak merk terkenal akan mengikuti pameran tersebut.

Diperkirakan lebih dari 100.000 pengunjung dari berbagai wilayah Arab Saudi, negara-negara Teluk dan Arab serta masyarakat internasional akan menghadiri pameran itu. Panitia juga memperkirakan sedikitnya akan ada 1.000 kesepakatan yang ditandatangani. ***1***

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasukan Israel jarah rumah anggota senior Fatah di Ramallah

Ramallah (ANTARA) – Pasukan Israel menjarah rumah keluarga seorang anggota senior Fatah dan seorang pengacara, serta menahan keduanya, di Kota Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan.

Beberapa kendaraan militer Israel menyerbu Permukiman Ramallah At-Tihta di Kota Ramallah, tempat serdadu Yahudi menyerbu rumah Zakaria Zubeidi, anggota Dewan Revolusioner Fatah, dan menginterogasi anggota keluarganya selama beberapa jam.

Tentara Israel juga menyerbu dan dengan kasar menggeledah rumah Tarek Barghout, seorang pengacara yang bekerja untuk Komisi Urusan Tahanan, serta menginterogasi anggota keluarganya, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Zakaria Zubeidi adalah anggota terkemuka Brigade Syuhada Al-Aqsa, sayap bersenjata Fatah, selama intifada (aksi perlawanan) kedua tapi belakangan diberi amnesti oleh Israel, dalam kesepakatan yang dicapai dengan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina.

Zakaria Zubeidi dan Tarek Barghout telah dijebloskan ke dalam tahanan Israel sejak 27 Februari, ketika mereka ditangkap oleh pasukan Israel.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suriah seru AS berhenti mendanai, mendukung terorisme,

Damaskus, Suriah (ANTARA) – Suriah dengan keras telah mengutuk dukungan yang diberikan pemerintah AS kepada organisasi teroris di Suriah.

Pemerintah di Damaskus menegaskan bahwa dukungan itu takkan mempengaruhi pendirian kokoh Suriah dalam memerangi terorisme dan pendudukan asing sampai pembebasan setiap jengkal wilayahnya.

“AS melanjutkan dukungan nyatanya buat terorisme yang mengancam Suriah, dalam pelanggaran nyata dan terus-menerus terhadap Piagam PBB serta ketentuan hukum internasional serta resolusi terkait,” kata seorang juru bicara di Kementerian Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah di dalam satu pernyataan.

Departemen Luar Negeri AS belum lama ini mengumumkan penawaran lima juga dolar AS buat apa yang disebut “organisasi helm putih”, sayap misi khusus Jabhat An-Nusra dan Da’esh, selain peran organisasi tersebut dalam menyusun kebohongan, skenario dan video mengenai masalah serangan senjata kimia di Suriah.

Juru bicara tersebut, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi, menambahkan langkah putus asa AS itu, yang mengikuti tekanan Kerajaan Qatar bahwa AS masih bertaruh untuk mendukung terorisme guna mewujudkan sasaran agenda khususnya di Suriah dan wilayah tersebut untuk melayani penguasa pendudukan Israel.

Ia menyimpulkan dengan mengatakan Republik Arab Suriah dengan keras mengutuk tindakan pemerintah AS dalam menawarkan dukungan diam-diam dan terbuka buat organisasi teror termasuk apa yang dinamakan “helm putih”.

Juru bicara tersebut menyeru pemerintah AS agar menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB berkaitan dengan memerangi terorisme dan berhenti mendanai Jabhat An-Nusra dan organisasi lain yang berafiliasi kepadanya.  

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Palestina-Jordania tolak campur-tangan Israel dalam urusan Al-Aqsha

Ramallah (ANTARA) – Menteri luar negeri Palestina dan Jordania dalam dua pernyataan terpisah pada Minggu (17/3) menolak campur-tangan Israel dalam urusan dan status Masjid Al-Aqsha, salah satu tempat suci umat Muslim.

Kedua menteri tersebut mencela putusan pengadilan Israel untuk menutup tempat ibadah Bab Ar-Rahmah (Golden Gate), yang berada di dalam komplek tempat suci umat Muslim tersebut di Kota Tua Al-Quds (Jerusalem), dan menekankan Israel tak memiliki jurisdiksi atas Masjid Al-Aqsha.

Kementerian Luar Negeri Palestina, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita –WAFA– yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi, mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa putusan pengadilan itu adalah pendahuluan untuk mengambil-alih seluruh tempat suci umat Muslim tersebut, sebagaimana diserukan oleh kelompok pemukim Yahudi fanatik –yang berusaha menghancurkan Masjid Al-Aqsha dan membangun kuil Yahudi di lokasi itu.

Kementerian tersebut dengan tegas menolak campur-tangan Israel dalam urusan Masjid Al-Aqsha.

Satu pernyataan serupa dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Jordania, yang juga menekankan Al-Quds Timur dan Masjid Al-Aqsha adalah wilayah yang diduduki berdasarkan hukum internasional dan kedua tempat itu tak bisa menjadi sasaran sistem hukum Israel.

Bab Ar-Rahmah, katanya, adalah bagian dari Kompleks Masjid Al-Aqsha dan Departemen Waqaf Islam di Al-Quds adalah satu-satunya pihak yang bertugas untuk urusan Masjid Al-Aqsha.

Pernyataan tersebut menyerukan dibatalkan putusan pengadilan itu, dan menganggap Israel bertanggung-jawab atas setiap reaksi dari keputusannya dan keselamatan Masjid Al-Aqsha.

Sumber: WAFA

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Grospic: kehadiran koalisi internasional di Suriah tidak sah

Praha (ANTARA) – Pemimpin Grup Parlemen Ceko bagi Persahabatan dengan Suriah Stanislav Grospic menegaskan apa yang dinamakan “Koalisi Internasional” yang dipimpin AS dengan dalih “memerangi organisasi teror Da’esh (ISIS) di Suriah dan Irak” telah menunjukkan jenis berbeda dukungan buat organisasi teroris sejak awal.

Grospic menyatakan kehadiran “koalisi” tersebut di Suriah tidak sah.

Di dalam satu pernyataan kepada koresponden SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam–di Praha pada Senin, Grospic mengatakan kehadiran tidak sah yang berlanjut “koalisi” itu di wilayah Suriah bertujuan menghambat proses pembersihan sisa sarang pelaku teror di Suriah dan memperpanjang krisis di negara Arab tersebut.

Grospic mengutuk pembantaian yang dilakukan baru-baru ini oleh pesawat “koalisi” di Daerah Al-Baghouz di pinggir timur Deir Ez-Zour, dan menyatakan kehadiran “koalisi” itu adalah lambang baru agresi imperialis dan kejahatan baru yang tak boleh dilupakan.

Sumber: SANA

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Turki, Iran lancarkan operasi gabungan lawan gerilyawan PKK

Jakarta (ANTARA) – Turki dan Iran melancarkan operasi gabungan melawan gerilyawan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dilarang pada Senin, demikian informasi dari media milik negara yang mengutip Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu.

“Kami mulai melancarkan operasi gabungan dengan Iran untuk melawan PKK di perbatasan timur kami pagi ini (dan) akan mengumumkan hasilnya,” kata Soylu seperti yang dikutip Kantor Berita Anadolu. Lembaga penyiaran negara TRT Haber juga mengutip komentarnya mengenai operasi tersebut.

Militer Turki kerap melancarkan serangan udara terhadap geilyawan PKK di Irak Utara dan menggelar operasi penangkapan terhadap terduga anggota kelompok tersebut di Turki. PKK dianggap sebagai kelompok teroris oleh sejumlah negara seperti Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden Erdogan: demi keutuhan wilayah Suriah, PYD/Ypg harus pergi
Baca juga: Presiden Erdogan: Turki akan buru semua kelompok teror

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemukim Yahudi serang orang Palestina di Tepi Barat

Al-Khalil (ANTARA) – Beberapa pemukim Yahudi yang bersenjata pada Ahad (17/3) menyerang beberapa rumah orang Palestina di Desa Twani di bagian selatan Tepi Barat Sungai –yang diduduki, kata seorang pegiat setempat Rateb Al-Jabbour.

Ia mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin, dari permukiman Maon menyerang rumah orang Palestina yang berada di dekatnya dengan menggunakan batu dan mencfaci-maki penghuni rumah tersebut.

Ia mengatakan tentara Israel yang berada di daerah itu tidak berbuat apa-apa.

Sementara itu, beberapa pemukim dari permukiman Kiryat Arba, bagian timur Al-Khalil (Hebron), melemparkan batu ke arah beberapa pengemudi Palestina di jalan Al-Khalil-Bethlehem sehingga mengakibatkan gangguan lalu-lintas dan kekhawatiran mengenai keselamtan pelaju.

Pewarta: Chaidar Abdullah
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Palestina: putusan pengadilan Israel batal dan tidak sah

Ramallah (ANTARA) – Presiden Palestina pada Ahad (17/3) mengutuk putusan pengadilan Israel mengenai tempat shalat Bab Ar-Rahma di dalam Kompleks Masjid Al-Aqsha di Al-Quds, dan menegaskan bahwa putusan itu batal dan tidak sah.

Putusan tersebut, kata presiden Palestina di dalam satu pernyataan, adalah kelanjutan dari peningkatan serangan terhadap Al-Quds dan tempat sucinya.

“Putusan Israel itu batal dan tidak sah; itu bertentangan dengan resolusi internasional yang menyatakan Al-Quds (Jerusalem) Timur, termasuk Masjid Al-Aqsha/Al-Haram Asy-Syarif, adalah bagian dari wilayah Palestina yang diduduki pada 1967 dan tidak berada di wewenang lembaga kehakiman Israel,” kata pernyataan presiden Palestina.

