PLO: laporan HAM AS dimaksudkan untuk membersihkan pendudukan Israel

Ramallah (ANTARA) – Laporan Hak Asasi Manusia yang dikeluarkan AS dimaksudkan untuk mencuci-bersih pendudukan Israel dan memaafkan pelanggaran HAM terhadap rakyat Palestina, kata Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hanan Ashrawi pada Selasa.

Sangat jelas bahwa Pemerintah Presiden Donald Trump menggerakkan semua lembaga pemerintah untuk mencuci-bersih pendudukan Israel dan pelanggaran HAM, yang sudah berurat-akar,” kata Ashrawi di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.
“Laporan tersebut juga berusaha tidak mempertimbangkan kenyataan dengan menghilangkan kenyataan yang tak bisa dipungkiri mengenai pendudukan Israel atas wilayah Palestina, dan mencerminkan kegila-gilaan pemerintah ini dengan pilihan versi palsu mengenai kenyaaan dan keabsahan.”

Pejabat PLO tersebut mengatakan kebanyakan keberatan ialah penghapusan laporan itu mengenai identitas nasional rakyat Palestina dan akar yang mendalam di tanah air mereka dengan merujuk rakyat Palestina sebagai “semata-mata warga” di tanah air mereka sendiri. “Ini sangat tercela secara moral dan politik.”

“Maksud penerbitannya jelas. Itu bertujuan membebaskan Israel dari tuduhan pelanggaran HAM-nya, yang tak bisa dipungkiri, karena dengan sengaja berusaha menggambarkan kebijakan rasis dan sikap pemerintah Israel sebagai ‘ramah’ meskipun ada kenyataan bahwa mereka menolak sejarah, kewarganegaraan dan hak asasi rakyat Palestina,” kata Ashrawi.

Ashrawi menambahkan, “Dalam upayanya yang bersemangat untuk membenarkan dan mengarus-utamakan agenda sayap-kanan di Israel, pemerintah Trump telah mengolok-olok ‘Laporan’ HAM dan kembali menegaskan keterlibatannya dalam mendorong dan mendukung pelanggaran HAM terhadap rakyat Palestina. Sikap hukum dan politik Palestina dan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah di bawah pendudukan Israel tak bisa diperdebatkan berdasarkan hukum internasional. Namun, penolakan fakta tak bisa mengubah kenyataan dan tak bisa mengubah kewajiban hukum dan moral semua negara berdasarkan hukum internasional untuk menghormati dan menjamin dihormatinya hak asasi manusia.”

“Pemerintah (Presiden AS Donald) Trump tidak menyia-nyiakan upaya untuk menetapkan kembali perannya yang merusak dan agenda yang bermusuhan di wilayah tersebut melakukan persekongkolan dengan Israel. Sia-sia untuk berhubungan dengan pelaku yang mengganggu seperti itu, terutama mengingat keengganan mereka bagi kenyataan dan sikap bermusuhan nyata terhadap hak asasi dan nasional rakyat Palestina. Namun, pemimpin Palestina dan rakyatnya akan terus bekerjasama dengan mitra yang memiliki nilai yang sama dengan kami mengenai perdamaian dan hukum internasional dengan dasar penghormatan, martabat dan keadilan.”
sumber: WAFA
Baca juga: LA sambut laporan PBB yang tuduh Israel lakukan kejahatan perang
Baca juga: Kantor PM Palestina sambut temuan komisi PBB mengenai protes Palestin
a
Baca juga: Indonesia desak PBB selidiki pelanggaran HAM Israel
Baca juga: Studi PBB: pendudukan Israel memiskinkan rakyat Palestina

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seorang pelajar Indonesia dibebaskan dari penyanderaan di Yaman

Jakarta (ANTARA) – Seorang pelajar asal Indonesia, Adib Nadim, dibebaskan dari penyanderaan oleh kelompok bersenjata di Yaman dan dipulangkan ke Tanah Air melalui Oman oleh KBRI Muscat, kata Meteri Luar Negeri Retno Marsudi. 

Adib yang telah tiba di Indonesia pada Rabu (13/2), sebelumnya ditangkap oleh kelompok bersenjata di Kota Yaslah yang berlokasi 30 kilometer selatan Yaman, pada 28 November 2018.

Ia ditahan selama 99 hari bersama sekitar tujuh warga negara asing lainnya hingga akhirnya dibebaskan pada 7 Maret 2019.

“Semalam kami berhasil membebaskan seorang WNI dan memulangkannya ke Tanah Air, setelah sempat ditangkap oleh kelompok bersenjata di Yaman. Pembebasan dan pemulangan ini tidak lepas dari kerja sama dan bantuan oleh otoritas Oman,” kata  Menlu Retno Marsudi usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah di Gedung Pancasila, Jakarta, Kamis.

Adib adalah seorang mahasiswa Universitas Darul Hadits, Sihr, Hadramaut. Ia berangkat ke Yaman untuk meneruskan studinya pada 2013.

Saat ditangkap, Adib sedang menemani sahabatnya, yakni seorang warga Malaysia, untuk menjenguk keluarganya di Kota Sanaa.

Upaya pembebasan Adib dilakukan lewat kerja sama dengan otoritas keamanan Kesultanan Oman dan kontak-kontak KBRI Muscat yang ada di Sanaa.

“Alhamdulillah saya bisa bebas. Terima kasih atas bantuan KBRI dan pemerintah yang sudah mengupayakan pembebasan saya”, ujar Adib saat diterima Duta Besar RI Muscat Mustofa Taufik Abdul Latif setelah pembebasan tersebut, seperti disampaikan melalui keterangan tertulis Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI.

Sejak konflik bersenjata pecah pada 2015, pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI untuk tidak berkunjung ke Yaman.

Hingga saat ini, imbauan tersebut belum dicabut karena secara umum situasi keamanan di Yaman dianggap belum kondusif bagi warga negara asing. 

Baca juga: Siti Aisyah dibebaskan dari dakwaan membunuh kakak Kim Jong-un
Baca juga: Seorang WNI dibebaskan dari penyanderaan di Sulu
Baca juga: Fraksi PKS DPR sebut perlu solusi komprehensif selesaikan penyanderaan WNI

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Oman tanam modal 10 miliar dolar untuk pembangunan kilang di Bontang

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia menyambut baik kerja sama antara perusahaan minyak dan gas asal Oman, Overseas Oil and Gas (OOG), dan PT Pertamina (Persero) yang menyepakati pembangunan kilang baru di Bontang, Kalimantan Timur, dengan investasi senilai 10 miliar dolar AS.

Proyek investasi tersebut dibahas oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah dalam pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis.

“Selain menggunakan kerangka kerja sama bilateral, Indonesia juga mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dengan Dewan Kerja Sama Negara Teluk (GCC), yang Oman menjadi salah satu anggotanya,” kata Menlu Retno.

Kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari itu ditargetkan dapat beroperasi efektif mulai 2025.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menlu juga sepakat untuk segera menandatangani kerja sama perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik, dinas, dan khusus, yang telah rampung dinegosiasikan.

Selain itu, Menlu Retno dan Menlu Yusuf sepakat mempercepat persetujuan angkutan udara dan persetujuan penghindaran pajak berganda yang pembahasannya sudah memasuki tahap akhir.

“Kami sepakat untuk terus meningkatkan hubungan kerja sama yang sudah berjalan dengan sangat baik,” tutur Menlu Retno.

Menlu Retno secara khusus menyampaikan apresiasinya atas bantuan pemerintah Oman kepada WNI, termasuk fasilitas yang diberikan pemerintah Oman dalam proses evakuasi WNI dari Yaman, saat terjadi krisis di negara tersebut.

Otoritas Oman kembali membantu proses pembebasan dan pemulangan seorang WNI yang sempat ditangkap oleh kelompok bersenjata di Yaman sejak November 2018.

“Hingga saat ini, pemerintah Oman juga membantu memfasilitasi pelajar Indonesia untuk keluar-masuk Yaman melalui Salalah, Oman,” tutur Menlu Retno.

Menlu Retno berharap Indonesia dan Oman bisa terus meningkatkan perannya untuk dunia yang lebih baik dan damai.

Di sisi lain, Menlu Yusuf menyebut pertemuan keduanya dengan Menlu Retno sebagai momentum yang baik untuk terus melanjutkan kerja sama investasi di Indonesia.

“Kami juga berkeinginan membahas bidang-bidang lain yang memungkinkan investasi antara kedua negara,” ujar dia.

Menlu Yusuf juga mengapresiasi posisi Indonesia yang tegas memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan mendukung perdamaian atas krisis yang terjadi di Arab dan Timur Tengah.

“Sejak berdirinya Negara Israel tahun 1948 kami berharap Palestina juga bisa merdeka. Kami sekarang mendukung berdirinya negara Palestina yang merdeka, independen dan strategis sehingga bisa menciptakan kondisi yang stabil dan aman di kawasan Timur Tengah,” kata dia.

Baca juga: Bangun kilang baru di Bontang, Pertamina gandeng perusahaan Oman

Baca juga: HNW tawarkan produk strategis Indonesia kepada Oman

Baca juga: Oman ingin impor labu siam Indonesia

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah Suriah temukan ranjau-peledak yang ditinggalkan Da’esh

Homs, Suriah (ANTARA) – Lembaga terkait Pemerintah Suriah pada Selasa (12/3) menemukan puluhan ranjau dan bahan peledak yang ditinggalkan oleh gerilyawan Da’esh, di Kota As-Sukhna dan sekitarnya, 80 kilometer di sebelah timur Palmyra, sebelum mereka meninggalkan kota tersebut saat menghadapi serangan militer Suriah.

Seorang ahli dalam bidang perlucutan ranjau mengatakan kepada Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang, bahwa pemerintah menemukan banyak ranjau dan bahan peledak dengan berat antara 50 dan 100 kilogram. Semuanya berisi C4 dan TNT.

Ahli itu menambahkan satuan Zeni melucuti ranjau tersebut dan meledakkannya untuk mengamankan seluruh wilayah itu dan mempersiapkan kepulangan banyak keluarga ke rumah mereka.
Sumber: SANA
Baca juga: Menlu Turki: koordinasi diperlukan untuk tumpas Da`esh di Suriah

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komite presiden cela dibebaskannya ekstremis Yahudi pembakar gereja

Ramallah (ANTARA) – Komite Tinggi Presiden Urusan Gereja di Palestina pada Selasa (12/3) mengutuk putusan satu pengadilan Israel untuk membebaskan ekstremis Yahudi yang membakar Gereja Sepulcher of Saint Mary di Al-Quds (Jerusalem).

Putusan itu diambil pengadilan setelah jaksa penuntut umum mencabut tuntutannya atas empat ekstremis Yahudi dengan dalih “bukti tidak cukup” meskipun keempatnya mengakui mereka membakar gereja tersebut dan menyemprotkan slogan rasis anti-Kristen di tembok gereja.

Komite itu mengatakan di dalam satu siaran pers, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi, putusan itu adalah penyelewengan dari keadilan, bahkan di pengadilan, ketika sampai pada penuntutan orang Yahudi. Sementara itu penguasa Yahudi menangkapi pemuda Palestina tanpa tuntutan atau bukti atau proses pengadilan untuk waktu lama dan jumlah mereka mencapai puluhan selama bertahun-tahun.

Baca juga: Wartawan: terorisme adalah pendudukan, bukan tv Al-Aqsha

Tindakan subversif dan rasis oleh ekstremis Yahudi itu di bawah perlindungan pengadilan dan pemerintah Israel akan mengarah kepada pembentukan generasi masa depan Israel yang dijejali gagasan dan perbuatan yang bermusuh terhadap orang Palestina.

Salah seorang ekstresmi Yahudi tersebut, yang dituduh membakar gereja itu, Yanoon Reovini –yang dibebaskan oleh pengadilan Israel, juga telah membakar Gereja Tabgha di Pantai Danau Tiberias di Israel Utara pada 2015.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Orang Palestina meninggal di Tepi Barat akibat tembakan Israel

Salfit (ANTARA) – Satu orang Palestina yang dibawa pada Selasa (12/3) ke rumah sakit di Kota Salfit, bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan, dengan luka parah akibat peluru yang ditembakkan tentara Israel mengenai jantungnya, telah meninggal, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Tentara Yahudi telah menyerbu kota tersebut untuk menyita rekaman kamera jalanan dan bentrokan terjadi dengan warga setempat, kata beberapa laporan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.

Tentara Israel melepaskan tembakan ke arah pemuda Palestina yang melempari mereka dengan batu, dan membuat jantung Mohammad Jamil Shaheen (23), dari Salfit ditembus peluru aktif.

