Dubes Ala: hak Suriah untuk peroleh kembali Golan tak bisa dirundingkan

Jenewa (ANTARA) – Wakil Tetap Suriah untuk PBB dan organisasi lain internasional di Jenewa, Duta Besar Suriah Ussam Eddin Ala, mengatakan rakyat di Dataran Tinggi Golan, yang diduduki, masih berkomitmen pada tanah air mereka dan identitas Suriah mereka.

Penguasa pendudukan Israel telah berusaha memutuskan hubungan mereka dengan ibu pertiwi mereka, melalui pelanggaran metodis hak dasar mereka.

Di dalam satu pernyataan dalam Sidang Ke-40 Dewan Hak Asasi Manusia pada Senin (18/3), Ala mengatakan praktek hukuman diskriminasi penguasa pendudukan Israel terhadap rakyat Dataran Tinggi Golan adalah pelanggaran nyata terhadap hak asasi sipil, ekonomi dan sosial.

Ia menyatakan penguasa pendudukan telah meningkatkan upayanya guna mensahkan pendudukannya atas Dataran Tinggi Golan dan keputusan tidak sahnya untuk mencaploknya diakui, kata Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa. Israel meningkatkan upaya untuk memberlakukan hukumnya atas rakyat Dataran Tinggi Golan serta meningkatkan kegiatan permukimannya.

Ala mengatakan penguasa pendudukan Israel tak bisa melakukan praktek tidak sahnya tanpa perlindungan yang diberikan oleh AS dan sekutunya. Ditambahkannya, pernyataan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Senator AS Lindsey Graham selama kunjungannya ke Dataran Tinggi Golan bersama perdana menteri Israel memperlihatkan penghinaan AS terhadap hukum internasional.

Ia mengatakan Dewan Hak Asasi Manusia harus memaksa penguasa pendudukan Israel agar menghormati hak asasi rakyat di Dataran Tinggi Golan dan menyeret mereka yang melanggar hukum ke pengadilan. Ditambahkannya, mereka yang membela praktek rasis dan ekstremis pendudukan bersekongkol dengan mereka.

Ala menekankan bahwa hak kedaulatan Suriah untuk meraih kembali seluruh Dataran Tinggi Golan, yang diduduki, tak bisa dirundingkan dan tak memiliki keterbatasan.

Ia juga kembali menyampaikan dukungan Suriah bagi hak asasi sah rakyat Palestina, termasuk hak untuk mendirikan negara merdeka dengan Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kotanya dan hak pengungsi Palestina untuk pulang.

Sumber: SANA

Baca juga: Suriah kutuk pernyataan senator AS mengenai Dataran Tinggi Golan

Baca juga: Kelompok HAM di Golan keluhkan tindakan Israel ke PBB

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019