Pernyataan tersebut menyatakan pemerintah pendudukan Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas reaksi dari putusan berbahaya Israel itu dan dari setiap perubahan pada status sejarah dan hukum Masjid Al-Aqsha. Bab Ar-Rahma (Golden Gate) adalah bagian utuh Kompleks Masjid Al-Aqsha.

Pengadilan Israel pada Ahad menutup Bab Ar-Rahma buat orang Muslim yang akan shalat dan memberi Departemen Waqaf Islam, yang berwenang atas Masjid Al-Aqsha, waktu 60 hari untuk mengajukan banding atas putusan itu.

Departemen Waqaf dan Pemerintah Jordania, yang menjadi pengawas tempat suci umat Muslim di Al-Quds –yang diduduki, telah menolak putusan pengadilan tersebut dan mengatakan pengadilan itu tidak memiliki wewenang atas Masjid Al-Aqsha,yang murni milik umat Muslim.

Sumber: WAFA

Baca juga: Israel larang tujuh perempuan Palestina masuk Al-Aqsha
Baca juga: Indonesia sediakan makanan berbuka puasa di Masjid Al-Aqsa

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gerilyawan dukungan AS peras pengungsi Suriah di Kamp Ar-Rukban

Reuter

Moskow (ANTARA) – Komite koordinasi Suriah dan Rusia yang mengawasi kepulangan orang Suriah yang mengungsi mengungkapkan bahwa penghuni Kamp Ar-Rukban menjadi sasaran bentuk baru pemerasan oleh kelompok gerilyawan yang memiliki hubungan dengan AS yang tersebar di Daeah At-Tanf.

Komite tersebut mengatakan di dalam satu pernyataan pada Ahad (17/3) sejak Mei 2018, lebih dari 800 orang Suriah yang mengungsi dan keluar dari Kamp Ar-Rukban, dipaksa membayar uang sebanyak 300 dolar AS per orang kepada kelompok gerilyawan tersebut, kata Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang. Tujuan pembayaran uang itu ialah agar mereka diizinkan meninggalkan kamp tersebut.

Ditambahkannya tak seorang pun bisa keluar, sebab orang tua, perempuan orang cacat dan anak kecil tidak mempunyai uang.

“Orang Suriah itu yang telah meninggalkan kamp tersebut takut untuk melaporkan peristiwa ini secara terbuka karena mereka takut itu bisa membahayakan mereka yang masih ada di sana, terutama keluarga mereka,” tambah pernyataan tersebut.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

10 warga sipil tewas dalam pemboman koalisi-AS di Kamp Al-Baghouz

Reuter

Deir Ez-Zour (ANTARA) – Sepuluh warga sipil tewas dalam agresi baru yang dilancarkan oleh koalisi pimpinan AS terhadap Kamp Al-Baghouz di pinggira tenggara Dei Ez-Zour.

Beberapa sumber sipil mengatakan kepada wartawan SANA beberapa pesawat koalisi pimpinan AS pada Ahad (17/3) membom Kamp Al-Baghouz dan daerah sekitarnya, sehingga merenggut 10 jiwa warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan yang menyelamatkan diri dari kejahatan gerilyawan Da’esh di pinggir tenggara Deir Ez-Zour di sepanjang perbatasan Irak.

Sumber tersebut menyatakan serangan udara yang terus dilancarkan oleh koalisi telah membuat daerah Al-Baghouz benar-benar menjadi puing, belum lagi bertambahnya jumlah orang yang tewas, terutama anak kecil, demikian laporan SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang.

Pada Senin (11/3), tak kurang dari 50 warga sipil –termasuk anak-anak dan perempuan– gugur dalam pembantaian baru yang dilancarkan oleh koalisi internasional pimpinan AS di Kamp Al-Baghouz di bagian timur Deir Ez-Zour.

Beberapa sumber setempat mengatakan lebih dari 50 warga sipil meninggal dan sejumlah lagi cedera akibat serangan udara oleh koalisi pimpinan AS terhadap Kamp Al-Baghouz.

Sumber itu menyatakan agresi koalisi internasional pimpinan AS tersebut ditujukan kepada puluhan keluarga yang berusaha menyelamatkan diri dari daerah tempat anggota Da’esh berada.

Menurut jumlah itu, jumlah korban meninggal tampaknya akan bertambah sebab kebanyakan orang yang cedera menderita luka serius.

Pada Kamis dua pekan lalu (7/3), beberapa pesawat tempur koalisi pimpinan AS membom tempat pertemuan warga sipil dengan menggunakan fosfor putih di sekitar Desa Al-Baghouz di dekat perbatasan Suriah-Irak, sehingga menewaskan banyak warga sipil, kebanyakan perempuan dan anak kecil.

Koalisi pimpinan AS sering melancarkan serangan udara dan melakukan pembantaian dengan dalih “memerangi kelompok teror Da’esh”.

Sejak koalisi tersebut dibentuk secara tidak sah di luar jurisdiksi Dewan Keamanan PBB pada Agustus 2014, dengan dalih “memerangi petempur Da’esh”, koalisi itu telah melakukan pembantaian terhadap warga sipil yang tak berdosa, menewaskan ratusan orang, dan melukai banyak warga lain dan menghancurkan prasarana.

Suriah telah berulangkali menuntut, melalui puluhan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden Dewan Keamanan PBB, tindakan segera dan sungguh-sungguh bagi dihentikannya serangan semacam itu dan dilakukannya tindakan yang perlu untuk menetapkan mekanisme independen internasional guna menyelidiki kejahatan koalisi tersebut.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Palestina bunuh tentara Israel dalam serangan senjata dan pisau di Tepi Barat

Jerusalem (ANTARA) – Seorang warga Palestina menusuk seorang tentara Israel hingga tewas di Tepi Barat, yang diduduki Israel, pada Ahad dan menggunakan senjatanya untuk melukai seorang tentara lain dan seorang pemukim Yahudi sebelum meloloskan diri, kata para pejabat Israel.

Insiden tersebut terjadi di persimpangan dekat Ariel, satu permukiman besar, tempat warga Palestina itu, menusuk dan merebut senjata tentara Israel itu, menembak ke arah tiga kendaraan, dan menghajar seorang warga sipil, kata militer Israel.

Ia kemudian membajak sebuah mobil, mengemudikannya ke persimpangan terdekat tempat ia menembak seorang tentara kedua sebelum melarikan diri ke sebuah desa Palestina.

Sejauh ini belum diketahui dengan jelas apakah lebih dari satu penyerang terlibat. Para pejabat di permukiman Yahudi mengidentifikasi warga sipil yang terluka ialah seorang rabbi setempat. Para pejabat rumah sakit mengatakan ia dalam keadaan kritis.

Dalam keterangannya pada sidang kabinet mingguan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut beberapa penyerang, dengan mengatakan,”Pasukan keamanan sedang memburu para penyerang itu. Saya merasa yakin mereka akan ditangkap.”

Baca juga: Warga Palestina ditembak saat hendak tikam warga Israel
Baca juga: Pasukan Israel tahan 13 warga Tepi Barat, Palestina
Baca juga: Pasukan Israel tewaskan warga Palestina di Tepi Barat

HAMAS, yang memerintah Jalur Gaza, memuji serangan di Tepi Barat itu sebagai “tanggapan lumrah atas kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh penjajah Israel”. Pernyataan itu tak menyebutkan pihak yang bertanggung jawab.

Di bagian selatan Jalur Gaza, serangan tersebut diumumkan di tempat-tempat ibadah dan pegiat HAMAS membagi-bagikan permen kepada para pejalan kaki sebagai bentuk kegembiraan mereka.

Militer Israel menyatakan pihaknya belum tahu para penyerang itu masuk kelompok organisasi apa.

Para warga Palestina, banyak di antara mereka tanpa diketahui ikut bergabung dengan kelompok-kelompok militan, melancarkan serangan-serangan di Tepi Barat pada penghujung tahun 2015 dan 2016, tetapi insiden-insiden seperti itu sejak itu menurun.

Israel menduduki Tepi Barat Sungai Yordan dalam perang Timur Tengah tahun 1967. Pihak Palestina ingin mendirikan sebuah negara di sana dan di Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Perundingan perdamaian Israel-Palestina gagal tahun 2014.

Sumber: Reuters

Pewarta: Mohammad Anthoni

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ashrawi, setelah serangan di Selandia Baru, serukan persatuan

Ramallah (ANTARA) – Setelah serangan terhadap dua masjid di Selandia Baru pada Jumat, Hanan Ashrawi sebagai anggota Komite Pelaksana Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengutuk serangan teroris tersebut dan menyerukan persatuan guna menanggulangi praduga dan kebencian.

“Atas nama pemimpin dan rakyat Palestina, saya menyampaikan simpati kami yang paling dalam dan belasungkawa sepenuh hati kepada keluarga yang berduga akibat serangan teroris yang mengerikan ini terhadap orang tak bersalah yang sedang shalat di dua masjid Selandia Baru, Jumat ini. Doa kami bersama keluarga korban, termasuk beberapa keluarga Palestina, yang kehilangan orang yang mereka cintai atau orang yang mereka cintai sekarang berjuang melawan luka serius,” kata Ashrawi di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat (15/3) malam.

“Kami juga menyampaikan simpati dan dukungan kami buat rakyat dan pemerintah Selandia Baru dan memuji Perdana Menteri Jacinda Ardem atas kepemimpinannya pada masa sulit ini.”

Pejabat PLO itu menambahkan, “Serangan mengerikan ini adalah serangan terhadap inti kemanusiaan bersama kita sebab itu adalah serangan yang dilatarbelakangi oleh praduga dan kebencian yang tak terlihat. Hari ini, banyak keluarga di Selandia Baru, Palestina dan dari negara lain di seluruh dunia bersatu dalam kepedihan dan kesedihan mereka. Kami percaya bahwa semua energi harus pertama-tama dipusatkan pada penyembuhan luka moral dan fisik yang tak terhapuskan akibat diumbarnya kebencian dan kefanatikan dengan cara yang paling keras dan ekstrem.”