Baca juga: Warga Palestina cedera saat pemukim Yahudi serbu Masjid Nabi Yunus

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan organisasi tersebut merawat 40 orang di lokasi itu karena mereka menderita luka tembak dan sesak nafas akibat menghirup gas air mata.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suriah kutuk pernyataan senator AS mengenai Dataran Tinggi Golan

Damaskus (ANTARA) – Suriah mengutuk dengan sekeras-kerasnya pernyataan yang dikeluarkan oleh Senator AS Lindsay Graham berkaitan dengan Dataran Tinggi, milik Suriah yang diduduki Israel, kata satu sumber resmi di Kementerian Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat di Damaskus pada Selasa (12/3).

Sumber tersebut mengatakan pernyataan Graham memperlihatkan mental congkak pemerintah AS dan memandang masalah wilayah itu dengan “mata Zionis” dengan cara yang menguntungkan kepentingan Israel.

Sumber tersebut mengatakan pernyataan Graham bukan hanya memperlihatkan pengabaian fakta sejarah dan geografis, itu juga memperlihatkan Amerika Serikat mengabaikan dan secara mencolok melanggar hukum internasional, demikian laporan Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang.

Ia menekankan bahwa semua resolusi PBB –terutama Resolusi 497 Dewan Keamanan PBB pada 1981 berdasarkan Pasal 7, yang disepakati dengan suara bulat oleh semua anggota Dewan Keamanan PBB termasuk AS, menegaskan status hukum Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah yang diduduki, dan keputusan penguasa pendudukan Israel untuk mencaploknya batal dan tidak sah.

Baca juga: Wapres AS bahas Suriah dengan Raja Jordania

Rakyat Suriah pada umumnya, dan rakyat di Dataran Tinggi Golan khusus, bertekad akan terus berjuang sampai Dataran Tinggi Golan dibebaskan secara penuh dan kembali ke tanah air, tambah sumber tersebut. Ia menyatakan pendudukan akhirnya akan berakhir, tak peduli berada lama itu akan berlangsung.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi Israel larang azan dari Masjid Al-Aqsha

Al-Quds (ANTARA) – Polisi Israel melarang azan dikumandangkan dari Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Muslim, dan menyerang orang Palestina yang berkumpul di luar Bab Al-Asbat, salah satu gerbang utama menuju Kompleks Masjid Al-Aqsha di Kota Tua Al-Quds (Jerusalem).

Polisi Israel melarang orang menunaikan Shalat Isya setelah polisi Israel menutup semua gerbang ke masjid itu untuk menghalangi orang beribadah di dalam tempat suci ketiga umat Muslim tersebut, kata beberapa saksi mata.

Jamaah telah menunaikan shalat sejak siang hari pada Selasa (12/3) di luar gerbang ke Kompleks Masjid Al-Aqsha setelah polisi menyerang orang yang beribadah di dalam kompleks itu dan mengusir mereka ke luar sebelum menutup semua gerbang dan melarang orang secara bebas beribadah di dalamnya. Polisi Israel menuduh “orang Muslim telah membakar pos polisi di dalam kompleks tersebut”.

Rakyat Palestina telah membantah tuduhan mengenai pembakaran itu, kata Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Sebagian warga Palestina menegaskan bahwa pembakaran tersebut diduga dilakukan oleh polisi Israel sendiri atau antek mereka untuk digunakan sebagai dalih bagi penutupan kompleks itu sebagai bagian dari rencana untuk memaksa ditutupnya tempat ibadah Bab Ar-Rahmah. Polisi Israel telah berusaha melakukan penutupan tersebut selama lebih dari tiga pekan.

Beberapa saksi mata mengatakan banyak polisi yang ditempatkan di dalam Kota Tua. tapi terutama di Gerbang Masjid Al-Aqsha menghalangi orang Palestina yang datang untuk menunaikan Shalat Isya di tempat terbuka di luar Bab Al-Asbat.

Baku-hantam terjadi di satu tempat dan polisi menggunakan kekerasan untuk mengusir orang yang mau beribadah.

Komisi Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan organisasi itu membawa empat orang yang cedera karena dipukuli ke rumah sakit.

Polisi Israel, katanya, menyerang petugasnya di Bab Al-Asbat dan melarang mereka berada di daerah tersebut.
 

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi Israel serang jemaah Masjid Al-Aqsha

Al-Quds (ANTARA) – Pasukan Israel menutup gerbang yang menjadi tempat bentrokan di Masjid Al-Aqsha di Al-Quds (Jerusalem) Timur di tengah bentrokan dengan warga Palestina, kata seorang pejabat Palestina pada Selasa.

“Puluhan prajurit Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha dan menyerang sejumlah tokoh agama,” kata Firas Ad-Dibbs, Juru Bicara Departemen Waqaf Islam Al-Quds, organisasi yang dikelola oleh Jordania dan bertanggung-jawab untuk mengawasi tempat suci Islam, di dalam satu pernyataan.

Ia mengatakan Direktur Masjid Al-Aqsha Omar Kiswani dan Sheikh Wasef Al-Bakri, Penjabat Hakim Tertinggi Pengadilan Agama Islam di Al-Quds, termasuk di antara orang yang diserang oleh polisi Israel.

Ia menyatakan pasukan Israel menyerang dengan menggunakan pentungan puluhan orang Muslim yang sedang beribadah di dekat Masjid Kubbah Ash-Shakhrah (Dome of the Rock) di kompleks tersebut, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

“Lima orang Palestina ditangkap dan ditahan untuk diinterogasi,” kata Ad-Dibs.

Tak ada laporan dari Pemerintah Israel mengenai laporan itu.

Ketegangan telah meningkat di Al-Quds sejak Februari, ketika polisi Israel sempat menutup Bab Ar-Rahmah di Kompleks Masjid Al-Aqsha, yang terletak berdampingan dengan tempat suci umat Yahudi, Tembok Barat (Bouraq/Tembok Ratapan), di Kota Tua Al-Quds, sehingga menyulut kemarahan demonstran Palestina.

Dalam beberapa pekan, Pemerintah Israel telah melarang sejumlah orang Palestina –termasuk tokoh agama– memasuki Kompleks Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Muslim setelah Mekkah dan Madinah.

Israel menduduki Al-Quds Timur, tempat Al-Aqsha berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel kemudian mencaplok seluruh kota itu pada 1980, dalam tindakan yang tak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Baca juga: Israel larang tujuh perempuan Palestina masuk Al-Aqsha

Baca juga: Tentara Israel gerebek Masjid Al Aqsa usai bentrokan

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PM Israel nyatakan izinkan uang ke gaza agar Palestina tetap terpecah

Al-Quds (ANTARA) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mengatakan pada Senin bahwa ia mengizinkan pengiriman uang ke Jalur Gaza untuk membuat Palestina tetap terpecah.

Harian Israel yang berbahasa Inggris Jerusalem Post, dengan mengutip sumber dalam satu pertemuan faksi Likud, melaporkan Netanyahu mempertahankan kebijakannya untuk mengizinkan jutaan dolar AS dari dana Qatar disalurkan ke Jalur Gaza, sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk membuat HAMAS dan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina terpisah.

Netanyahu, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa, mengatakan kepada faksinya bahwa siapa pun yang menentang Negara Palestina mesti mendukung pengiriman dana ke Jalur Gaza. Sebabnya ialah mempertahankan terpisahnya Tepi Barat Sungai Jordan –yang dikuasai Pemerintah Otonomi Nasional– dengan Jalur Gaza, yang dikuasai HAMAS, membantu menghalangi berdirinya Negara Palestina, kata Jerusalem Post.

Baca juga: Warga Palestina cedera saat pemukim Yahudi serbu Masjid Nabi Yunus

Baca juga: Warga Palestina cedera selama bentrokan di Ramallah

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres AS bahas Suriah dengan Raja Jordania

Washington (ANTARA) – Wakil Presiden AS Mike Pence membahas keputusan untuk meninggalkan “residu kehadiran AS” dengan Raja Jordania Abdullah pada Senin (11/3), kata Gedung Putih.

Kedua pemimpin tersebut juga membahas “kesempatan untuk bekerjasama dengan lebih erat mengenai penanggulangan terorisme di wilayah itu”, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.

Sebanyak 400 prajurit AS direncanakan tetap berada di Suriah setelah penarikan yang diumumkan secara tak terduga oleh Presiden AS Donald Trump pada Desember, sehingga mengguncang hubungan sekutu dekat AS di luar negeri dan mitra legislatif paling dekat Trump.

Trump mengakui akan membiarkan sebagian tentara AS tetap berada di Suriah untuk menenangkan sekutu mereka, dan sebanyak separuh kekuatan tersebut direncanakan ikut dalam apa yang dinamakan oleh Washington pasukan pemelihara perdamaian internasional di bagian timur-laut Suriah sementara yang lain akan digunakan untuk menamankan garnisun di Suriah Selatan.

Raja Abdullah melakukan kunjungan ke Washington pada Senin, dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo serta Penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan.

Pentagon menyatakan Shanahan dan Raja Abdullah membahas sumbangan Jordania buat koalisi pimpinan AS untuk mengalahkan Da’esh serta masalah lain keamanan dan pertahanan.

Selama pertemuannya dengan Raja Abdullah, Pompeo “kembali menegaskan kekuatan hubungan bilateral Jordania-AS dan membahas beberapa masalah kepentingan timbal-balik, termasuk komitmen Jordania buat pembangunan dan pembaruan ekonomi di wilayah tersebut berkaitan dengan konflik di Suriah”, kata Kementerian Luar Negeri AS.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

UNICEF: 2018 Tahun paling mematikan bagi anak-anak Suriah

Istanbul (ANTARA) – Tahun 2018 ditandai dengan paling tingginya angka kematian anak-anak di Suriah, saat perang saudara memasuki tahun kesembilannya, kata Badan PBB Urusan Anak-anak, UNICEF, Senin (11/3).

“Anak-anak di banyak bagian negeri itu masih menghadapi sangat banyak bahaya seperti kapan saja selama konflik delapan tahun tersebut,” kata Direktur Pelaksana UNICEF Henrietta Fore di dalam satu pernyataan.

“Pada 2018 saja, 1.106 anak-anak tewas dalam pertempuran –jumlah paling banyak anak yang menemui ajal dalam satu tahun sejak meletusnya perang. Ini baru jumlah yang bisa diabsahkan oleh PBB, yang berarti jumlah sesungguhnya mungkin jauh lebih banyak,” kata wanita pejabat itu.

Fore mengatakan 262 serangan dilancarkan terhadap lembaga pendidikan dan kesehatan pada 2018, yang ia gambarkan sebagai “jumlah paling banyak”, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Ia menyampaikan keprihatinan mengenai situasi di Idlib di bagian barat-laut Suriah, tempat “peningkatan kerusuhan dilaporkan telah menewaskan 59 anak kecil dalam beberapa pekan belakangan ini saja”.

“Anak-anak dan banyak keluarga di tanah tak bertuan terus hidup dalam ketidak-pastian. Situasi keluarga di Rukban, dekat perbatasan Jordania, terus menghadapi keputus-asaan, dengan akses terbatas ke makanan, air, tempat berteduh, perawatan kesehatan, dan pendidikan,” kata wanita pejabat tersebut.

Kondisi yang memburuk

Direktur UNICEF tersebut juga “khawatir dengan kondisi yang bertambah buruk di Kamp Al Hol di bagian timur-laut (di Gubernuran Hasakeh) yang saat ni menampung lebih dari 65.000 orang, termasuk sebanyak 240 anak tanpa pendamping atau yang terpisah dari keluarga mereka”.

“Sejak Januari tahun ini, hampir 60 anak dilaporkan meninggal saat melakukan perjalanan sejauh 300 kilometer dari Baghouz di Suriah Timur menuju kamp itu,” katanya.

Nasib anak-anak petempur asing di Suriah masih tidak jelas,” kata wanita pejabat itu.

UNICEF “mendesak negara anggota agar memikul tanggung-jawab untuk anak-anak yang kewarganegaraan mereka atau yang dilahirkan dalam kewarganegaraan mereka dan melakukan tindakan untuk melindungi anak-anak menjadi tidak memiliki negara”.

Badan PBB tersebut, kata Fore, kembali menyampaikan seruan “kepada semua pihak dalam konflik itu, serta mereka yang memiliki pengaruh atas mereka, untuk memprioritaskan perlindungan buat semua anak, tak peduli siapa yang menguasai daerah mana dan tak peduli dugaan afiliasi keluarga seorang anak”.

Sebelum konferensi pemberian janji di Brussels pada 12-14 Maret, Fore mendesak negara donor agar “mempertahankan kebaikan mereka buat anak-anak Suriah dan negara tetangganya”.