Ashrawi juga memperingatkan, “Ideologi ekstremis dan eksklusif dari kelompok apa pun menghilangkan rasa kemanusiaan orang lain dengan memanfaatkan penafsiran yang keliru dan penyimpangan keinginan serhingga menjadi alasan buat kekerasan. Sayangnya, ucapan kebencian dan hasutan telah ditolerir terlalu lama. Fanatisme dan rasisme telah menjadi kondisi normal. Praduga, termasuk Islamofobia, Anti-Semitisme dan Kebencian terhadap orang asing merasuki penyimpangan masyarakat oleh politisi yang mengeksploitasi kebodohan, mengobarkan api kebencian, dan menebar ketakutan bagi konsep politik sinis.”

Wanita pejabat tersebut mengatakan masyarakat dunia memiliki “tanggung-jawab moral bersama untuk menghadapi arus utama permusuhan yang tercela ini. Sebagai pemimpin, kita memiliki kewajiban moral dan kepentingan bersama untuk mengambil pelajaran yang layak dari tragedi ini dan melindungi masyarakat kita dari momok kebencian dan kekerasan. Bukannya mentolerir hasutan dan praduga, kita harus bekerja untuk mendorong toleransi, martabat, dan penerimaan sebagai nilai kemanusiaan bersama kita.”

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kelompok Suriah dukungan AS bantah buat perjanjian kirim tawanan IS ke Irak

Beirut (ANTARA) – Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat pada Jumat membantah telah membuat perjanjian untuk menyerahkan para petempur IS yang ditangkap asal Irak atau keluarga mereka ke Irak.

Juru bicara SDF Kino Gabriel mengutip para pejabat Irak yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan baru-baru ini yang menyebutkan sudah ada kesepakatan untuk menyerahkan para petempur IS asal Irak dan anggota keluarga mereka ke Baghdad.

“(SDF) membantah keabsahan pernyataan-pernyataan tersebut dan menjelaskan bahwa tak ada perjanjian seperti itu dengan pemerintah Irak,” kata Gabriel dalam pernyataan yang dicuit oleh SDF.

Para pejabat Irak mengatakan pada Februari bahwa SDF, yang berusaha merebut kantung terakhir IS di bagian timur Suriah, telah menyerahkan lebih 280 tawanan asal Irak dan asing ke pihak militernya dan sudah ada perjanjian untuk menyerahkan para petempur lagi.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan pada Senin bahwa sekitar 2.000 warga Irak di Suriah, termasuk kaum wanita dan anak-anak yang telah meninggalkan kantung IS itu, dipekirakan akan dipulangkan dalam beberapa pekan berdasarkan satu perjanjian dengan Baghdad.

SDF telah menangkap ribuan petempur IS dalam operasinya di teritorial kelompok itu sejak 2015, yang berkulminasi pada serangan terhadap kantung terakhir IS di Baghouz, di bagian timur Suriah.

Puluhan ribu orang telah keluar dari Baghouz dan kawasan-kawasan di dekatnya sejak SDF mulai melancarkan “serangan akhir” tiga bulan lalu, termasuk sejumlah besar pendukung IS dan para anggota keluarga mereka, termasuk warga Irak.

Ini telah menimbulkan krisis kemanusiaan di kamp-kamp pengungsian yang dirancang hanya untuk menampung sejumlah kecil orang.

Nasib orang-orang asing juga telah membuat satu tantangan, dengan SDF menuding beberapa negara tak berbuat cukup untuk mengambil warga negaranya.

Sumber: Reuters
sdfBaca juga: SDF dukungan AS serang wilayah kantong terakhir ISIS
Baca juga: ISIS masih bisa lancarkan serang balik di Raqqa

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Turki kecam laporan HAM AS yang kontroversial

Ankara (ANTARA) – Kementerian Luar Negeri Turki pada Kamis (14/3) mengecam laporan hak asasi manusia AS yang “berisi tuduhan palsu, informasi yang tidak akurat dan komentar yang bias” mengenai Turki.

Satu pernyataan dari kementerian itu mengatakan upaya Turki untuk memerangi terorisme sejalan dengan hak asasi manusia dan hukum internasional, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat sore. Namun laporan tersebut mencerminkan Turki sebagai “pelanggar”.

Kementerian Luar Negeri itu menuduh laporan yang kontroversial tersebut dan dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS menggambarkan teroris dan orang yang mendukung upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016 sebagai “tahanan politik”.

Ankara, katanya, kecewa bahwa Washington tak bisa memahami perang Turki melawan kelompok teror ganas –terutama PKK, FETO/PDY, Da’esh dan DHKP-C.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cendekiawan Muslim kutuk agresi Israel ke Masjid Al-Aqsha

Ankara (ANTARA) – Uni Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) pada Kamis (15/3) mengutuk serangan baru-baru ini oleh polisi Israel terhadap Muslim Palestina di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha, tempat suci umat Muslim yang sering menjadi tempat bentrokan.

“Penutupan baru-baru ini terhadap Kompleks Masjid Al-Aqsha, serta serangan terhadap orang yang sedang beribadah oleh polisi Israel, merupakan serangan nyata terhadap tempat suci Islam,” kata IUMS, yang berpusat di Doha, Qatar, di dalam satu pernyataan.

Organisasi tersebut juga menyalahkan negara Arab karena diduga berusaha menormalkan hubungan dengan Israel.Perang Arab Israel 1967. Israel mencaplok seluruh kota itu pada 1980, dalam tindakan yang tak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pewarta: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia tawarkan jadi tuan rumah dialog damai Afghanistan

Di antara negara-negara mayoritas Muslim, Indonesia adalah negara pertama yang menawarkan dukungan penuh untuk proses perdamaian Afghanistan

Jakarta (ANTARA) – Indonesia menawarkan untuk menjadi tuan rumah Dialog Damai Intra-Afghanistan (Intra-Afghan Peace Dialog) guna mendorong kemajuan proses perdamaian antara berbagai pihak di Afghanistan.

“Hari ini kami melakukan diskusi yang produktif selama pertemuan. Kami mencapai pemahaman bersama pada sejumlah masalah besar, termasuk ide untuk Indonesia menjadi tuan rumah Dialog Damai Intra-Afghanistan sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di Afghanistan,” kata Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani di Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Afghanistan usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RI Retno Marsudi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.

Menlu Rabbani menyampaikan bahwa pemerintah Afghanistan sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh Indonesia untuk kemajuan proses perdamaian di Afghanistan.

“Di antara negara-negara mayoritas Muslim, Indonesia adalah negara pertama yang menawarkan dukungan penuh untuk proses perdamaian Afghanistan. Hal itu sangat kami hargai,” ujar dia.

Rabbani menambahkan, Pertemuan Trilateral Ulama Indonesia-Pakistan-Afghanistan, yang berlangsung tahun lalu di Bogor dan diprakarsai oleh pemerintah Indonesia, merupakan langkah yang signifikan dalam mendorong proses perdamaian di Afghanistan.

“Pertemuan para ulama dari seluruh dunia Muslim yang bertujuan mendukung proses perdamaian di Afghanistan itu sangat penting. Pertemuan itu telah menghasilkan deklarasi yang mendukung proses perdamaian Afghanistan dan menyerukan kepada pihak Taliban untuk mengakhiri kekerasan terhadap rakyat Afghanistan dan untuk menerima tawaran perdamaian yang diberikan oleh pemerintah Afghanistan,” kata dia.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kembali menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam proses dan upaya mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

“Indonesia ingin melihat saudara-saudara kita di Afghanistan dapat hidup bebas dalam perdamaian dan bebas dari konflik,” kata Retno.

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Palestina prihatinkan upaya perusahaan Yunani dalam proyek Israel

Athena (ANTARA) – Duta besar Palestina untuk Athena Marwan Toubassi pada Kamis (14/3) menyampaikan keprihatinan mengenai rencana perusahaan Yunani untuk ikut dalam tender bagi perluasan rel kereta yang menghubungkan permukiman Yahudi di Tepi Barat Sungai Jordan dan permukiman Yahudi dengan Al-Quds (Jerusalem).
 
Toubassi menyatakan jika benar perusahaan Yunani akan ikut dalam tender rel kereta layang, itu akan menjadi pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, resolusi PBB dan Dewan Keamanan, terutama Resolusi 2334 Dewan Keamanan PBB Desember 2016.

Pada 23 Januri, harian Yunani Kathimerini melaporkan perusahaan angkutan kota Athena STASY adalah bagian dari satu konsorsium enam perusahaan besar yang akan diperkecil dalam dua tahap tender bagi pengoperasian dan pemeliharaan sistem kereta rel layang di Al-quds.

Perusahaan pembangunan Yunani, Terna SA, juga dikatakan menjadi bagian dari Konsorsium Pangea, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.

Menurut laporan Kathimerini, STASY akan mengambil-alih operasi jaringan rel kereta yang bernilai dua miliar dolar AS selama 15-20 tahun dan pemeliharaannya selama 25 tahun.

Toubassi mengecam keikut-sertaan perusahaan Yunani di dalam proyek itu dan mencapnya “melayani proyek kolonialis-pemukim di Israel dan penggerogokan keutuhan wilayah Negara Palestina”.

Toubassi menyatakan keikut-sertaan tersebut bertentangan dengan posisi resmi Yunani –yang menyerukan diakhirinya pendudukan Israel dan berdirinya Negara Palestina dengan dasar perbatasan 4 Juni 1967 dengan Al-Quds Timur sebagai ibu kotanya.

Ia juga menyatakan itu akan merusak hubungan persahabatan bersenjata Palestina dengan Yunani, dan perusahaan yang ikut bisa dikenakan hukuman serta memberikan ganti-rugi keuangan dan membuat perusahaan tersebut masuk daftar hitam karena melakukan bisnis denegan proyek permukiman Yahudi.

Diplomat Palestina itu juga menyatakan ia telah mengajukan pertanyaan ke Kementerian Luar Negeri Yunani dan bertemu dengan beberapa pejabat untuk menjelaskan kepada mereka mengenai konsekuensi bagi keikut-sertaan semacam itu, dan mendesak mereka agar menekan perusahaan tersebut mundur dari tender sebelum 18 Maret.

Setelah pernyataan Toubassi, 20 anggota Parlemen Yunani mengajukan permintaan kepada Menteri Perhubungan dan dan Prasarana Yunani Christos Spirtzis, dan mendesak dia melakukan penyelidikan mengenai masalah itu.

 Sumber: WAFA

Baca juga: Pengusaha Yunani tertarik tanam modal di Indonesia
Baca juga: Sembilan dari 10 pegawai swasta Yunani hadapi kondisi buruk 

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia Minta Dukungan Afghanistan untuk Keanggotaan Dewan HAM

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Republik Indonesia meminta dukungan dari Afghanistan untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) periode 2020-2022.

Permintaan dukungan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, di Jakarta, Jumat.

“Indonesia meminta dukungan bagi pencalonan untuk keanggotaan di Dewan HAM PBB periode 2020-2022 pemilihannya akan berlangsung pada Oktober 2019 di New York,” ujar Menlu Retno.

Menlu RI sebelumnya pada bulan lalu telah meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022 di Markas PBB di Jenewa, Swiss.

Menlu Retno pada pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Dewan HAM PBB Sesi ke-40, juga menyampaikan komitmen Indonesia sebagai mitra terpercaya bagi demokrasi, pembangunan, dan keadilan sosial.

Indonesia merupakan salah satu anggota pendiri Dewan HAM PBB, dan sebelumnya telah empat kali menjadi anggota Dewan HAM untuk periode 2006-2007, 2007-2010, 2012-2014 dan 2015-2017.

Dalam pencalonan kali ini, terdapat lima kandidat dari kelompok Asia Pasifik, yaitu Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Marshall Island, dan Iran yang akan memperebutkan empat kursi.

Dewan HAM memiliki 47 anggota yang dipilih oleh Majelis Umum PBB dan bersidang sedikitnya tiga kali dalam setahun.

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia Siap Berkontribusi Proses Perdamaian di Afghanistan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani kembali menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia siap berkontribusi dalam proses dan upaya mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

“Dalam pertemuan tadi, Indonesia kembali menegaskan komitmen dan dukungan penuh bagi perdamaian Afghanistan. Kami membahas berbagai kemajuan dalam proses penciptaan perdamaian. Indonesia siap berkontribusi dalam proses perdamaian di Afghanistan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu RI usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Afghanistan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.

Menurut Menlu Retno, berdasarkan perspektif Pemerintah RI, Indonesia dapat berkontribusi dalam tiga hal untuk proses perdamaian di Afghanistan, yaitu dalam proses membangun rasa saling percaya (trust building), upaya pembangunan perdamaian (peace building), dan menggalang dukungan di fora internasional.

“Pertama, ‘trust building’ merupakan elemen penting dalam tiap proses perdamaian. Tahun lalu Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Indonesia-Pakistan-Afghanistan. Indonesia siap memfasilitasi berbagai kegiatan ‘trust building’ untuk perdamaian Afghanistan,” ujar Menlu Retno.

Kedua, untuk proses pembangunan perdamaian dan “state building”, Indonesia menawarkan bantuan pembangunan kapasitas dan beasiswa kepada pemerintah dan warga Afghanistan.

“Indonesia menawarkan 100 beasiswa di bidang minyak, gas, dan pertambangan. Indonesia juga memberikan pelatihan untuk para diplomat Afghanistan serta pelatihan untuk prosedur ekspor impor,” ujar Menlu Retno.

Selain itu, Pemerintah Indonesia siap berbagi pengalaman dan praktik terbaik tentang penyelenggaraan pemilu kepada Afghanistan yang akan menyelenggarakan pemilihan umum dalam waktu dekat.

“Isu tentang perempuan juga sangat penting, maka salah satu program pembangunan kapasitas yang diberikan adalah terkait isu pemberdayaan perempuan,” kata Menlu RI itu pula.

Saat ini, Pemerintah Indonesia juga berupaya untuk menyelesaikan pembangunan Indonesia Islamic Center (IIC) di Kabul, dan juga memulai pembangunan klinik kesehatan di dalam IIC.

Ketiga, pemerintah Indonesia dapat berkontribusi dalam proses perdamaian di Afghanistan dengan menggalang dukungan dari berbagai fora internasional.

“Di fora internasional, termasuk PBB, Indonesia terus menggalang dukungan bagi proses perdamaian Afghanistan. Indonesia bersama Jerman sedang merumuskan resolusi untuk perpanjangan misi UNAMA (Misi Bantuan PBB di Afghanistan),” ujar Menlu Retno.

“Indonesia juga terus mendorong PBB untuk mendukung proses perdamaian dan stabilitas di Afghanistan,” katanya pula.

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Buku baru: mantan pemimpin Taliban hidup di depan mata AS

Kabul (ANTARA) – Satu buku biografi mantan pemimpin Taliban, yang bermata satu, Mullah Omar, menyebutkan ia tinggal di dekat satu pangkalan AS selama bertahun-tahun, bukan di Pakistan seperti yang telah dikatakan para pejabat Amerika.

Buku itu mengungkapkan kegagalan Barat untuk melacak dia. Tapi seorang juru bicara presiden Afghanistan menggambarkan pernyataan tersebut sebagai “khayalan”.

Di dalam bukunya, “Op Noek Naar De Vijand (Mencari Seorang Musuh)”, wartawati Belanda Bette Dam mengatakan Mullah Omar tak pernah tinggal di negara tetangga Afghanistan, Pakistan.

Milisi Taliban, yang dipimpin Mullah Omar, menguasai Afghanistan dari 1996 sampai 2001, dan telah melancarkan perlawanan anti-pemerintah sejak itu.

Mullah Omar, yang melimpahkan kemimpinan Taliban sejak 2001, tampaknya telah bertindak lebih sebagai pemimpin spiritual, kata buku tersebut, sebagaimana dilaporkan Reuters –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Dan gerakan garis keras itu merahasiakan kematiannya pada 2013 selama dua tahun.

Ia dicari di Amerika Serikat karena menyediakan tempat bersembunyi buat pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden, yang disebut-sebut menjadi otak serangan 11/9 di Amerika Serikat dan bersembunyi di Pakistan. Washington telah menjanjikan imbalan 10 juta dolar AS untuk pemberi keterangan mengenai keberadaan Osama.

Pasukan AS bahkan menggeledah tempat tinggalnya dalam satu kejadian, tapi gagal menemukan tempat persembunyian Omar, kata Dam kepada Reuters.

“Buku tersebut menggaris-bawahi kegagalan dinas intelijen Barat pada saat para pejabat AS dan Taliban mengadakan pembicaraan perdamaian guna mengakhiri perang 17-tahun di Afghanistan,” kata wartawati itu.

Kedutaan besar AS di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, belum menanggapi permintaan untuk memberi komentar. Amerika Serikat telah menghentikan Dana Dukungan Koalisi buat Pakiatan akibat “kegagalannya” untuk melakukan tindakan tegas terhadap anggota Taliban Afghanistan yang beroperasi dari wilayah Pakistan.

Haroon Chakhansuri, Juru Bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, “dengan tegas membantah” buku tersebut dan mengatakan itu adalah “pernyataan khayalan” bahwa Omar berada di Afghanistan.

“Kami memiliki cukup bukti yang memperlihatkan ia (Omar) menetap dan meninggal di Pakistan …,” kata Chakhansuri di akun Twitter.

Amrullah Saleh, mantan kepala dinas intelijen Afghanistan dan calon dalam pemilihan presiden mendatang, juga menolak buku itu.

“Apa yang disebut laporan investigasi dan menyatakan Mullah Omar tinggal dan meninggal di Afghanistan tak lebih dari sepotong propaganda manipulatif,” katanya di akun Twitter.

Pada Juli 2015, Taliban secara resmi mengkonfirmasi Mullah Omar telah meninggal dua tahun sebelumnya.

Putra paling tua Mullah Omar, Mohammad Yaqoob, mengatakan di dalam rekaman audio pada September 2015 bahwa ayahnya telah menderita hepatitis C dan meninggal di Afghanistan.

Dam sebelumnya telah menerbitkan buku mengenai Afghanistan dan menjadi pengajar tamu mengenai Afghanistan di Sciences Po di Paris.

Buku Dam diterbitkan dalam Bahasa Belanda pada Februari.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

150 pemukim Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Al-Quds (ANTARA) –  Sebanyak 150 pemukim Yahudi pada Kamis masuk secara paksa ke dalam Kompleks Masjid Al-Aqsha, yang sering menjadi tempat bentrokan di Al-Quds (Jerusalem) Timur, yang diduduki Israel, kata seorang pejabat Palestina.

“Sebanyak 150 pemukim Yahudi –yang didukung oleh sedikitnya 30 polisi– telah masuk secara paksa ke dalam kompleks masjid tersebut sejak pagi,” kata Firas Ad-Dibs, Juru Bicara Lembaga Waqaf Agama di Al-Quds –lembaga Jordania yang bertugas mengawasi tempat suci Muslim dan Kristen di kota tersebut– kepada Kantor Berita Turki, Anadolu.

Setelah memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha melalui Gerbang Al-Mugharbah, pemukim Yahudi itu terus melakukan perjalanan di kompleks tersebut, kata Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Mereka berjalan di halaman Masjid Kubbah Shakhrah (Dome of the Rock) dan Al-Qibali, kata pejabat itu.