Suriah baru saja keluar dari konflik yang menghancurkan negeri tersebut, yang meletus pada 2011, ketika Pemerintah Presiden Bashar al-Assad menindas demonstran dengan kekuatan yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Ratusan ribu warga sipil telah tewas atau meninggalkan tempat tinggal mereka akibat konflik itu, terutama akibat serangan udara pemerintah terhadap daerah yang dikuasai oposisi.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Palestina cedera selama bentrokan di Ramallah

Ramallah (ANTARA) – Satu orang Palestina ditembak di kaki dengan peluru aktif oleh tentara Israel selama bentrokan pada Senin (11/3) di jalan masuk ke Desa Nabi Saleh di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, kata seorang pegiat setempat.

Bilal Tamimi, dari Komite Perlawanan Permukiman dan Tembok, mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi– bahwa tentara Yahudi menutup gerbang baja yang telah dipasang tentara di jalan masuk ke desa tersebut sehingga menghalangi lalu-lintas ke berbagai desa dan kota kecil yang berdekatan dan menyulut bentrokan dengan warga.

Ia mengatakan pemuda yang cedera itu dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Seorang lagi pemuda Palestina juga cedera pada Senin, setelah ia ditembak oleh Angkatan Laut Israel saat ia sedang menangkap ikan di Pantai Sudaniya, yang berdekatan di bagian barat-laut Jalur Gaza, kata beberapa nelayan kepada WAFA.

Mereka mengatakan beberapa kapal Angkatan Laut Israel menembakkan peluru karet ke perahu penangkapan ikan itu dan melukai nelayan yang berusia 15 tahun tersebut –yang dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Di sana ia dilaporkan berada dalam kondisi sedang.

Pada Senin pagi, Angkatan Laut Israel menahan dua nelayan dan menyita perahu mereka saat mereka menangkap ikan di lepas pantai Jalur Gaza.

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

50 warga sipil tewas dalam serangan koalisi pimpinan AS di Suriah

Damascus (ANTARA) – Lebih dari 50 warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, gugur dalam pembantaian baru yang dilakukan oleh koalisi internasional pimpinan AS di Kamp Al-Baghouz di Deir Ez-Zour Timur.

Beberapa sumber lokal mengatakan lebih dari 50 warga sipil menemui ajal dan sejumlah lagi cedera pada Senin, akibat serangan udara oleh koalisi internasional pimpinan AS terhadap Kamp Al-Baghouz.

Sumber tersebut menyatakan agresi itu ditujukan ke puluhan keluarga saat mereka berusaha menyelamatkan diri dari daerah tempat anggota Da’esh berada, demikian laporan Kantor Berita Suriah, SANA –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

Menurut sumber tersebut, jumlah korban jiwa dikhawtirkan bertambah sebab sebagian besar orang yang cedera menderita luka parah.

Pada Kamis laurt malam lalu, beberapa pesawat koalisi pimpinan AS membom warga sipil yang sedang berkumpul dengan menggunakan bom fosfor di sekitar Desa Al-Baghouz di dekat perbatasan Suriah-Irak, dan merenggut banyak jiwa warga sipil, kebanyakan perempuan dan anak kecil.

Sejak dibentuk secara tidak sah di luar jurisdiksi Dewan Keamanan PBB pada Agustus 2014, dengan dalih “untuk memerangi anggota Da’esh”, koalisi itu telah melakukan pembantaian warga sipil yang tak berdosa, dan menewaskan ratusan orang, serta melukai banyak orang lagi dan bahkan menghancurkan prasarana.

Suriah telah berulangkali menuntut, melalui puluhan surat ke Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden Dewan Keamanan PBB, tindakan segera dan sungguh-sungguh guna menghentikan serangan dan pembantaian semacam itu serta melakukan tindakan yang diperlukan guna mengatur serangkaian mekanisme mandiri internasional guna menyelidiki kejahatan tersebut.

Baca juga: Korban jiwa akibat perang Suriah tambah menjadi 312.000
Baca juga: Serangan bom bunuh diri ISIS renggut 41 korban jiwa di Yaman

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Erdogan-Modi bahas peristiwa perbatasan Pakistan-India

Ankara (ANTARA) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas perkembangan terkini di sepanjang perbatasan Pakistan-India dengan perdana menteri India melalui telepon, kata beberapa sumber Turki pada Senin.

Di dalam satu pernyataan, Direktorat Komunikasi Presiden Turki mengatakan percakapan telepon antara Edogan dan Narendra Modi tersebut juga membahas hubungan bilateral, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

Pada penghujung Februari, Erdogan mengadakan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan guna membahas peristiwa saat ini antara kedua negara bertetangga itu.

Pada 8 Maret, Erdogan juga membahas ketegangan Pakistan-India dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui telepon.

Baca juga: Presiden Erdogan: demi keutuhan wilayah Suriah, PYD/Ypg harus pergi
Baca juga: Presiden Erdogan: Turki akan buru semua kelompok teror

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PKK/YPG-Da’esh bentrok setelah kesepakatan berantakan

Ankara (ANTARA) – Dua kelompok teror –PKK/YPG dan Da’esh– telah saling tembak di Suriah Timur setelah sebagian dari mereka menolak untuk mengosongkan satu daerah kantung kecil, tindakan yang melanggar kesepakatan yang dicapai sebelumnya, kata koresponden Anadolu di lapangan.

Satu kesepakatan yang diperantarai AS dicapai pada Februari antara kelompok YPG/PKK dan Da’esh di Kota Kecil Bagoz di Provinsi Deir Ez-Zour, Suriah Timur.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, banyak anggota Da’esh telah meninggalkan kota kecil itu dan menyerahkan diri, tapi sebagian menolak untuk pergi.

PKK/YPG, yang didukung oleh pesawat mitra koalisi, pada Ahad malam melancarkan serangan darat dalam upaya merebut kekuataan atas kota kecil tersebut dan menewaskan delapan anggota Da’esh dalam peristiwa itu.

Masih belum diketahui apakah ada warga sipil yang menjadi korban dan koalisi tersebut belum mengeluarkan pernyataan, kata Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

Menurut wartawan Anadolu di lapangan, kesepakatan itu memungkinkan anggota Da’esh dan keluarga mereka untuk tetap berada di kamp YPG/PKK di Suriah, jika mereka mau.

Anggota Da’esh yang tak ingin tetap berada di kamp itu dijanjikan jalur alternatif, termasuk ke dalam Zona Operasi Tameng Eufrat dan Afrin –dua daerah yang telah dibebaskan dalam aksi militer Turki– atau pergi ke daerah yang dikuasai oleh Pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, YPG/PKK akan menyediakan dokumen perjalanan khusus buat anggota Da’esh yang mau meninggalkan kamp itu, kata koresponden Anadolu.

Dengan dokumen tersebut, anggota Da’esh dan keluarga mereka akan bisa tinggal di wilayah yang diduduki oleh YPG/PKK.

Terlebih lagi, anggota Da’esh yang cedera akan dirawat di rumah sakit yang dioperasikan oleh YPG/PKK dan akan diperkenankan pulang dalam waktu dua bulan,

Ankara telah berulangkali mengecam AS karena bersekutu dengan anggota YPG/PKK, tampaknya untuk memerangi kelompok Da’esh, dengan alasan menggunakan satu kelompok teror untuk memerangi kelompok teror lain tak masuk akal.

Dalam aksinya selama 30 tahun melawan Turki, PKK telah menewarkan sebanyak 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. YPG adalah cabang PKK di Suriah.

Kelompok Da’esh saat ini menguasai hanya dua persen wilayah di Suriah.

Sementara itu, kelompok YPG/PKK, yang didukung AS, menguasai sebanyak 28 persen wilayah Suriah dan sebanyak 70 persen ladang minyak negeri itu.

Pemerintah Presiden Bashar al-Assad menguasai sebanyak 60 persen wilayah negerinya, sedangkan oposisi militer dan kelompok anti-pemerintah yang bersenjata menguasai sebanyak 10 persen wilayah.

Suriah baru saja keluar dari konflik yang memporak-porandakan negeri tersebut, yang meletus pada 2011 –ketika Pemerintah Bashar menindas demonstran dengan kekuatan yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Ratusan ribu warga sipil telah tewas atau meninggalkan rumah mereka akibat konflik itu, terutama akibat serangan udara pemerintah terhadap daerah yang dikuasai oleh para penentangnya.

Baca juga: Da`esh kehilangan kubu penting di Suriah Timur

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SDF dukungan AS serang wilayah kantong terakhir ISIS

Baghouz, Suriah (ANTARA) – Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat, Minggu (10/3), menyerang wilayah kantong ISIS terakhir di Suriah timur guna memusnahkan jejak terakhir kekhalifahan hasil deklarasinya sendiri, yang pernah mencakup sepertiga Irak dan Suriah.

Meski wilayah kantong Baghouz menjadi bagian terakhir kawasan berpenduduk yang dikuasai ISIS, kelompok tersebut masih dianggap sebagai ancaman keamanan besar lantaran berada wilayah terpencil di tempat lain dan mungkin meluncurkan serangan gerilya.

SDF, yang dipelopori milisi YPG Kurdi, bergerak menuju wilayah kantong selama beberapa pekan, namun beberapa kali menahan diri untuk memungkinkan evakuasi warga sipil, yang kebanyakan terdiri dari istri dan anak-anak para anggota kelompok ISIS.

Kepala kantor media SDF Mustafa Bali mengatakan tidak ada lagi warga sipil yang keluar dari wilayah kantong di perbatasan Irak sejak Sabtu. Pihaknya juga tidak mengawasi lagi warga sipil di area tersebut. Dengan pertimbangan itulah, SDF meluncurkan serangan.

“Operasi militer dimulai. Pasukan kami kini sedang bertempur dengan pelaku teror. Serangan dimulai,” kata dia.

Dalam beberapa bulan terakhir, sudah puluhan ribu orang keluar dari wilayah rahasia yang dikuasai ISIS.

Bali menuturkan bahwa lebih dari 4.000 milisi menyerahkan diri kepada SDF selama sebulan terakhir.

Sebelumnya pada Minggu, koresponden Reuters menyaksikan pasukan SDF memasuki wilayah Baghouz setelah kelompok ISIS mundur dari wilayah tersebut. Mereka mengumpulkan sejumlah amunisi dan senjata yang ditinggalkan oleh ekstremis.

Baca juga: Israel, Rusia akan amankan penarikan pasukan asing dari Suriah

Sumber: Reuters
Penyunting: Asri Mayang Sari

Pewarta: Antara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Indonesian Corner” pertama dibuka di Iran

Jakarta (ANTARA) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran membuka Indonesian Corner (Pojok Indonesia) pertama di Universitas Ferdowsi di Kota Mashhad, Iran.

“Pendirian Indonesian Corner atau Pojok Indonesia di Iran merupakan salah satu implementasi bentuk kerja sama pendidikan sekaligus promosi budaya Indonesia kepada masyarakat Iran, khususnya generasi muda,” kata Duta Besar RI untuk Iran Octavino Alimudin, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari KBRI Teheran yang diterima di Jakarta, Senin.

Dubes Octavino menyampaikan bahwa Indonesian Corner tidak hanya menjadi milik Universitas Ferdowsi, namun juga milik bersama dan terbuka untuk masyarakat Iran yang ingin memperoleh informasi terkait Indonesia. 

Selain itu, pengelolaan Indonesian Corner tidak terbatas oleh mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di universitas tersebut, tetapi juga mahasiswa Indonesia yang berada di kota Mashhad. Mereka akan dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program Indonesian Corner.

Sebelumnya, satu diskusi mengenai kerja sama pendidikan RI-Iran mengawali pembukaan Indonesian Corner.  Diskusi dihadiri oleh Rektor Universitas Ferdowsi beserta para dekan, pejabat pemerintah Iran, perwakilan Kementerian Budaya dan Bimbingan Islam Provinsi Khoramsar, akademisi, pelajar dan media. 

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Professor Syafaatun Almirzanah dan Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Iran juga hadir. Mereka menyampaikan pandangan dan menawarkan peluang kerja sama pendidikan, baik dengan universitas Ferdowsi  maupun dengan pemerintah Iran secara keseluruhan. 

Diskusi tersebut juga membahas program-program Indonesian Corner selanjutnya serta kerja sama antaruniversitas, baik umum maupun pendidikan Islam, termasuk penawaran kerja sama pendidikan dengan universitas umum negeri dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Bengkulu. 