Menurut Ad-Dibs, sejumlah pemukim Yahudi berusaha melakukan upacara agama Yahudi sebelum meninggalkan tempat tersebut melalui Gerbang As-Silsila,

Peningkatan ketegangan belakangan ini terjadi sehari setelah pemerintah Israel untuk sementara menutup Kompleks Masjid Al-Aqsha buat orang Palestina yang ingin beribadah, sehingga makin meningkatkan ketegangan di tempat suci tersebut –yang menjadi tempat bentrokan.

Ketegangan meningkat terus di Al-Quds sejak Februari, ketika polisi Israel menutup sebentar Gerbang Ar-Rahmah (Golden Gate), sehingga memicu kemarahan rakyat Palestina.

Dalam beberapa pekan sesudahnya, pemerintah Israel telah melarang banyak orang Palestina –termasuk tokoh agama– memasuki Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Muslim setelah Mekkah dan Madinah.

Israel menduduki Al-Quds Timur, tempat Masjid Al-Aqsha berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel kemudian mencaplok seluruh kota itu pada 1980, dalam tindakan yang tak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
Sumber: Anadolu 
Baca juga: Pemukim Yahudi cabuti anak pohon Zaitun-Almond di dekat Nablus
Baca juga: Palestina kutuk serangan oleh pemukim Yahudi

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PLO: laporan HAM AS dimaksudkan untuk membersihkan pendudukan Israel

Ramallah (ANTARA) – Laporan Hak Asasi Manusia yang dikeluarkan AS dimaksudkan untuk mencuci-bersih pendudukan Israel dan memaafkan pelanggaran HAM terhadap rakyat Palestina, kata Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hanan Ashrawi pada Selasa.

Sangat jelas bahwa Pemerintah Presiden Donald Trump menggerakkan semua lembaga pemerintah untuk mencuci-bersih pendudukan Israel dan pelanggaran HAM, yang sudah berurat-akar,” kata Ashrawi di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.
“Laporan tersebut juga berusaha tidak mempertimbangkan kenyataan dengan menghilangkan kenyataan yang tak bisa dipungkiri mengenai pendudukan Israel atas wilayah Palestina, dan mencerminkan kegila-gilaan pemerintah ini dengan pilihan versi palsu mengenai kenyaaan dan keabsahan.”

Pejabat PLO tersebut mengatakan kebanyakan keberatan ialah penghapusan laporan itu mengenai identitas nasional rakyat Palestina dan akar yang mendalam di tanah air mereka dengan merujuk rakyat Palestina sebagai “semata-mata warga” di tanah air mereka sendiri. “Ini sangat tercela secara moral dan politik.”

“Maksud penerbitannya jelas. Itu bertujuan membebaskan Israel dari tuduhan pelanggaran HAM-nya, yang tak bisa dipungkiri, karena dengan sengaja berusaha menggambarkan kebijakan rasis dan sikap pemerintah Israel sebagai ‘ramah’ meskipun ada kenyataan bahwa mereka menolak sejarah, kewarganegaraan dan hak asasi rakyat Palestina,” kata Ashrawi.

Ashrawi menambahkan, “Dalam upayanya yang bersemangat untuk membenarkan dan mengarus-utamakan agenda sayap-kanan di Israel, pemerintah Trump telah mengolok-olok ‘Laporan’ HAM dan kembali menegaskan keterlibatannya dalam mendorong dan mendukung pelanggaran HAM terhadap rakyat Palestina. Sikap hukum dan politik Palestina dan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah di bawah pendudukan Israel tak bisa diperdebatkan berdasarkan hukum internasional. Namun, penolakan fakta tak bisa mengubah kenyataan dan tak bisa mengubah kewajiban hukum dan moral semua negara berdasarkan hukum internasional untuk menghormati dan menjamin dihormatinya hak asasi manusia.”

“Pemerintah (Presiden AS Donald) Trump tidak menyia-nyiakan upaya untuk menetapkan kembali perannya yang merusak dan agenda yang bermusuhan di wilayah tersebut melakukan persekongkolan dengan Israel. Sia-sia untuk berhubungan dengan pelaku yang mengganggu seperti itu, terutama mengingat keengganan mereka bagi kenyataan dan sikap bermusuhan nyata terhadap hak asasi dan nasional rakyat Palestina. Namun, pemimpin Palestina dan rakyatnya akan terus bekerjasama dengan mitra yang memiliki nilai yang sama dengan kami mengenai perdamaian dan hukum internasional dengan dasar penghormatan, martabat dan keadilan.”
sumber: WAFA
Baca juga: LA sambut laporan PBB yang tuduh Israel lakukan kejahatan perang
Baca juga: Kantor PM Palestina sambut temuan komisi PBB mengenai protes Palestin
a
Baca juga: Indonesia desak PBB selidiki pelanggaran HAM Israel
Baca juga: Studi PBB: pendudukan Israel memiskinkan rakyat Palestina

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seorang pelajar Indonesia dibebaskan dari penyanderaan di Yaman

Jakarta (ANTARA) – Seorang pelajar asal Indonesia, Adib Nadim, dibebaskan dari penyanderaan oleh kelompok bersenjata di Yaman dan dipulangkan ke Tanah Air melalui Oman oleh KBRI Muscat, kata Meteri Luar Negeri Retno Marsudi. 

Adib yang telah tiba di Indonesia pada Rabu (13/2), sebelumnya ditangkap oleh kelompok bersenjata di Kota Yaslah yang berlokasi 30 kilometer selatan Yaman, pada 28 November 2018.

Ia ditahan selama 99 hari bersama sekitar tujuh warga negara asing lainnya hingga akhirnya dibebaskan pada 7 Maret 2019.

“Semalam kami berhasil membebaskan seorang WNI dan memulangkannya ke Tanah Air, setelah sempat ditangkap oleh kelompok bersenjata di Yaman. Pembebasan dan pemulangan ini tidak lepas dari kerja sama dan bantuan oleh otoritas Oman,” kata  Menlu Retno Marsudi usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah di Gedung Pancasila, Jakarta, Kamis.

Adib adalah seorang mahasiswa Universitas Darul Hadits, Sihr, Hadramaut. Ia berangkat ke Yaman untuk meneruskan studinya pada 2013.

Saat ditangkap, Adib sedang menemani sahabatnya, yakni seorang warga Malaysia, untuk menjenguk keluarganya di Kota Sanaa.

Upaya pembebasan Adib dilakukan lewat kerja sama dengan otoritas keamanan Kesultanan Oman dan kontak-kontak KBRI Muscat yang ada di Sanaa.

“Alhamdulillah saya bisa bebas. Terima kasih atas bantuan KBRI dan pemerintah yang sudah mengupayakan pembebasan saya”, ujar Adib saat diterima Duta Besar RI Muscat Mustofa Taufik Abdul Latif setelah pembebasan tersebut, seperti disampaikan melalui keterangan tertulis Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI.

Sejak konflik bersenjata pecah pada 2015, pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI untuk tidak berkunjung ke Yaman.

Hingga saat ini, imbauan tersebut belum dicabut karena secara umum situasi keamanan di Yaman dianggap belum kondusif bagi warga negara asing. 

Baca juga: Siti Aisyah dibebaskan dari dakwaan membunuh kakak Kim Jong-un
Baca juga: Seorang WNI dibebaskan dari penyanderaan di Sulu
Baca juga: Fraksi PKS DPR sebut perlu solusi komprehensif selesaikan penyanderaan WNI

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Oman tanam modal 10 miliar dolar untuk pembangunan kilang di Bontang

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia menyambut baik kerja sama antara perusahaan minyak dan gas asal Oman, Overseas Oil and Gas (OOG), dan PT Pertamina (Persero) yang menyepakati pembangunan kilang baru di Bontang, Kalimantan Timur, dengan investasi senilai 10 miliar dolar AS.

Proyek investasi tersebut dibahas oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah dalam pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis.

“Selain menggunakan kerangka kerja sama bilateral, Indonesia juga mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dengan Dewan Kerja Sama Negara Teluk (GCC), yang Oman menjadi salah satu anggotanya,” kata Menlu Retno.

Kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari itu ditargetkan dapat beroperasi efektif mulai 2025.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menlu juga sepakat untuk segera menandatangani kerja sama perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik, dinas, dan khusus, yang telah rampung dinegosiasikan.

Selain itu, Menlu Retno dan Menlu Yusuf sepakat mempercepat persetujuan angkutan udara dan persetujuan penghindaran pajak berganda yang pembahasannya sudah memasuki tahap akhir.

“Kami sepakat untuk terus meningkatkan hubungan kerja sama yang sudah berjalan dengan sangat baik,” tutur Menlu Retno.

Menlu Retno secara khusus menyampaikan apresiasinya atas bantuan pemerintah Oman kepada WNI, termasuk fasilitas yang diberikan pemerintah Oman dalam proses evakuasi WNI dari Yaman, saat terjadi krisis di negara tersebut.

Otoritas Oman kembali membantu proses pembebasan dan pemulangan seorang WNI yang sempat ditangkap oleh kelompok bersenjata di Yaman sejak November 2018.

“Hingga saat ini, pemerintah Oman juga membantu memfasilitasi pelajar Indonesia untuk keluar-masuk Yaman melalui Salalah, Oman,” tutur Menlu Retno.

Menlu Retno berharap Indonesia dan Oman bisa terus meningkatkan perannya untuk dunia yang lebih baik dan damai.

Di sisi lain, Menlu Yusuf menyebut pertemuan keduanya dengan Menlu Retno sebagai momentum yang baik untuk terus melanjutkan kerja sama investasi di Indonesia.

“Kami juga berkeinginan membahas bidang-bidang lain yang memungkinkan investasi antara kedua negara,” ujar dia.

Menlu Yusuf juga mengapresiasi posisi Indonesia yang tegas memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan mendukung perdamaian atas krisis yang terjadi di Arab dan Timur Tengah.