Baca juga: Produk mebel Indonesia makin diminati pasar Austria untuk apartemen dan rumah
Baca juga: KBRI Moskow targetkan 140 ribu pengunjung Festival Indonesia ke-4

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serangan mortir terjadi di Kabul, Afghanistan

Seorang petugas memeriksa jasad korban tewas dari penyerangan mortir di Kabul, Afghanistan, Kamis (7/3/2019). Laporan sementara dari otoritas keamanan setempat, kejadian tersebut telah menyebabkan tiga orang tewas dan 22 orang lainnya luka-luka. ANTARA FOTO/REUTERS/Omar Sobhani/wsj.

Warga Palestina cedera saat pemukim Yahudi serbu Masjid Nabi Yunus

Al-Khalil, Palestina, (ANTARA News) – Dua orang Palestina cedera Rabu pagi (6/3) akibat tembakan Israel saat sejumlah pemukim Yahudi secara paksa memasuki Masjid Nabi Yunus di Kota Kecil Halhul di Al-Khalil (Hebron) Utara, bagian selatan Tepi Barat Sungai Jordan.

Beberapa sumber keamanan mengkonfirmasi bahwa pasukan Israel mengawal serombongan bus yang dipenuhi sejumlah pemukim ilegal Yahudi ke dalam lokasi tersebut, yang berada di Daerah A –yang dikuasai Palestina. Tindakan itu memicu bentrokan dengan warga Palestina.

Tentara Israel melepaskan tembakan ke arah pemrotes Palestina, dan melukai dua pemrotes yang terkena peluru logam yang berlapis karet, kata Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

Seorang pemrotes menderita luka serius, sementara puluhan lagi orang Palestina menderita sesak nafas akibat menghirup gas air mata.

Halhul, yang dipandang sebagai daerah yang berpenduduk paling banyak di Palestina, membentang di satu daerah pegunungan di bagian utara Pegunungan Al-Khalil dengan ketinggian 916 meter di atas permukaan air laut.

Orang Muslim percaya Nabi Yunus AS dimakamkan di kota kecil tersebut, dan Masjid Nabi Yunus dibangun oleh Al-Malik Mu`addam Isa bin Al-Malik Al-Adil Al-Ayyubi di lokasi makam itu pada 1226.

Baca juga: Terowongan di bawah masjid kuno Mosul tunjukkan penjarahan ISIS

Secara terpisah pasukan keamanan Israel menyerbu Kota Kecil Barta`a di bagian barat-daya Jenin di bagian utara Tepi Barat, tapi berada di dalam tembok pemisah, dan menahan empat orang Paletina, kata beberapa sumber lokal.

Mereka mengatakan tentara Yahudi menerobos ke dalam beberapa toko di kota kecil tersebut dan mengumpulkan empat orang Palestina yang diidentifikasi sebagai warga Kota Kabupaten Mirka, Qabatia dan Arraba di Kota Jenin serta kamp pengungsi di sana.

Militer Yahudi sebelumnya menahan enam orang Palestina lagi dalam berbagai penyerbuan sebelum fajar di Tepi Barat.

Baca juga: Menlu Palestina desak negara arab hadapi negara yang akui Al-Quds
Baca juga: Meskipun kesulitan, Afghanistan sumbang satu juta dolar as buatUnrwa
Baca juga: Wartawan: terorisme adalah pendudukan, bukan tv Al-Aqsha

Redaktur: Fardah Assegaf

Pewarta: Antara
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wartawan: terorisme adalah pendudukan, bukan tv Al-Aqsha

Ramallah, Palestina, (ANTARA News) – Perhimpunan Wartawan Palestina (PJS) di dalam satu pernyataan pada Kamis (7/3) mengecam keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menganggap stasiun televisi yang dioperasikan HAMAS, Al-Aqsha, sebagai “organisasi teroris”.

Perhimpunan wartawan itu menegaskan bahwa pendudukan Israel lah pangkal semua terorisme dan rasisme di wilayah tersebut dan di seluruh dunia pada umumnya.

Keputusan itu, katanya, adalah bagian dari perang terbuka yang dikobarkan oleh penguasa pendudukan Israel terhadap wartawan Palestina dan perusahaan media, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Keputusan tersebut juga memberi keabsahan bagi serangan oleh tentara Israel, yang ditujukan terutama kepada stasiun televisi Al-Aqsha dan pegawainya.

PJS menyeru staf stasiun televisi Al-Aqsha agar melanjutkan kegiatan mereka seperti biasa.

Israel sebelumnya telah membom dan menghancurkan bangunan markas stasiun televisi Al-Aqsha di Jalur Gaza, tapi stasiun televisi itu terus beroperasi dari tempat lain.

Baca juga: Mesir tahan tiga wartawan tv Al Jazeera

Redaktur: Fardah Assegaf 

Pewarta: Antara
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pekerja migran Indonesia direpatriasi dari Yordania lewat program amnesti

Jakarta (ANTARA News) – Pekerja migran Indonesia yang melanggar peraturan izin tinggal di Yordania direpatriasi dari negara tersebut melalui program amnesti (pengampunan hukuman) yang diberikan oleh Pemerintah Yordania untuk tahun 2019.

Pemerintah Yordania terakhir kali mengeluarkan kebijakan amnesti pada 2011, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari KBRI Amman yang diterima di Jakarta, Jumat. 

Kebijakan amnesti itu diberlakukan selama enam bulan, terhitung sejak 12 Desember 2018 dan akan berakhir pada 12 Juni 2019. 

Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan program itu, KBRI Amman telah memfasilitasi repatriasi kloter pertama bagi para pekerja migran Indonesia di Yordania yang berjumlah 18 orang. Para pekerja migran Indonesia yang seluruhnya perempuan itu telah menetap di Yordania selama belasan tahun. 

Duta Besar RI untuk Yordania Andy Rachmianto menyebutkan, setelah  program amnesti diumumkan, setiap hari jumlah pekerja migran bermasalah yang mendaftarkan diri ke KBRI Amman terus bertambah. Sejauh ini telah terdaftar lebih dari 120 orang yang ingin dipulangkan kembali ke Indonesia.

“Hampir seluruh peserta program ini adalah pekerja migran yang berstatus ilegal (tidak berdokumen). Repatriasi ini adalah bentuk kehadiran negara dalam upaya perlindungan pada warganya di luar negeri,” ujar Dubes Andy.

Kebijakan amnesti dari pemerintah Yordania itu memang diharapkan dapat menjaring seluruh WNI yang bermasalah dan melanggar izin tinggal di Yordania. 

Bagi pelanggar yang tidak memanfaatkan program amnesti akan dikenakan denda yang akan dihitung sejak masa izin tinggal resminya habis, dengan perhitungan 1,5 Dinnar Yordania (sekitar Rp19.500) per hari.

“KBRI Amman akan berusaha menjaring sebanyak mungkin peserta program amnesti ini. Kita telah menyebarluaskan pengumuman di berbagai media sosial dan elektronik untuk mengimbau para pekerja migran yang bermasalah, termasuk para sponsor yang mempekerjakan mereka, untuk memanfaatkan program ini seoptimal mungkin,” kata Dubes Andy.

Menurut data terakhir dari Kantor Imigrasi Yordania, jumlah warga Indonesia yang tidak memiliki izin tinggal di negara tersebut mencapai lebih dari 1.000 orang. 

Untuk itu, para WNI tersebut diharapkan dapat memanfaatkan program amnesti untuk dapat kembali ke Indonesia, termasuk menjelaskan statusnya menjadi pendatang yang legal dan tercatat. 

“Para WNI diimbau agar segera memanfaatkan program ini dengan fasilitas (pemulangan) dari KBRI, karena tidak setiap tahun program ini diberikan,” ucap Dubes Andy. ***2*** 
Pewarta: Yuni Arisand Sinaga
Baca juga: TKI Diah Anggraini segera dipulangkan dari Yordania
Baca juga: Anak pekerja migran di Malaysia dapat beasiswa pilot
Baca juga: Negara pastikan lindungi pekerja migran Indonesia

Pewarta: Antara
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serangan mortar terjadi di Kabul, Afghanistan

Seorang petugas memeriksa jasad korban tewas dari penyerangan mortar di Kabul, Afghanistan, Kamis (7/3/2019). Laporan sementara dari otoritas keamanan setempat, kejadian tersebut telah menyebabkan tiga orang tewas dan 22 orang lainnya luka-luka. ANTARA FOTO/REUTERS/Omar Sobhani/wsj.

Menlu RI kunjungi kamp pengungsi Palestina di Yordania

Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Amman, Yordania, sebagai bagian dari kegiatan untuk memberi dukungan kepada rakyat Palestina.

Didampingi Komisioner Jenderal Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Pierre Krähenbühl, Menlu RI bertemu dengan para siswa dari Sekolah New Amman Camp.  

Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis, disebutkan bahwa Menlu RI melakukan dialog dan memberi semangat kepada para siswa yang tergabung dalam parlemen sekolah.
 
“Jangan pernah menyerah, jaga semangatmu dan InsyaAllah semuanya akan lebih baik di masa datang,” kata Menlu Retno kepada para siswa Palestina.

Parlemen sekolah dibentuk sebagai upaya untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan kemampuan sosial para siswa melalui peran aktif mereka dalam tatalaksana persekolahan. 
 
Sekolah yang dikunjungi Menlu RI merupakan salah satu dari 171 sekolah yang didirikan di berbagai kamp pengungsi Palestina di Jordan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 121 ribu pelajar. 

Dengan dukungan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia, UNRWA juga telah menyediakan antara lain 25 pusat kesehatan, 10 pusat rehabilitasi berbasis masyarakat, dan 14 pusat program perempuan untuk mengakomodasi kebutuhan dasar para pengungsi.

Di kamp pengungsi tersebut saat ini terdapat lebih dari 78 ribu orang pengungsi Palestina. New Amman Camp merupakan salah satu dari 10 kamp yang tersebar di Yordania, di mana sekitar 370 ribu orang pengungsi Palestina lama menetap.  
 
Secara total, terdapat lebih dari 2 juta pengungsi Palestina yang berada di wilayah Yordania. Sebagian besar mengungsi pasca Nakba, yaitu eksodus sekitar 700 ribu warga Palestina setelah meletusnya Perang Arab-Israel pada 1948.
 
Kunjungan Menlu Retno di New Amman Camp diakhiri dengan mengunjungi rumah salah satu pengungsi Palestina, yang sudah bertahun-tahun berada di kamp tersebut. 

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menyampaikan kembali komitmen pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, termasuk kemerdekaan bangsa Palestina.
 
Kunjungan ke kamp pengungsi Palestina menutup rangkaian kegiatan Menlu RI  di Amman, Yordania.

Sebelumnya, Menlu RI telah membuka “Pelatihan Internasional bagi para Pelatih mengenai Perencanaan Usaha bagi Perempuan di Tempat Pengungsian” (International Training of Trainers on Business Planning for Women in Refugees Camps). 

Menlu RI juga menyaksikan penandatangan penandatangan letter of intent (LOI) oleh Sekjen Kemlu RI mewakili Indonesia dan Asisten Menlu untuk urusan Asia, Afrika dan Australia dari Kemlu Palestina, mengenai pemberian bantuan kemanusiaan untuk Palestina berupa pengadaan desalinasi air dan obat obatan serta peralatan kesehatan. 

Menlu RI juga telah menandatangani MoU dengan Komisioner Jenderal UNWRA, mengenai distribusi kontribusi kemanusiaan Indonesia bagi pengungsi Palestina ex-Gazan di Jerash Camp, Yordania, sebesar 1 juta dolar AS. 

Baca juga: Menlu Retno luncurkan pelatihan bisnis untuk pengungsi Palestina

Baca juga: Indonesia beri bantuan kemanusiaan 1 juta dolar AS untuk pengungsi Palestina

Baca juga: Indonesia-Yordania dorong kerja sama dukung perjuangan Palestina

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia-Yordania dorong kerja sama dukung perjuangan Palestina

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Indonesia dan Yordania dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri kedua negara sepakat untuk mendorong kerja sama dalam mendukung perjuangan Palestina, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Rabu.

“Indonesia dan Yordania memiliki kesamaan posisi untuk isu Palestina. Isu Palestina berada di jantung politik luar negeri Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi di Amman.

Menlu RI menyampaikan bahwa kunjungannya ke Yordania merupakan yang keempat dalam Dua tahun. Hal itu menunjukan adanya hubungan yang baik antara Indonesia dan Yordania, dan tidak ada isu yang dapat memberatkan hubungan kedua negara. 

Kedua Menlu membahas secara khusus situasi di Palestina. Menlu Retno menyampaikan berbagai langkah yang dilakukan Indonesia dalam upaya untuk membantu perjuangan rakyat Palestina, baik secara politis maupun ekonomi,  seperti memberikan tarif nol persen untuk beberapa produk ekspor Palestina ke Indonesia, memberikan bantuan keuangan dan peningkatan kapasitas. 

Menlu RI juga menyampaikan pelaksanaan Palestina week di Jakarta dan Bandung pada Oktober 2018, yang menunjukan dukungan kuat masyarakat Indonesia terhadap perjuangan Palestina. 

Lebih lanjut Menlu RI menyampaikan bahwa kunjungannya yang singkat di Amman, Yordania difokuskan untuk kegiatan terkait dengan perjuangan Palestina. 

Sebelum bertemu dengan Menlu Yordania, Menlu RI telah membuka Pelatihan Internasional bagi Para Pelatih mengenai Perencanaan Usaha bagi kaum Perempuan di Tempat Pengungsian (International Training of Trainers on Business Planning for Women in Refugees Camps). 

“Pelatihan ini merupakan bagian dari program Indonesia untuk mendukung rakyat Palestina dalam perjuangannya membangun  bangsa Palestina,” ujar Menlu Retno.

Selain itu, pemerintah Indonesia dan Palestina telah menandatangani “Letter of Intent” (LoI) mengenai pemberian bantuan kemanusiaan untuk Palestina terkait pengadaan desalinasi air dan obat obatan serta peralatan kesehatan.  

Menlu RI juga  bertemu dengan Komisioner Jenderal Badan PBB untuk Urusan Pengungsi Palestina (UNWRA) untuk menandatangani nota kesepahaman mengenai distribusi bantuan kemanusiaan Indonesia sebesar satu juta dolar Amerika Serikat (AS) bagi pengungsi Palestina yang sebelumnya tinggal di Gaza dan sekarang di kamp pengungsi di Jerash, Yordania.
Sebagai bagian dari kunjungan ke UNWRA, Menlu RI juga melakukan kunjungan ke tempat penampungan pengungsi New Amman Camp.

Menlu Retno pun menyampaikan bahwa sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan Yordania dalam upaya membantu Palestina. 

“Yordania merupakan salah satu negara yang telah banyak membantu Palestina termasuk bagi para pengungsi Palestina. Indonesia dan Yordania sepakat untuk terus mendorong koordinasi dan kerja sama dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ucap Menlu Retno. ***2***

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Baca juga: Indonesia-Yordania kerja sama pendidikan ketahanan
Baca juga: Indonesia tawarkan Yordania kerja sama produksi vaksin
Baca juga: Indonesia upayakan peningkatan dagang dengan Yordania dan Palestina

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia beri bantuan kemanusiaan 1 juta dolar AS untuk pengungsi Palestina

Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Komisioner Jenderal Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Pierre Krähenbühl menandatangani perjanjian kontribusi kemanusiaan Indonesia bagi  pengungsi Palestina ex-Gazans di Jerash Camp, Yordania, Selasa (5/3).

Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI diterima di Jakarta, Rabu, disebutkan kontribusi kemanusiaan Indonesia sebesar 1 juta dolar AS akan diberikan untuk membantu kebutuhan makanan dan kesehatan bagi para pengungsi. 

Dalam pertemuan dengan Komisioner Jenderal UNWRA, Menlu RI menyampaikan bahwa kontribusi Indonesia tersebut menunjukan kebersamaan dan komitmen Indonesia untuk terus membantu rakyat Palestina. 

Menlu RI menegaskan kembali bahwa isu Palestina ada di jantung politik luar negeri Indonesia, dan menjadi perhatian dan keprihatinan rakyat Indonesia.

Menlu RI juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi UNRWA dalam kegiatan Solidarity Week for Palestine, yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia di Bandung dan Jakarta bulan Oktober 2018, yang juga dihadiri oleh  Menlu Palestina Riyad Malki.

Dalam acara tersebut, pihak UNRWA telah melakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan di Tanah Air terkait penggalangan dana kemanusiaan bagi pengungsi Palestina.
 
Pada awal 2018, UNRWA menyampaikan mengenai krisis pendanaan sebesar lebih dari 446 juta dolar AS. Tahun ini, kekurangan pendanaan UNWRA untuk kegiatan programnya mencapai sekitar 211 juta dolar AS.

Indonesia akan terus memberikan dukungan kepada masyarakat Palestina baik dalam bentuk bantuan keuangan maupun program peningkatan kapasitas. ***2***

Baca juga: Indonesia akan terus berkontribusi terhadap UNRWA

Baca juga: Badan bantuan Palestina terima bantuan 150 ribu dolar AS dari Baznas

Baca juga: Indonesia galang dana untuk badan bantuan Palestina

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelatihan bisnis untuk pengungsi Palestina diluncurkan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi meluncurkan program pelatihan bisnis bagi para pengungsi Palestina di Amman, Yordania, Selasa (5/3).

“Tanggal 8 Maret adalah Hari Perempuan Sedunia, saya ingin mendedikasikan hari tersebut untuk perempuan Palestina, bagi peran mereka dalam perdamaian dan keamanan,” tutur Menlu Retno dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Rabu.

Program peningkatan kapasitas bertajuk International Training of Trainers on Business Planning for Women in Refugee Camps: Women Empowerment to Achieve Sustainable Development Goals ini menegaskan kembali arti penting isu Palestina bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia, terutama dalam rangka pemberdayaan perempuan. 

Menlu Retno menekankan bahwa perempuan memiliki peran krusial dalam pembangunan bangsa. 

“Palestina ada di jantung politik luar negeri Indonesia, isu Palestina dan pemberdayaan perempuan sangat dekat di hati saya,” ujar dia.

Lebih lanjut Menlu RI menyampaikan bahwa membangun sebuah bangsa Palestina tidak mudah karena dibutuhkan kondisi yang kondisif, serta dukungan internasional baik dalam bidang ekonomi, pembangunan maupun pengembangan kapasitas. 

Oleh karena itu, dukungan Indonesia melalui penyelenggaraan program pelatihan ini diharapkan dapat semakin memperkuat upaya untuk mempersiapkan Palestina dalam meraih kemerdekannya. 

“Indonesia telah sejak lama memberikan dukungan bantuan kapasitas bagi Palestina, antara lain dalam bidang pengembangan UMKM, pemberdayaan perempuan, tata kelola pemerintahan yang baik, pendanaan mikro, dan pelestarian lingkungan hidup, yang akan membentuk fondasi penting bagi pengembangan institusi Palestina,” kata Menlu Retno.
 
Menlu RI secara khusus menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan Palestina tidak hanya akan menguntungkan secara ekonomi, namun juga akan memperkokoh infrastruktur sosio-ekonomi bangsa Palestina. 

Melalui pelatihan dan pemberdayaan, masyarakat Palestina diharapkan dapat menciptakan kesempatan agar terlahir harapan kehidupan yang lebih baik di luar batas kamp pengungsi.

Program-program peningkatan kapasitas dapat menjadi building blocks dalam membangun pemerintahan yang kokoh dan bermartabat.
 
Menlu RI juga mengapresiasi peran komunitas internasional, khususnya Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan organisasi-organisasi lainnya, yang terus bekerja keras bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Palestina, terutama yang saat ini berada di berbagai kamp pengungsi. 

Menlu RI juga mengangkat kembali posisi Indonesia yang senantiasa mendorong negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk tegas dan berani memberikan dukungannya kepada Palestina. 

“Dalam pertemuan OKI minggu lalu, saya tegaskan bahwa tidak ada pilihan lain bagi OKI kecuali memberikan dukungan tegas dan konkret bagi kemerdekaan Palestina,” tegas Menlu Retno.

Pada kesempatan tersebut, Menlu RI juga menyaksikan penandatanganan letter of intent antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Palestina mengenai pemberian bantuan kemanusiaan untuk Gaza berupa pengadaan desalinasi air dan obat-obatan serta alat alat kesehatan, yang ditandatangani oleh Sekjen Kemlu RI Duta Besar Mayerfas dan Assistant Minister for Asia, Africa and Australia Kementerian Luar Negeri Palestina Duta Besar Mazen Shamiyah.

Pelatihan bisnis untuk perempuan di kamp pengungsi di Amman akan dilaksanakan pada 5-8 Maret 2019. 

Pelatihan tersebut diikuti 30 peserta dari berbagai lembaga penanganan pengungsi di Palestina dan Yordania, termasuk UNRWA Palestina, UNRWA Yordania, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), East Jerusalem Young Men Christian Association (YMCA), Women’s Centre Al Thouri Silwan, dan WAFAA Group-Palestine.
 
Tenaga ahli untuk pelatihan berasal dari Global Entrepreunership Network (GEN) Indonesia, yang berada di bawah Ciputra Foundation dan memiliki kemitraan dengan Queen Rania Foundation di Yordania, sehingga diharapkan dapat membantu membuka akses bagi para pengungsi Palestina kepada lembaga pembiayaan dan pengembangan UMKM. ***2***

Baca juga: Menlu sebut OKI harus beri dukungan konkret bagi Palestina

Baca juga: Indonesia hapus bea masuk kurma dan zaitun asal Palestina

Baca juga: Revolusi belum usai bagi bangsa Palestina

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gerilyawan Al-Houthi tuduh Inggris berusaha gelincirkan proses perdamaian Yaman

Sana`a, Yaman, (ANTARA) – Kelompok gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi, menuduh Pemerintah Inggris berusaha menggelincirkan kesepakatan perdamaian yang rapuh di Kota Pelabuhan Utama Yaman, Al-Hudaydah.

“Kami tidak menganggap Inggris sebagai salah satu penengah dalam pembicaraan perdamaian Yaman,” kata Juru Bicara Al-Houthi Mohammed Abdulsalam, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Yaman, SABA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang.

Ia menanggapi pernyataan yang dikeluarkan sehari sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt.

Abdulsalam menambahkan bahwa “Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths juga tampaknya lebih mewakili Pemerintah Inggris ketimbang mewakili PBB”.

Abdulsalam mengatakan kelompoknya berkomitmen pada Kesepakatan Stockholm, yang dicapai pada Desember tahun lalu.

Ia mengatakan penyerahan managemen kota pelabuhan tersebut kepada satu pihak netral bukan bagian dari kesepakatan yang ditandatangani tersebut. Ia menuduh Hunt berusaha melicinkan jalan bagi koalisi pimpinan Arab Saudi untuk menduduki Kota Pelabuhan Al-Hudaydah, yang strategis di tepi Laut Merah.

Pada Ahad, Hunt mengatakan ia mengunjungi Kota Pelabuhan Aden, yang dikuasai pemerintah di Yaman Selatan, untuk mendorong kedua pihak yang bertikai di Yaman ke arah penerapan kesepakatan perdamaian itu. Ia menambahkan itu adalah “kesempatan terakhir”.

Hunt memperingatkan proses perdamaian di Yaman bisa mati dalam waktu beberapa pekan, kalau Kesepakatan Stockholm tidak dilaksanakan sepenuhnya.

Hunt mengatakan ia memberitahu Abdulsalam di Oman bahwa “penarikan gerilyawan Al-Houthi perlu dilakukan secepatnya, untuk memelihara kepercayaan pada Kesepakatan Stockholm dan memungkinkan dibukanya saluran penting kemanusiaan”.

Kesepakatan perdamaian tersebut dimaksudkan untuk menghindari pertempuran di Al-Hudaydah, saluran kehidupan utama buat dua-pertiga warga Yaman, yang dikatakan PBB berada di jurang kelaparan.

Kedua pihak yang berperang belum melaksanakan rencana yang diperantarai PBB, untuk menarik pasukan dari dalam kota itu dan sekitarnya, sejak kesepakatan perdamaian tersebut diberlakukan pada 18 Desember 2018.

Penyunting: Chaidar Abdullah
Baca juga: UNICEF: 1,2 juta anak di Yaman hidup di daerah konflik
Baca juga: Yaman: bencana kemanusiaan sudah sangat mengkhawatirkan
Baca juga: Putra Mahkota Saudi bahas Yaman dengan Sekjen PBB
Baca juga: Paus katakan ikuti krisis Yaman dengan penuh kekhawatiran

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahkamah militer Israel bebaskan perempuan Palestina yang berusia 59 tahun

Ramallah, Palestina, (ANTARA) – Seorang perempuan Palestina yang berusia 59 tahun dan ditahan selama satu bulan oleh militer Israel dalam kondisi yang sangat buruk dijadwalkan dibebaskan pada Senin (4/3), setelah satu mahkamah militer Israel mengabulkan permohonan pembebasannya.

Mahkamah Militer Ofer, katanya, memerintahkan pembebasan terhadap Suhair Barghouti, ibu dari enam anak dari Desa Kobar di dekat Ramallah di Tepi Barat Sungai Jordan. Perempuan itu telah ditahan sejak 5 Februari, dengan jaminan 10.000 shekel Israel (sebanyak 3.000 dolar AS), kata Masyarakat Tahanan Palestina (PPS).