“Sejak berdirinya Negara Israel tahun 1948 kami berharap Palestina juga bisa merdeka. Kami sekarang mendukung berdirinya negara Palestina yang merdeka, independen dan strategis sehingga bisa menciptakan kondisi yang stabil dan aman di kawasan Timur Tengah,” kata dia.

Baca juga: Bangun kilang baru di Bontang, Pertamina gandeng perusahaan Oman

Baca juga: HNW tawarkan produk strategis Indonesia kepada Oman

Baca juga: Oman ingin impor labu siam Indonesia

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah Suriah temukan ranjau-peledak yang ditinggalkan Da’esh

Homs, Suriah (ANTARA) – Lembaga terkait Pemerintah Suriah pada Selasa (12/3) menemukan puluhan ranjau dan bahan peledak yang ditinggalkan oleh gerilyawan Da’esh, di Kota As-Sukhna dan sekitarnya, 80 kilometer di sebelah timur Palmyra, sebelum mereka meninggalkan kota tersebut saat menghadapi serangan militer Suriah.

Seorang ahli dalam bidang perlucutan ranjau mengatakan kepada Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang, bahwa pemerintah menemukan banyak ranjau dan bahan peledak dengan berat antara 50 dan 100 kilogram. Semuanya berisi C4 dan TNT.

Ahli itu menambahkan satuan Zeni melucuti ranjau tersebut dan meledakkannya untuk mengamankan seluruh wilayah itu dan mempersiapkan kepulangan banyak keluarga ke rumah mereka.
Sumber: SANA
Baca juga: Menlu Turki: koordinasi diperlukan untuk tumpas Da`esh di Suriah

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komite presiden cela dibebaskannya ekstremis Yahudi pembakar gereja

Ramallah (ANTARA) – Komite Tinggi Presiden Urusan Gereja di Palestina pada Selasa (12/3) mengutuk putusan satu pengadilan Israel untuk membebaskan ekstremis Yahudi yang membakar Gereja Sepulcher of Saint Mary di Al-Quds (Jerusalem).

Putusan itu diambil pengadilan setelah jaksa penuntut umum mencabut tuntutannya atas empat ekstremis Yahudi dengan dalih “bukti tidak cukup” meskipun keempatnya mengakui mereka membakar gereja tersebut dan menyemprotkan slogan rasis anti-Kristen di tembok gereja.

Komite itu mengatakan di dalam satu siaran pers, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi, putusan itu adalah penyelewengan dari keadilan, bahkan di pengadilan, ketika sampai pada penuntutan orang Yahudi. Sementara itu penguasa Yahudi menangkapi pemuda Palestina tanpa tuntutan atau bukti atau proses pengadilan untuk waktu lama dan jumlah mereka mencapai puluhan selama bertahun-tahun.

Baca juga: Wartawan: terorisme adalah pendudukan, bukan tv Al-Aqsha

Tindakan subversif dan rasis oleh ekstremis Yahudi itu di bawah perlindungan pengadilan dan pemerintah Israel akan mengarah kepada pembentukan generasi masa depan Israel yang dijejali gagasan dan perbuatan yang bermusuh terhadap orang Palestina.

Salah seorang ekstresmi Yahudi tersebut, yang dituduh membakar gereja itu, Yanoon Reovini –yang dibebaskan oleh pengadilan Israel, juga telah membakar Gereja Tabgha di Pantai Danau Tiberias di Israel Utara pada 2015.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Orang Palestina meninggal di Tepi Barat akibat tembakan Israel

Salfit (ANTARA) – Satu orang Palestina yang dibawa pada Selasa (12/3) ke rumah sakit di Kota Salfit, bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan, dengan luka parah akibat peluru yang ditembakkan tentara Israel mengenai jantungnya, telah meninggal, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Tentara Yahudi telah menyerbu kota tersebut untuk menyita rekaman kamera jalanan dan bentrokan terjadi dengan warga setempat, kata beberapa laporan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.

Tentara Israel melepaskan tembakan ke arah pemuda Palestina yang melempari mereka dengan batu, dan membuat jantung Mohammad Jamil Shaheen (23), dari Salfit ditembus peluru aktif.

Baca juga: Warga Palestina cedera saat pemukim Yahudi serbu Masjid Nabi Yunus

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan organisasi tersebut merawat 40 orang di lokasi itu karena mereka menderita luka tembak dan sesak nafas akibat menghirup gas air mata.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suriah kutuk pernyataan senator AS mengenai Dataran Tinggi Golan

Damaskus (ANTARA) – Suriah mengutuk dengan sekeras-kerasnya pernyataan yang dikeluarkan oleh Senator AS Lindsay Graham berkaitan dengan Dataran Tinggi, milik Suriah yang diduduki Israel, kata satu sumber resmi di Kementerian Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat di Damaskus pada Selasa (12/3).

Sumber tersebut mengatakan pernyataan Graham memperlihatkan mental congkak pemerintah AS dan memandang masalah wilayah itu dengan “mata Zionis” dengan cara yang menguntungkan kepentingan Israel.

Sumber tersebut mengatakan pernyataan Graham bukan hanya memperlihatkan pengabaian fakta sejarah dan geografis, itu juga memperlihatkan Amerika Serikat mengabaikan dan secara mencolok melanggar hukum internasional, demikian laporan Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang.

Ia menekankan bahwa semua resolusi PBB –terutama Resolusi 497 Dewan Keamanan PBB pada 1981 berdasarkan Pasal 7, yang disepakati dengan suara bulat oleh semua anggota Dewan Keamanan PBB termasuk AS, menegaskan status hukum Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah yang diduduki, dan keputusan penguasa pendudukan Israel untuk mencaploknya batal dan tidak sah.

Baca juga: Wapres AS bahas Suriah dengan Raja Jordania

Rakyat Suriah pada umumnya, dan rakyat di Dataran Tinggi Golan khusus, bertekad akan terus berjuang sampai Dataran Tinggi Golan dibebaskan secara penuh dan kembali ke tanah air, tambah sumber tersebut. Ia menyatakan pendudukan akhirnya akan berakhir, tak peduli berada lama itu akan berlangsung.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi Israel larang azan dari Masjid Al-Aqsha

Al-Quds (ANTARA) – Polisi Israel melarang azan dikumandangkan dari Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Muslim, dan menyerang orang Palestina yang berkumpul di luar Bab Al-Asbat, salah satu gerbang utama menuju Kompleks Masjid Al-Aqsha di Kota Tua Al-Quds (Jerusalem).

Polisi Israel melarang orang menunaikan Shalat Isya setelah polisi Israel menutup semua gerbang ke masjid itu untuk menghalangi orang beribadah di dalam tempat suci ketiga umat Muslim tersebut, kata beberapa saksi mata.

Jamaah telah menunaikan shalat sejak siang hari pada Selasa (12/3) di luar gerbang ke Kompleks Masjid Al-Aqsha setelah polisi menyerang orang yang beribadah di dalam kompleks itu dan mengusir mereka ke luar sebelum menutup semua gerbang dan melarang orang secara bebas beribadah di dalamnya. Polisi Israel menuduh “orang Muslim telah membakar pos polisi di dalam kompleks tersebut”.

Rakyat Palestina telah membantah tuduhan mengenai pembakaran itu, kata Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Sebagian warga Palestina menegaskan bahwa pembakaran tersebut diduga dilakukan oleh polisi Israel sendiri atau antek mereka untuk digunakan sebagai dalih bagi penutupan kompleks itu sebagai bagian dari rencana untuk memaksa ditutupnya tempat ibadah Bab Ar-Rahmah. Polisi Israel telah berusaha melakukan penutupan tersebut selama lebih dari tiga pekan.

Beberapa saksi mata mengatakan banyak polisi yang ditempatkan di dalam Kota Tua. tapi terutama di Gerbang Masjid Al-Aqsha menghalangi orang Palestina yang datang untuk menunaikan Shalat Isya di tempat terbuka di luar Bab Al-Asbat.

Baku-hantam terjadi di satu tempat dan polisi menggunakan kekerasan untuk mengusir orang yang mau beribadah.

Komisi Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan organisasi itu membawa empat orang yang cedera karena dipukuli ke rumah sakit.

Polisi Israel, katanya, menyerang petugasnya di Bab Al-Asbat dan melarang mereka berada di daerah tersebut.
 

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi Israel serang jemaah Masjid Al-Aqsha

Al-Quds (ANTARA) – Pasukan Israel menutup gerbang yang menjadi tempat bentrokan di Masjid Al-Aqsha di Al-Quds (Jerusalem) Timur di tengah bentrokan dengan warga Palestina, kata seorang pejabat Palestina pada Selasa.

“Puluhan prajurit Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha dan menyerang sejumlah tokoh agama,” kata Firas Ad-Dibbs, Juru Bicara Departemen Waqaf Islam Al-Quds, organisasi yang dikelola oleh Jordania dan bertanggung-jawab untuk mengawasi tempat suci Islam, di dalam satu pernyataan.

Ia mengatakan Direktur Masjid Al-Aqsha Omar Kiswani dan Sheikh Wasef Al-Bakri, Penjabat Hakim Tertinggi Pengadilan Agama Islam di Al-Quds, termasuk di antara orang yang diserang oleh polisi Israel.

Ia menyatakan pasukan Israel menyerang dengan menggunakan pentungan puluhan orang Muslim yang sedang beribadah di dekat Masjid Kubbah Ash-Shakhrah (Dome of the Rock) di kompleks tersebut, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

“Lima orang Palestina ditangkap dan ditahan untuk diinterogasi,” kata Ad-Dibs.

Tak ada laporan dari Pemerintah Israel mengenai laporan itu.