Dua perintah pengadilan sebelumnya bagi pembebasan Suhair dibekukan selama menunggu banding dari jaksa militer.

PPS mengatakan Suhair ditahan dalam kondisi yang sangat buruk di Penjara HaSharon di Israel Tengah sebelum ia dipindahkan ke Penjara Damon –tempat ia ditahan di satu sel dengan kondisi yang sangat dingin.

Wanita setengah baya tersebut, katanya, terus-menerus dibawa naik bus penjara ke pengadilan, diberi makanan yang buruk dan tidak diberi hak untuk mengganti pakaiannya setelah ia menolak untuk menerima pakaian baru –kondisi yang telah memperburuk kondisinya.

Suhair adalah ibu dari Saleh –yang tewas oleh militer Israel pada 12 Desember di dekat Ramallah, dan Assem, yang ditahan karena dituduh membunuh dua prajurit Israel pada 13 Desember dalam aksi balas-dendam terhadap terbunuhnya saudaranya.

Suaminya, Omar (68), saat ini ditahan di penjara administrasi di Israel.

Seluruh keluarganya ditahan karena satu atau lain hal setelah militer Yahudi membunuh Saleh. Dua bersaudara lagi belakangan dibebaskan.

Penyunting: Chaidar Abdullah
Baca juga: Tahanan Palestina terlama kedua selesaikan 36 tahun hukuman penjara Israel 
Baca juga: NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini
Baca juga: PBB pantau aksi mogok makan 1.000 tahanan Palestina

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iran konfirmasi pengusiran dua diplomat Belanda

Teheran, Iran,(ANTARA)) – Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin (4/3) mengkonfirmasi bahwa Republik Islam Iran telah mengusir dua diplomat Belanda dalam aksi pembalasan sehubungan dengan pengusiran dua diplomat Iran oleh Belanda belum lama ini.

Tindakan oleh Iran tersebut dilakukan dua bulan setelah Belanda menuduh Iran merencanakan pembunuhan pesaing-pesaingnya di tanah Belanda.

Pada Senin (4/3), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi menolak tuduhan bahwa Iran berada di belakang pembunuhan politik di Belanda dan mencapnya “tidak berdasar”.

Setelah tindakan oleh negarai negara Eropa itu, Iran memutuskan untuk melakukan pembalasan, kata Qasemi, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Iran, IRNA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang.

Pada Senin, Belanda menarik duta besarnya untuk Iran guna berkonsultasi, setelah pengusiran diplomatnya, kata Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok.

Tuduhan terhadap Iran tersebut telah memicu sanksi baru Uni Eropa atas Republik Islam Iran.

Penyunting: Chaidar Abdullah
Baca juga: Iran protes pengusiran diplomatnya oleh Belanda
Baca juga: Belanda, Italia, dan Denmark ikut usir diplomat Rusia

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementerian Palestina kutuk larangan terkini Israel terhadap pejabat untuk masuk Al-Aqsha

Ramallah, Palestina, (Antara) – Kementerian Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengutuk sekeras-kerasnya tindakan Pemerintah Israel, yang secara membabi-buta melarang pejabat Waqaf, penjaga dan orang yang ingin beribadah memasuki Masjid Al-Aqsha di Al-Quds (Jerusalem).

Kementerian tersebut mengutuk larangan Israel terhadap orang yang akan masuk ke tempat suci ketiga umat Muslim itu –tempat orang Muslim mestinya bisa secara bebas beribadah– dan mencapnya sebagai peningkatan ketegangan yang berbahaya dengan tujuan menghalangi akses orang Muslim yang ingin beribadah ke masjid tersebut dan merusak peran serta pekerjaan Departemen Waqaf Muslim.

Di dalam satu pernyataan, kementerian itu mengatakan Israel berusaha mengosongkan masjid tersebut dari orang Palestina dan orang Muslim yang akan beribadah, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang.

Larangan itu diberlakukan sebagai bagian dari rencananya untuk melakukan “pemisahan sementara” Al-Aqsha sampai tempat tersebut dibagi.

Kementerian tersebut memperingatkan mengenai pantulan dari tindakan sewenang-wenang Israel terhadap Masjid Al-Aqsha, yang dikatakannya, dilakukan dalam kerangka Judaisasi dan mengubah ciri khas serta identitas Kota Al-Quds.

Pada Ahad pagi, polisi Israel menyerahkan kepada Ketua Dewan Awqaf di Al-Quds, Sheikh Abdul-Azim Salhab, perintah yang melarang dia memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha selama 40 hari.
Penyunting: Chaidar Abdullah/Maria D. Andriana
Baca juga: Israel larang tujuh perempuan Palestina masuk Al-Aqsha
Baca juga: Rakyat Palestina shalat di luar masjid Al-Aqsha untuk protes penutupan

Baca juga: Jordania kutuk Israel karena halangi pemugaran Masjid Al-Aqsha

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

AS gabungkan konsulat untuk Palestina dengan kedutaan Israel

Washington, (ANTARA) – Konsulat Amerika Serikat (AS) di Al-Quds (Jerusalem), yang melayani warga Palestina, akan digabung ke Kedutaan baru AS untuk Israel pada Senin, demikian informasi Departemen Luar Negeri.

Penggabungan tersebut menuai kemarahan para pemimpin Palestina, sebagaimana diberitakan Reuters.

Keputusan untuk membentuk misi diplomatik tunggal di Al-Quds (Jerusalem) diumumkan pada Oktober oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan secara luas diprediksikan pada awal Maret. Pengumuman Departemen Luar Negeri pada Minggu memberikan tanggal resmi untuk langkah tersebut.

Penggabungan itu meningkatkan kekhawatiran warga Palestina bahwa pemerintah Trump mulai mengganggap remeh masalah mereka di kota yang disengketakan Al-Quds, rumah bagi situs-situs suci umat Yahudi, Muslim dan Kristen.

Presiden AS Donald Trump membuat geram dunia Arab dan memicu kecaman internasional atas pengakuan Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017. Tidak hanya itu, AS juga telah memindahkan Kedutaan Besar mereka dari Tel Aviv ke Al-Quds (Jerusalem) pada Mei lalu.

Para pemimpin Plestina menangguhkan hubungan diplomatik dengan pemerintah AS pascapemindahaan kedutaan dan sejak itu memboikot upaya-upaya AS untuk menyusun rencana perdamaian antara Israel dan Palestina yang telah lama dinanti, menuduh Washignton bias pro-Israel.

Konsulat Jenderal AS di Al-Quds (Jerusalem) merupakan misi utama bagi warga Palestina, yang dengan dukungan luas internasional mengupayakan Al-Quds (Jerusalem) Timur sebagai ibu kota negara yang akan mereka dirikan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Robert Palladino keputusan tersebut didorong oleh efiensi operasional dan akan ada “kelanjutan yang lebih lengkap dari aktivitas diplomatik dan layanan konsuler AS.”

“Ini bukan sinyal perubahan kebijakan AS tentang Al-Quds (Jerusalem), Tepi Barat dan Jalur Gaza,” katanya dalam satu pernyataan. “Batas-batas khusus kedaulatan Israel di Al-Quds (Jerusalem) tunduk pada status akhir perundingan antara para pihak.”

Ketika Pompeo mengumumkan rencana penggabungan pada musim gugur lalu, pemimpin senior Palestina, Saeb Erekat mengecam keputusan pemindahan konsulat sebagai bukti terbaru bahwa pemerintahan Trump bersekongkol dengan Israel untuk memberlakukan “Israel Hebat” ketimbang solusi dua negara.

Status Al-Quds (Jerusalem) merupakan salah satu sengketa paling rumit antara Israel dan Palestina.

Israel menganggap seluruh kota, termasuk sektor di bagian timur yang dirampasnya dalam perang Timur Tengah pada 1967, sebagai “ibu kota abadi dan tak terpisahkan,” namun hal tersebut tidak diakui secara internasional.

Pewarta: Asri Mayang Sari
Penyunting: Maria D. Andriana
Baca juga: Abbas bahas perkembangan terkini dalam masalah Palestina dengan PM Irak
Baca juga: Pendudukan tanah Palestina, luka dunia Islam

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Abbas bahas perkembangan terkini dalam masalah Palestina dengan PM Irak

Baghdad, Irak, (Antara) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Ahad malam (3/3) bertemu dengan Perdana Menteri Irak Abel Abdel Mahdi di Ibu Kota Irak, Baghdad.

Kedua pejabat senior itu membahas perkembangan-politik terkini dalam masalah Palestina, terutama pelanggaran Israel terhadap Al-Quds (Jerusalem) dan tempat sucinya, baik buat umat Muslim maupun Kristen, termasuk Masjid Al-Aqsha.

Presiden Abbas memberi penjelasan kepada Abdel Mahdi mengenai perkembangan-politik terkini, terutama pelanggaran Israel terhadap Al-Quds dan tempat suci umat Muslim serta Kristen, dan upaya yang dilancarkan untuk mendukung keteguhan rakyat Palestina di Al-Quds dan membela Masjid Al-Aqsha terhadap pelanggaran sistematis Israel dan upaya untuk mengubah kebudayaan dan ciri khas budaya Al-Quds,

Mereka juga membahas berbagai masalah dengan kepentingan timbal-balik dan hubungan bilateral antara kedua negara dan cara meningkatkannya di seluruh bidang untuk kepentingan bersama, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

Presiden Abbas menekankan mereka yang mendorong Israel untuk bertindak sebagai negara di atas hukum internasional adalah Pemerintah Amerika, yang ia tegaskan tak lagi memenuhi syarat untuk mengurus perundingan tersebut sendirian saja setelah AS membuktikan sikap biasnya kepada Israel setelah mengumumkan Al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besarnya di sana, dan setelah mengizinkan dilanjutkannya kegiatan permukiman, serta pemotongan bantuannya buat Lembaga Pekerjaan dan Bantuan PBB buat Pengungsi Palestina (UNRWA).

Presiden Abbas kembali menyampaikan penolakannya bua apa yang dinamakan oleh AS “Kesepakatan Abad Ini”, yang ia tekankan tidak dilandasi atas keabsahaan serta resolusi internasional dan bertujuan menghapuskan masalah Palestina.

Israel memutuskan untuk mengurangi dari hasil pajak yang digunakan oleh Pemerintah Otonomi Palestina untuk diberikan kepada keluarga tahanan Palestina dan mereka yang dibunuh oleh pasukan Israel.

Presiden Mahmoud Abbas telah menanggapi penahanan oleh Israel tersebut dan mengatakan ia takkan menerima uang pajak itu kalau kurang satu sen saja.

Sementara itu Presiden Irak Barham Saleh menegaskan masalah Palestina akan tetap menjadi masalah inti, dan “kami akan terus membela hak rakyat Palestina”.

Ia menegaskan kehadiran kuat Irak di wilayah tersebut memungkinkannya membantu mencapai tujuan rakyat Palestina.

Pertemuan itu dihadiri oleh Ketua Dinas Intelijen Umum Majed Faraj, Penasehat Urusan Ekonomi Abbas –Mohammad Mustafa, Penasehat Diplomatik Abbas –Majdi Al-KHalidi, dan Duta Besar Palestina untuk Irak, Ahmad `Aqel, serta Yasser Abbas.

 Penyunting: Chaidar Abdullah/Maria D. Andriana
Baca juga: Presiden Abbas: dukungan AS bikin Israel bertindak di atas hukum
Baca juga: Presiden Palestina bahas masalah Timur Tengah dengan Paus di Vatikan
Baca juga: Abbas: Palestina masih berkomitmen bagi perdamaian yang adil dengan Israel

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Israel, Rusia akan amankan penarikan pasukan asing dari Suriah

Yerusalem (ANTARA News) – Israel dan Rusia akan bekerja sama dalam mengamankan penarikan pasukan asing dari Suriah, kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu.

PM Israel mengungkapkan rencana kerja sama tersebut setelah ia berkunjung ke Moskow dalam rangka mendorong Rusia untuk menentang keberadaan Iran di Suriah.

Sementara Presiden Suriah Bashar al-Assad memukul gerakan pemberontakan delapan tahun, Israel khawatir bahwa penguatan dukungan bagi Bashar yang diberikan Iran dan milisi Hizbullah Lebanon –yang didukung Teheran, akan terus berlangsung untuk membentuk gerakan baru yang mengancamnya, demikian Reuters melaporkan.

Israel telah melancarkan ratusan kali serangan di Suriah ke target-target yang diduganya memiliki kaitan dengan Iran dan Hizbullah.

Baca juga: Rusia: Kami tak bisa paksa Iran keluar dari Suriah

Operasi tersebut sebagian besar diabaikan Rusia, yang ikut campur secara militer atas nama Bashar pada 2015.

Netanyahu, yang diterima Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu, mengatakan ia telah menjelaskan bahwa serangan semacam itu akan tetap berlangsung dan saluran telepon khusus Israel-Rusia akan terus mencegah bentrokan tak sengaja antara kedua negara muncul.

“Saya dan Presiden Putin juga sepakat soal tujuan bersama, yaitu membersihkan Suriah dari keberadaan pasukan asing yang datang setelah perang saudara meletus,” kata Netanyahu kepada kabinet Israel.

“Kami setuju untuk membentuk suatu gugus tugas yang, bersama-sama dengan lainnya, akan berupaya mencapai tujuan ini.”

Rusia sebelumnya telah mengungkapkan sikap setuju soal pasukan-pasukan lainnya keluar dari Suriah walaupun Rusia sendiri berencana mempertahankan keberadaan garnisunnya di sana untuk jangka panjang.

Baca juga: Bashar: Rusia dapat mainkan peran untuk cegah serangan Israel

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan dalam wawancara dengan kantor berita Kuwait KUNA bahwa situasi di Suriah sudah terlihat stabil setelah operasi dijalankan pasukan Pemerintah Suriah dengan dukungan kekuatan udara Rusia.

Namun, Lavrov mengatakan terlalu dini untuk menyatakan “ancaman teroris” di Suriah sudah dibasmi.

Amerika Serikat sudah mulai menarik pasukannya dari Suriah sementara para pemberontak dari kelompok IS hampir dikalahkan.

Redaktur: Tia Mutiasari

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taufiq Al-Buthi: Suriah difitnah media Barat

Media-media Barat melancarkan fitnah dan propaganda untuk melemahkan Suriah

Jakarta (ANTARA) – Ketua Ikatan Ulama Suriah Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi mengatakan Suriah difitnah media-media Barat dengan pemberitaan yang tidak sesuai fakta dan keadaan Suriah yang sebenarnya.

“Media-media Barat melancarkan fitnah dan propaganda untuk melemahkan Suriah. Mereka tidak menyampaikan informasi yang sebenarnya dan yang sesungguhnya terjadi di Suriah,” ujar Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi saat ditemui di Jakarta, Minggu.

Ia mencontohkan ada media Barat yang memberitakan bahwa ada demo besar di Universitas Damaskus. Padahal, kenyataannya tidak ada demo besar karena unjuk rasa itu hanya diikuti oleh 35 siswa.

Disamping itu, media-media barat secara terus-menerus memberitakan bahwa terjadi konflik sektarian antara Sunni-Syiah di Suriah.

“Faktanya konflik sektarian tidak ada. Dalam sejarah Suriah, tidak pernah terjadi konflik sektarian,” kata dia.

Al-Buthi mencontohkan bahwa sejak ratusan tahun hingga saat ini, Kota Damaskus Tua dihuni komunitas Kristen Ortodoks, Sunni, Syiah, dan Yahudi. 

“Di wilayah itu tidak pernah terjadi konflik. Jadi, pemberitaan media Barat tidak benar dan itu fitnah,” kata dia.

Ia menambahkan, Amerika Serikat dan sekutunya menginginkan Suriah menjadi negara yang lemah.

Pasalnya, Al-Buthi mengatakan Suriah yang kuat menjadi ancaman terhadap eksistensi Israel yang berbatasan langsung dengan Negeri Syam itu.

“Suriah hingga saat ini sangat mendukung perjuangan Palestina untuk menjadi negara yang merdeka, karena Presiden Bashar al-Assad berhubungan langsung dengan Palestina maka Suriah paling banyak menerima tekanan,” kata dia.

Israel serta sekutunya, yang tidak menyukai pemerintahan Bashar al-Assad, merencanakan berbagai skenario untuk mencerai-beraikan Suriah.

“Salah satu caranya, yaitu propaganda media. Mereka menghembuskan isu reformasi, konflik sektarian dan sebagainya. Ketika Suriah lemah maka Israel gampang untuk mengontrolnya,” ujar dia.

Namun, lanjut dia, Suriah dibawah pemerintahan Bashar al-Assad mampu melewati segala tekanan yang dilancarkan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan Suriah menjadi negara yang kuat di Timur Tengah.

Baca juga: Suriah semakin membaik setelah didera konflik berkepanjangan
 

Pewarta:
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Al-Buthi ajak ulama Indonesia berperan aktif tangkal ekstremisme

Muslim yang mempelajari Islam berdasarkan keilmuan yang benar dapat menangkal radikalisme dan ekstremisme

Jakarta (ANTARA) – Ketua Ikatan Ulama Suriah Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi mengajak ulama di Indonesia untuk berperan aktif memerangi ekstremisme dan radikalisme.

“Ekstremisme dan radikalisme bukan bagian dari Islam dan Indonesia. Muslim yang mempelajari Islam berdasarkan keilmuan yang benar dapat menangkal radikalisme dan ekstremisme,” ujar Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi saat ditemui di Jakarta, Minggu.

Menurut Al-Buthi, Islam yang berkembang di Indonesia merupakan Islam yang berdasarkan keilmuan, seperti terlihat dari jumlah pesantren yang banyak tersebar di pelosok tanah air.

Putra dari ulama terkemuka Suriah, almarhum Syekh Ramadhan al-Buthi, itu mengatakan Islam yang berasaskan keilmuan dapat menjaga sebuah bangsa dari ancaman ekstremisme.

Ia menambahkan, Muslim Indonesia menerima Islam tanpa adanya paksaan, berdasarkan kemauan mereka sendiri, karena kagum dengan akhlak dan akidah dalam ajaran Islam. 

“Identitas Islam di Indonesia sudah mendarah daging. Indonesia adalah Negara Muslim dan indentitas Islam sangat kuat,” kata dia.

Selain itu, Al-Buthi juga memuji Islam moderat yang menjadi ciri khas Indonesia, yang mampu menerima perbedaan dengan bijak.

“Pembangunan sisi religius selaras dengan pembangunan di bidang lainnya,” kata dia.

Al-Buthi juga berpesan kepada seluruh Muslim di Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan agar dapat menangkal berbagai ancaman yang dapat memecah belah bangsa.

Baca juga: Ulama Suriah: estremisme dan radikalisme bukan bagian Islam

Baca juga: Suriah semakin membaik setelah didera konflik berkepanjangan

Baca juga: Taufiq Al-Buthi: Suriah difitnah media Barat

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasukan Suriah dukungan AS perkirakan bertempur dengan IS Minggu

Dekat Baghouz, Suriah, 3/3 (Antara/Reuters) – Pasukan Suriah dukungan Amerika Serikat yang menutup benteng teritorial terakhir IS dekat perbatasan Irak memperkirakan “pertempuran menentukan” akan terjadi pada Minggu setelah ada pergerakan lamban, kata seorang juru bicara Sabtu (2/3) malam.

“Kami perkirakan pertempuran menentukan akan terjadi pada pagi,” kata Marvan Qamishlo, perwira media militer untuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF), kepada Reuters di satu bukit yang menghadap desa Baghouz.

“Daesh menanam ranjau-ranjau di kawasan itu. Ribuan ranjau ditanam di sepanjang di jalan-jalan,” katanya, menggunakan penyebutan IS dalam bahasa Arab.

IS mengalami kekalahan di wilayah terakhir yang mereka kuasai pada Sabtu, saat SDF mengatakan mereka mendekati benteng terakhir kelompok itu di dekat perbatasan Irak, mengakhiri upaya selama empat tahun untuk mengusirnya.

“Kami berharap itu akan segera berakhir,” kata juru bicara SDF, Mustafa Bali kepada Reuters.

Sementara kejatuhan Baghouz, desa Suriah di pinggiran Sungai Eufrat, akan menandai tonggak sejarah dalam aksi melawan ekstremis, mereka tetap menjadi ancaman dengan menggunakan taktik gerilya dan menguasai beberapa tempat terpencil lebih jauh ke barat.

Ribuan pengikut dan pejuang IS, yang secara perlahan-lahan mundur ke Baghouz saat kelompok tersebut terusir berbagai negara-negara, keluar dari sekelompok dusun kecil dan lahan pertanian di Provinsi Deir al-Zor selama beberapa pekan terakhir.

Evakuasi mereka menghalangi serangan terakhir hingga Jumat malam saat SDF mengatakan pihaknya berhasil maju dan tidak akan berhenti sampai para ekstremis dikalahkan.

Baca juga: Taufiq Al-Buthi: Suriah difitnah media Barat
Baca juga: Ribuan orang menyelamatkan diri dari IS ke kamp di Suriah

Penyunting: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suriah semakin membaik setelah didera konflik berkepanjangan

Jakarta (ANTARA) – Ketua Ikatan Ulama Suriah Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi mengungkapkan kondisi Suriah semakin membaik setelah kekalahan kelompok teroris seperti ISIS, Nusra, Jaiz Islam dan lainnya.

“Kekalahan kelompok teroris tersebut yang masih berkaitan dengan Al-Qaeda membuat situasi Suriah semakin aman,” ujar Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi saat ditemui di Jakarta, Minggu.

Saat konflik bersenjata di Suriah berkecamuk, Suriah menghadapi berbagai kelompok teroris, antara lain ISIS, Koalisi Jaisy Al-Fatah, Aliansi Front Selatan, dan Front Nusra.

ISIS dipimpin oleh Abu Bakr Al-Baghdadi dengan mempunyai pasukan berjumlah sekitar 70 ribu termasuk 20 ribu pejuang asing dari 80 negara.

Koalisi Jaisy Al-Fatah dipimpin oleh Front Nusra. Kelompok ini merupakan gabungan oposisi yang terdiri dari JN Ahrar Al-Asham, Liwa Syuqur, Jaish Al Islam dengan pasukan berjumlah 30 ribu orang.

Aliansi Front Selatan dipimpin oleh Front Nusra. Pasukannya berasal dari FSA front selatan dan Front Nusra. Front Nusra dipimpin oleh Abu Muhammad Al-Julani dengan ideologi Salafi/Wahhabi Jihadis. Kelompok bersenjata ini mempunyai pasukan sebanyak 8.000 sampai dengan 10.000 orang.

Kelompok-kelompok teroris itu saat ini bergeser ke Provinsi Idlib, Suriah Barat Laut yang berbatasan dengan Turki.

Al-Buthi mengatakan tentara Suriah saat ini fokus untuk membebaskan Provinsi Idlib, Suriah Barat Laut, dari kelompok teroris yang sebagian besar menguasai wilayah itu.

Putra dari ulama terkemuka Suriah, almarhum Syekh Ramadhan al-Buthi, itu mengatakan situasi keamanan Ibu Kota Suriah Damaskus dan wilayah sekitarnya sudah stabil.

Saat ini stabilitas keamanan sudah membaik dan warga Suriah hidup damai. Warga Suriah yang tinggal di daerah-daerah tersebut, lanjut dia, menata kembali kehidupan mereka.

“Sebelumnya banyak ‘check point’ di Damaskus dan wilayah sekitarnya. Namun, saat ini tidak ada ‘check point’ serta pos militer yang tersebar di sudut-sudut ibukota Suriah,” kata dia.

Al-Buthi pun menyalahkan pemberitaan media-media barat yang menyudutkan Suriah bahwa sebagian besar kota di Suriah masih belum pulih dari konflik bersenjata. Padahal, lanjut dia, tidak semua kota di Suriah hancur karena konflik bersenjata.

“Warga Damaskus dan wilayah-wilayah sekitarnya hidup normal dan menjalani aktivitas mereka sehari-hari,” kata dia.

/

Pewarta:
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iran kutuk Inggris atas pencantuman Hizbullah sebagai kelompok “teroris”

Dubai, (ANTARA) – Iran mengutuk Inggris karena mengeluarkan keputusan untuk mencantumkan Hizbullah dalam daftar sebagai organisasi teroris, dengan menyatakan pada Sabtu negara itu mengabaikan keinginan sebagian besar rakyat Lebanon dan peran kelompok yang didukung Teheran dalam memerangi IS (Daesh).

Inggris mengatakan pada Senin, pihaknya berencana melarang semua sayap Hizbullah, yang dinyatakan sebagai organisasi teroris Washington, karena pengaruhnya yang membuat Timur Tengah tak stabil, sebelumnya telah melarang unit keamanan eksternal dan sayap militernya, sebagaimana diberitakan Reuters.

“Langkah Inggris ini menunjukkan pengabaian dengan sengaja keinginan sebagian besar rakyat Lebanon dan legitimasi dan posisi sah Hizbullah dalam pemerintahan dan struktur politik Lebanon,” kata juru bicara Kemneterian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi yang dikutip kantor berita negara IRNA.