Ketegangan telah meningkat di Al-Quds sejak Februari, ketika polisi Israel sempat menutup Bab Ar-Rahmah di Kompleks Masjid Al-Aqsha, yang terletak berdampingan dengan tempat suci umat Yahudi, Tembok Barat (Bouraq/Tembok Ratapan), di Kota Tua Al-Quds, sehingga menyulut kemarahan demonstran Palestina.

Dalam beberapa pekan, Pemerintah Israel telah melarang sejumlah orang Palestina –termasuk tokoh agama– memasuki Kompleks Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Muslim setelah Mekkah dan Madinah.

Israel menduduki Al-Quds Timur, tempat Al-Aqsha berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel kemudian mencaplok seluruh kota itu pada 1980, dalam tindakan yang tak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Baca juga: Israel larang tujuh perempuan Palestina masuk Al-Aqsha

Baca juga: Tentara Israel gerebek Masjid Al Aqsa usai bentrokan

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PM Israel nyatakan izinkan uang ke gaza agar Palestina tetap terpecah

Al-Quds (ANTARA) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mengatakan pada Senin bahwa ia mengizinkan pengiriman uang ke Jalur Gaza untuk membuat Palestina tetap terpecah.

Harian Israel yang berbahasa Inggris Jerusalem Post, dengan mengutip sumber dalam satu pertemuan faksi Likud, melaporkan Netanyahu mempertahankan kebijakannya untuk mengizinkan jutaan dolar AS dari dana Qatar disalurkan ke Jalur Gaza, sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk membuat HAMAS dan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina terpisah.

Netanyahu, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa, mengatakan kepada faksinya bahwa siapa pun yang menentang Negara Palestina mesti mendukung pengiriman dana ke Jalur Gaza. Sebabnya ialah mempertahankan terpisahnya Tepi Barat Sungai Jordan –yang dikuasai Pemerintah Otonomi Nasional– dengan Jalur Gaza, yang dikuasai HAMAS, membantu menghalangi berdirinya Negara Palestina, kata Jerusalem Post.

Baca juga: Warga Palestina cedera saat pemukim Yahudi serbu Masjid Nabi Yunus

Baca juga: Warga Palestina cedera selama bentrokan di Ramallah

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres AS bahas Suriah dengan Raja Jordania

Washington (ANTARA) – Wakil Presiden AS Mike Pence membahas keputusan untuk meninggalkan “residu kehadiran AS” dengan Raja Jordania Abdullah pada Senin (11/3), kata Gedung Putih.

Kedua pemimpin tersebut juga membahas “kesempatan untuk bekerjasama dengan lebih erat mengenai penanggulangan terorisme di wilayah itu”, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.

Sebanyak 400 prajurit AS direncanakan tetap berada di Suriah setelah penarikan yang diumumkan secara tak terduga oleh Presiden AS Donald Trump pada Desember, sehingga mengguncang hubungan sekutu dekat AS di luar negeri dan mitra legislatif paling dekat Trump.

Trump mengakui akan membiarkan sebagian tentara AS tetap berada di Suriah untuk menenangkan sekutu mereka, dan sebanyak separuh kekuatan tersebut direncanakan ikut dalam apa yang dinamakan oleh Washington pasukan pemelihara perdamaian internasional di bagian timur-laut Suriah sementara yang lain akan digunakan untuk menamankan garnisun di Suriah Selatan.

Raja Abdullah melakukan kunjungan ke Washington pada Senin, dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo serta Penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan.

Pentagon menyatakan Shanahan dan Raja Abdullah membahas sumbangan Jordania buat koalisi pimpinan AS untuk mengalahkan Da’esh serta masalah lain keamanan dan pertahanan.

Selama pertemuannya dengan Raja Abdullah, Pompeo “kembali menegaskan kekuatan hubungan bilateral Jordania-AS dan membahas beberapa masalah kepentingan timbal-balik, termasuk komitmen Jordania buat pembangunan dan pembaruan ekonomi di wilayah tersebut berkaitan dengan konflik di Suriah”, kata Kementerian Luar Negeri AS.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

UNICEF: 2018 Tahun paling mematikan bagi anak-anak Suriah

Istanbul (ANTARA) – Tahun 2018 ditandai dengan paling tingginya angka kematian anak-anak di Suriah, saat perang saudara memasuki tahun kesembilannya, kata Badan PBB Urusan Anak-anak, UNICEF, Senin (11/3).

“Anak-anak di banyak bagian negeri itu masih menghadapi sangat banyak bahaya seperti kapan saja selama konflik delapan tahun tersebut,” kata Direktur Pelaksana UNICEF Henrietta Fore di dalam satu pernyataan.

“Pada 2018 saja, 1.106 anak-anak tewas dalam pertempuran –jumlah paling banyak anak yang menemui ajal dalam satu tahun sejak meletusnya perang. Ini baru jumlah yang bisa diabsahkan oleh PBB, yang berarti jumlah sesungguhnya mungkin jauh lebih banyak,” kata wanita pejabat itu.

Fore mengatakan 262 serangan dilancarkan terhadap lembaga pendidikan dan kesehatan pada 2018, yang ia gambarkan sebagai “jumlah paling banyak”, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Ia menyampaikan keprihatinan mengenai situasi di Idlib di bagian barat-laut Suriah, tempat “peningkatan kerusuhan dilaporkan telah menewaskan 59 anak kecil dalam beberapa pekan belakangan ini saja”.

“Anak-anak dan banyak keluarga di tanah tak bertuan terus hidup dalam ketidak-pastian. Situasi keluarga di Rukban, dekat perbatasan Jordania, terus menghadapi keputus-asaan, dengan akses terbatas ke makanan, air, tempat berteduh, perawatan kesehatan, dan pendidikan,” kata wanita pejabat tersebut.

Kondisi yang memburuk

Direktur UNICEF tersebut juga “khawatir dengan kondisi yang bertambah buruk di Kamp Al Hol di bagian timur-laut (di Gubernuran Hasakeh) yang saat ni menampung lebih dari 65.000 orang, termasuk sebanyak 240 anak tanpa pendamping atau yang terpisah dari keluarga mereka”.

“Sejak Januari tahun ini, hampir 60 anak dilaporkan meninggal saat melakukan perjalanan sejauh 300 kilometer dari Baghouz di Suriah Timur menuju kamp itu,” katanya.

Nasib anak-anak petempur asing di Suriah masih tidak jelas,” kata wanita pejabat itu.

UNICEF “mendesak negara anggota agar memikul tanggung-jawab untuk anak-anak yang kewarganegaraan mereka atau yang dilahirkan dalam kewarganegaraan mereka dan melakukan tindakan untuk melindungi anak-anak menjadi tidak memiliki negara”.

Badan PBB tersebut, kata Fore, kembali menyampaikan seruan “kepada semua pihak dalam konflik itu, serta mereka yang memiliki pengaruh atas mereka, untuk memprioritaskan perlindungan buat semua anak, tak peduli siapa yang menguasai daerah mana dan tak peduli dugaan afiliasi keluarga seorang anak”.

Sebelum konferensi pemberian janji di Brussels pada 12-14 Maret, Fore mendesak negara donor agar “mempertahankan kebaikan mereka buat anak-anak Suriah dan negara tetangganya”.

Suriah baru saja keluar dari konflik yang menghancurkan negeri tersebut, yang meletus pada 2011, ketika Pemerintah Presiden Bashar al-Assad menindas demonstran dengan kekuatan yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Ratusan ribu warga sipil telah tewas atau meninggalkan tempat tinggal mereka akibat konflik itu, terutama akibat serangan udara pemerintah terhadap daerah yang dikuasai oposisi.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Palestina cedera selama bentrokan di Ramallah

Ramallah (ANTARA) – Satu orang Palestina ditembak di kaki dengan peluru aktif oleh tentara Israel selama bentrokan pada Senin (11/3) di jalan masuk ke Desa Nabi Saleh di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, kata seorang pegiat setempat.

Bilal Tamimi, dari Komite Perlawanan Permukiman dan Tembok, mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi– bahwa tentara Yahudi menutup gerbang baja yang telah dipasang tentara di jalan masuk ke desa tersebut sehingga menghalangi lalu-lintas ke berbagai desa dan kota kecil yang berdekatan dan menyulut bentrokan dengan warga.

Ia mengatakan pemuda yang cedera itu dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Seorang lagi pemuda Palestina juga cedera pada Senin, setelah ia ditembak oleh Angkatan Laut Israel saat ia sedang menangkap ikan di Pantai Sudaniya, yang berdekatan di bagian barat-laut Jalur Gaza, kata beberapa nelayan kepada WAFA.

Mereka mengatakan beberapa kapal Angkatan Laut Israel menembakkan peluru karet ke perahu penangkapan ikan itu dan melukai nelayan yang berusia 15 tahun tersebut –yang dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Di sana ia dilaporkan berada dalam kondisi sedang.

Pada Senin pagi, Angkatan Laut Israel menahan dua nelayan dan menyita perahu mereka saat mereka menangkap ikan di lepas pantai Jalur Gaza.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

50 warga sipil tewas dalam serangan koalisi pimpinan AS di Suriah

Damascus (ANTARA) – Lebih dari 50 warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, gugur dalam pembantaian baru yang dilakukan oleh koalisi internasional pimpinan AS di Kamp Al-Baghouz di Deir Ez-Zour Timur.

Beberapa sumber lokal mengatakan lebih dari 50 warga sipil menemui ajal dan sejumlah lagi cedera pada Senin, akibat serangan udara oleh koalisi internasional pimpinan AS terhadap Kamp Al-Baghouz.

Sumber tersebut menyatakan agresi itu ditujukan ke puluhan keluarga saat mereka berusaha menyelamatkan diri dari daerah tempat anggota Da’esh berada, demikian laporan Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

Menurut sumber tersebut, jumlah korban jiwa dikhawtirkan bertambah sebab sebagian besar orang yang cedera menderita luka parah.

Pada Kamis laurt malam lalu, beberapa pesawat koalisi pimpinan AS membom warga sipil yang sedang berkumpul dengan menggunakan bom fosfor di sekitar Desa Al-Baghouz di dekat perbatasan Suriah-Irak, dan merenggut banyak jiwa warga sipil, kebanyakan perempuan dan anak kecil.

Sejak dibentuk secara tidak sah di luar jurisdiksi Dewan Keamanan PBB pada Agustus 2014, dengan dalih “untuk memerangi anggota Da’esh”, koalisi itu telah melakukan pembantaian warga sipil yang tak berdosa, dan menewaskan ratusan orang, serta melukai banyak orang lagi dan bahkan menghancurkan prasarana.

Suriah telah berulangkali menuntut, melalui puluhan surat ke Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden Dewan Keamanan PBB, tindakan segera dan sungguh-sungguh guna menghentikan serangan dan pembantaian semacam itu serta melakukan tindakan yang diperlukan guna mengatur serangkaian mekanisme mandiri internasional guna menyelidiki kejahatan tersebut.

Baca juga: Korban jiwa akibat perang Suriah tambah menjadi 312.000
Baca juga: Serangan bom bunuh diri ISIS renggut 41 korban jiwa di Yaman

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Erdogan-Modi bahas peristiwa perbatasan Pakistan-India

Ankara (ANTARA) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas perkembangan terkini di sepanjang perbatasan Pakistan-India dengan perdana menteri India melalui telepon, kata beberapa sumber Turki pada Senin.

Di dalam satu pernyataan, Direktorat Komunikasi Presiden Turki mengatakan percakapan telepon antara Edogan dan Narendra Modi tersebut juga membahas hubungan bilateral, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

Pada penghujung Februari, Erdogan mengadakan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan guna membahas peristiwa saat ini antara kedua negara bertetangga itu.

Pada 8 Maret, Erdogan juga membahas ketegangan Pakistan-India dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui telepon.

Baca juga: Presiden Erdogan: demi keutuhan wilayah Suriah, PYD/Ypg harus pergi
Baca juga: Presiden Erdogan: Turki akan buru semua kelompok teror

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PKK/YPG-Da’esh bentrok setelah kesepakatan berantakan

Ankara (ANTARA) – Dua kelompok teror –PKK/YPG dan Da’esh– telah saling tembak di Suriah Timur setelah sebagian dari mereka menolak untuk mengosongkan satu daerah kantung kecil, tindakan yang melanggar kesepakatan yang dicapai sebelumnya, kata koresponden Anadolu di lapangan.

Satu kesepakatan yang diperantarai AS dicapai pada Februari antara kelompok YPG/PKK dan Da’esh di Kota Kecil Bagoz di Provinsi Deir Ez-Zour, Suriah Timur.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, banyak anggota Da’esh telah meninggalkan kota kecil itu dan menyerahkan diri, tapi sebagian menolak untuk pergi.

PKK/YPG, yang didukung oleh pesawat mitra koalisi, pada Ahad malam melancarkan serangan darat dalam upaya merebut kekuataan atas kota kecil tersebut dan menewaskan delapan anggota Da’esh dalam peristiwa itu.

Masih belum diketahui apakah ada warga sipil yang menjadi korban dan koalisi tersebut belum mengeluarkan pernyataan, kata Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

Menurut wartawan Anadolu di lapangan, kesepakatan itu memungkinkan anggota Da’esh dan keluarga mereka untuk tetap berada di kamp YPG/PKK di Suriah, jika mereka mau.

Anggota Da’esh yang tak ingin tetap berada di kamp itu dijanjikan jalur alternatif, termasuk ke dalam Zona Operasi Tameng Eufrat dan Afrin –dua daerah yang telah dibebaskan dalam aksi militer Turki– atau pergi ke daerah yang dikuasai oleh Pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, YPG/PKK akan menyediakan dokumen perjalanan khusus buat anggota Da’esh yang mau meninggalkan kamp itu, kata koresponden Anadolu.

Dengan dokumen tersebut, anggota Da’esh dan keluarga mereka akan bisa tinggal di wilayah yang diduduki oleh YPG/PKK.

Terlebih lagi, anggota Da’esh yang cedera akan dirawat di rumah sakit yang dioperasikan oleh YPG/PKK dan akan diperkenankan pulang dalam waktu dua bulan,

Ankara telah berulangkali mengecam AS karena bersekutu dengan anggota YPG/PKK, tampaknya untuk memerangi kelompok Da’esh, dengan alasan menggunakan satu kelompok teror untuk memerangi kelompok teror lain tak masuk akal.

Dalam aksinya selama 30 tahun melawan Turki, PKK telah menewarkan sebanyak 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. YPG adalah cabang PKK di Suriah.

Kelompok Da’esh saat ini menguasai hanya dua persen wilayah di Suriah.

Sementara itu, kelompok YPG/PKK, yang didukung AS, menguasai sebanyak 28 persen wilayah Suriah dan sebanyak 70 persen ladang minyak negeri itu.

Pemerintah Presiden Bashar al-Assad menguasai sebanyak 60 persen wilayah negerinya, sedangkan oposisi militer dan kelompok anti-pemerintah yang bersenjata menguasai sebanyak 10 persen wilayah.

Suriah baru saja keluar dari konflik yang memporak-porandakan negeri tersebut, yang meletus pada 2011 –ketika Pemerintah Bashar menindas demonstran dengan kekuatan yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Ratusan ribu warga sipil telah tewas atau meninggalkan rumah mereka akibat konflik itu, terutama akibat serangan udara pemerintah terhadap daerah yang dikuasai oleh para penentangnya.

Baca juga: Da`esh kehilangan kubu penting di Suriah Timur

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SDF dukungan AS serang wilayah kantong terakhir ISIS

Baghouz, Suriah (ANTARA) – Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat, Minggu (10/3), menyerang wilayah kantong ISIS terakhir di Suriah timur guna memusnahkan jejak terakhir kekhalifahan hasil deklarasinya sendiri, yang pernah mencakup sepertiga Irak dan Suriah.

Meski wilayah kantong Baghouz menjadi bagian terakhir kawasan berpenduduk yang dikuasai ISIS, kelompok tersebut masih dianggap sebagai ancaman keamanan besar lantaran berada wilayah terpencil di tempat lain dan mungkin meluncurkan serangan gerilya.

SDF, yang dipelopori milisi YPG Kurdi, bergerak menuju wilayah kantong selama beberapa pekan, namun beberapa kali menahan diri untuk memungkinkan evakuasi warga sipil, yang kebanyakan terdiri dari istri dan anak-anak para anggota kelompok ISIS.

Kepala kantor media SDF Mustafa Bali mengatakan tidak ada lagi warga sipil yang keluar dari wilayah kantong di perbatasan Irak sejak Sabtu. Pihaknya juga tidak mengawasi lagi warga sipil di area tersebut. Dengan pertimbangan itulah, SDF meluncurkan serangan.

“Operasi militer dimulai. Pasukan kami kini sedang bertempur dengan pelaku teror. Serangan dimulai,” kata dia.

Dalam beberapa bulan terakhir, sudah puluhan ribu orang keluar dari wilayah rahasia yang dikuasai ISIS.

Bali menuturkan bahwa lebih dari 4.000 milisi menyerahkan diri kepada SDF selama sebulan terakhir.

Sebelumnya pada Minggu, koresponden Reuters menyaksikan pasukan SDF memasuki wilayah Baghouz setelah kelompok ISIS mundur dari wilayah tersebut. Mereka mengumpulkan sejumlah amunisi dan senjata yang ditinggalkan oleh ekstremis.

Baca juga: Israel, Rusia akan amankan penarikan pasukan asing dari Suriah

Sumber: Reuters
Penyunting: Asri Mayang Sari

Pewarta: Antara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Indonesian Corner” pertama dibuka di Iran

Jakarta (ANTARA) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran membuka Indonesian Corner (Pojok Indonesia) pertama di Universitas Ferdowsi di Kota Mashhad, Iran.

“Pendirian Indonesian Corner atau Pojok Indonesia di Iran merupakan salah satu implementasi bentuk kerja sama pendidikan sekaligus promosi budaya Indonesia kepada masyarakat Iran, khususnya generasi muda,” kata Duta Besar RI untuk Iran Octavino Alimudin, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari KBRI Teheran yang diterima di Jakarta, Senin.

Dubes Octavino menyampaikan bahwa Indonesian Corner tidak hanya menjadi milik Universitas Ferdowsi, namun juga milik bersama dan terbuka untuk masyarakat Iran yang ingin memperoleh informasi terkait Indonesia. 

Selain itu, pengelolaan Indonesian Corner tidak terbatas oleh mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di universitas tersebut, tetapi juga mahasiswa Indonesia yang berada di kota Mashhad. Mereka akan dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program Indonesian Corner.

Sebelumnya, satu diskusi mengenai kerja sama pendidikan RI-Iran mengawali pembukaan Indonesian Corner.  Diskusi dihadiri oleh Rektor Universitas Ferdowsi beserta para dekan, pejabat pemerintah Iran, perwakilan Kementerian Budaya dan Bimbingan Islam Provinsi Khoramsar, akademisi, pelajar dan media. 

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Professor Syafaatun Almirzanah dan Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Iran juga hadir. Mereka menyampaikan pandangan dan menawarkan peluang kerja sama pendidikan, baik dengan universitas Ferdowsi  maupun dengan pemerintah Iran secara keseluruhan. 

Diskusi tersebut juga membahas program-program Indonesian Corner selanjutnya serta kerja sama antaruniversitas, baik umum maupun pendidikan Islam, termasuk penawaran kerja sama pendidikan dengan universitas umum negeri dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Bengkulu. 

Baca juga: Produk mebel Indonesia makin diminati pasar Austria untuk apartemen dan rumah
Baca juga: KBRI Moskow targetkan 140 ribu pengunjung Festival Indonesia ke-4

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019