Pengaruh Hizbullah, yang merupakan kelompok paling kuat di Lebanon, telah meluas di dalam negeri dan di kawasan itu. Organisasi tersebut telah mengendalikan tiga dari 30 kementerian dalam pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Saad al-Hariri dukungan Barat. Hizbullah tak pernah menempatkan menterinya sebanyak itu.

“Selain … membantu melestraikan integritas teritorial Lebanon selama beberapa dekade, Hizbullah telah menjadi salah satu pilar dari pertempuran melawan terorisme dan kelompok-kelompok teroris seperti IS di kawasan,” kata Qasemi.

Iran dan Hizbullah, yang didirikan pada tahun 1982 Garda Revolusi Iran, merupakan pemain utama dalam perang di Suriah dan pertempuran melawan kelompok-kelompok militan yang menentang Presiden Bashar al-Assad, termasuk IS.

penyunting: M. Anthoni/Maria D.Andriana
Baca juga: Hizbullah anggap Barat gagal teror Suriah
Baca juga: Garda Revolusi Iran siap bangun kembali Suriah, tolak tuntutan Saudi

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBB: sedikitnya 84 orang meninggal saat melarikan diri dari IS di Deir al-Zor

Jenewa, (ANTARA) – Sedikitnya 84 orang, dua pertiga di antaranya anak-anak masih belia, telah meninggal sejak Desember dalam perjalanan mereka ke kamp al-Hol di bagian timur laut Suriah setelah melarikan diri dari IS di kawasan Deir al-Zor, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat (1/2).

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat telah melakukan aksi selama beberapa pekan untuk menguasai kantung terakhir IS (Daesh) di desa Baghouz yang terkepung dekat perbatasan Irak, tapi operasi itu terhenti sementara karena ada usaha-usaha mengevakuasi ribuan warga sipil.

PBB sangat “mencemaskan” nasib ribuan warga sipil yang melarikan diri dari kawasan-kawasan yang dikuasai IS di Baghouz di Provinsi Deir al-Zor setelah pertempuran sengit berlangsung, kata Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dalam taklimat, yang disiarkan Reuters.

Kamp al-Hol, di Provinsi Hasaka, di bagian timur laut Suriah, sekarang menampung sedikitnya 45.000 orang, termasuk 13.000 orang yang meninggalkan Deir al-Zor pekan lalu, katanya.

“Banyak di antara mereka tiba dalam keadaan kelelahan, lapar dan sakit,” ujarnya, menambahkan bahwa sembilan di 10 orang itu adalah wanita dan anak-anak. “Mereka telah menempuh perjalanan yang jauh, sangat melelahkan ke kamp ini, sejauh ini berdasarkan laporan-laporan lebih 84 orang meninggal di perjalanan, di sepanjang wilayah itu. Dua pertiga di antara mereka yang telah meninggal ialah anak-anak di bawah usia lima tahun,” kata Laerke.
Baca juga: Puluhan anak-anak di kamp Suriah meninggal akibat cuaca ekstrem
Sebanyak 175 anak-anak dibawa ke rumah sakit karena menderita kurang gizi yang parah, kata dia, mengutip laporan-laporan dari badan-badan PBB dan kelompok-kelompok di lapangan.
 
Penyunting: M. Anthoni/Maria D. Andriana
Baca juga: UNHCR katakan tidak dorong pengungsi Suriah pulang dari Lebanon
Baca juga: Pompeo: Trump-Putin bahas pemulangan pengungsi Suriah

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pedersen: Penyelesaian krisis di Suriah dimulai dengan dihormatinya kedaulatannya

New York (ANTARA News) – Utusan Khusus PBB untuk Suriah Geir Pedersen, Kamis (28/2), mengatakan penyelesaian krisis di Suriah dimulai dengan dihormatinya kedaulatannya, keutuhan wilayahnya dan kemerdekaannya serta dijaminnya rencana bagi proses politik yang dipimpin oleh orang Suriah sendiri.

Pedersen, selama satu sidang Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Suriah, menegaskan perlunya bagi kepulangan pengungsi ke desa dan kota asal mereka, selain pembangunan kembali negeri tersebut melalui orang Suriah.

Mengenai Komite Konstitusional, Pedersen mengatakan, “Ada penerimaan bagi pembentukan komite konstitusional Suriah yang seimbang yang dipimpin oleh orang Suriah dan dibentuk oleh orang Suriah dari segala lapisan masyarakat.”

Baca juga: Suriah tuntut PBB tindak kejahatan pasukan koalisi

Baca juga: PBB: Sanksi sepihak berdampak negatif bagi rakyat Suriah

Sedangkan mengenai Kamp Ar-Rukbah, Pedersen –sebagaimana dikutip Kantor Berita Suriah, SANA, yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang– memuji kerja sama Pemerintah Suriah untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke kamp tersebut.

Dalam satu taklimat setelah sidang Dewan Keamanan, Pedersen menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan, milik Suriah yang diduduki Israel, adalah tanah Suriah berdasarkan resolusi terkait PBB, dan mengatakan Resolusi No.2254 menekankan keutuhan wilayah Suriah.

Redaktur: Chaidar Abdullah/Maria Dian A

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kantor PM Palestina sambut temuan komisi PBB mengenai protes Palestina

Ramallah, Palestina,(ANTARA News) – Kantor Perdana Menteri Palestina pada Kamis (28/2) menyambut temuan Komisi Penyelidikan Independen PBB mengenai protes di Wilayah Palestina yang Diduduki dan pernyataan yang dikeluarkan oleh Ketua Komisi tersebut, Santiago Canton dari Argentina.

Pernyataan itu mengakui bahwa pasukan pendudukan Israel melakukan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional terhadap pemrotes Palestina yang tak bisa membela diri selama Pawai Akbar Kepulangan dan diakhirinya blokade Israel atas Jalur Gaza.

“Temuan tersebut dan tuntutan untuk memulai penyelidikan segera oleh Israel, Penguasa Pendudukan, adalah langkah yang benar di arah yang benar, tapi tidak cukup bagi penetapan pertanggung-jawaban menyeluruh. Masyarakat internasional harus memikul tanggung-jawabnya dan menyediakan perlindungan internasional buat warga Palestina di setiap jengkal wilayah Palestina, yang diduduki,” kata Ahmad Shami, Juru Bicara Kantor Perdana Menteri.

“Kami mendesak masyarakat internasional dan semua lembaga terkait PBB untuk mewajibkan Israel melaksanakan Konvensi Jenewa Keempat dan melaksanakan kewajiban hukumnya sebagai penguasa pendudukan untuk melindungi warga Palestina yang berada di bawah kekuasaan militernya,” tambah Shami, sebagaimana dikutip Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.

Shami juga menyatakan bahwa saat peringatan pertama Pawai Akbar Kepulangan makin dekat, “semua pihak terkait harus menekan Israel agar menanggapi permintaan yang berulangkali disampai oleh Komisi itu bagi keterangan dan akses ke Wilayah Palestina, yang diduduki”.

Penyunting: Chaidar Abdullah/Maria D. Andriana
Baca juga: Makarim katakan situasi akibat permusuhan Israel, Hamas mencemaskanBaca juga: Ketua Liga Arab serukan penyelidikan kejahataan Israel di Gaza
Baca juga: Indonesia desak PBB selidiki pelanggaran HAM Israel

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

LA sambut laporan PBB yang tuduh Israel lakukan kejahatan perang

Kairo, Mesir, (ANTARA News) – Liga Arab (LA) pada kamis (28/2) menyambut baik hasil laporan PBB bahwa pasukan Israel melakukan kejahatan perang dengan membunuh orang Palestina di wilayah Palestina yang diduduki.

Asisten Sekretaris Jenderal LA Urusan palestina dan Wilayah Arab yang Diduduki, Saeed Abu Ali, mengatakan hasil tersebut mencerminkan keadilan hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia internasional, yang mengkalisifikasikan pelanggaran yang dilakukan Israel sebagai kejahatan perang atau kejahatan terhadap umat manuusia.

Di dalam satu pernyataan, Asisten Sekretaris Jenderal tersebut menyeru masyarakat internasional agar menindak-lanjuti hasil penting di dalam laporan tersebut dan memusatkan perhatian pada prinsip pertanggung-jawaban, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Laporan itu menuntut mereka yang bertanggung-jawab atas pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan setiap hari terhadap rakyat Palestina mesti diidentifikasi.

Ia menekankan pentingnya dan perlunya menyediakan perlindungan internasional buat rakyat Palestina serta diakhirinya pendudukan serta berdirinya Negara Palestina Merdeka di wilayah yang diduduki pada 1967 dengan Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kotanya.

Saty laporan dari Komisi Penyelidikan Independen PBB mengenai protes di wilayah Palestina yang diduduki menggambarkan penembakan militer Israel terhadap pemrotes Palestina di pagar perbatasan Jalur Gaza dengan Israel sebagai kejahatan perang.

Komisi tersebut diberi mandat oleh Dewan Hak Asasi Manusia pada Mei 2018 untuk menyelidiki semua pelanggaran Israel dan pelecehan terhadap hukum kemanusiaan internasional serta hukum hak asasi manusia internasional di wilayah Palestina yang diduduki dalam konteks protes Pawai Akbar Kepulangan, yang dimulai di Jalur Gaza pada 30 Maret 2018.

Penyunting: Chaidar Abdullah/Maria D. Andriana
Baca juga: Liga Arab desak upaya internasional hentikan pelanggaran Israel
Baca juga: Liga Arab desak Australia akui Palestina
Baca juga: Kantor PM Palestina sambut temuan komisi PBB mengenai protes Palestina

Pewarta:
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBB: Pasukan Israel harus bertanggungjawab atas kematian di Jalur Gaza

Jenewa, 28/2 (Antara/Reuters) – Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kamis, mengatakan pasukan keamanan Israel kemungkinan melakukan kejahatan perang atas kematian 189 rakyat Palestina dan lebih dari 6.100 korban luka dalam aksi protes mingguan di Jalur Gaza selama setahun terakhir.

“Pasukan keamanan Israel menewaskan dan melukai para demonstran Palestina yang tidak menimbulkan ancaman kematian atau luka serius kepada orang lain saat mereka ditembak. Para demonstran juga tidak terlibat langsung dalam pertempuran,” kata laporan panel.

Menurutnya, panel memiliki informasi rahasia tentang orang-orang yang diyakini bertanggungjawab atas kematian tersebut, termasuk juru tembak dan komandan, yang diberikan kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet agar dilaporkan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Aksi Protes digelar di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza sejak tahun lalu. Mereka menyerukan pelonggaran blokade Israel di wilayah tersebut. Mereka juga meminta pengakuan hak pengungsi Palestina di sana untuk kembali ke rumah mereka di Israel.

Israel mengatakan pasukannya melepaskan tembakan guna melindungi perbatasan dari serbuan dan serangan kelompok gerilyawan bersenjata.

Penyunting: Asri Mayang Sari
Uu.KR-AMS/M007

Pewarta:
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Revolusi belum usai bagi bangsa Palestina

Lagu-lagu yang dipersembahkan tadi merupakan penyampaian kepada seluruh dunia, khususnya masyarakat Indonesia, mengenai apa yang dirasakan rakyat Palestina tentang makna kebebasan

Jakarta (ANTARA News) – Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun menegaskan bahwa perjuangan belum usai bagi bangsa Palestina sejak revolusi yang dimulai pada1965.

Dalam sambutannya pada Malam Kebudayaan Palestina (Palestinian Cultural Night) yang digelar untuk memperingati 54 Tahun Revolusi Palestina, di Jakarta, Rabu, Dubes Zuhair menjelaskan acara tersebut ditujukan untuk menggalang dukungan dunia kepada Presiden Mahmoud Abbas dalam menyerukan apa yang dicita-citakan rakyat Palestina.

“Revolusi yang diawali pada 1 Januari 1965 adalah awal dari sebuah rencana untuk menjadikan Palestina negara yang lebih baik ke depannya, baik secara politik maupun global,” kata Zuhair di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Malam kebudayaan yang dikemas dalam sajian penampilan tari dan musik, merupakan ungkapan rakyat Palestina mengenai makna kemerdekaan, yang telah lama mereka idamkan.

Rakyat Palestina hingga kini masih hidup dalam pendudukan Israel, bahkan ada yang terpaksa mengungsi dari tanah kelahiran mereka untuk memperoleh keamanan dan kedamaian.

“Lagu-lagu yang dipersembahkan tadi merupakan penyampaian kepada seluruh dunia, khususnya masyarakat Indonesia, mengenai apa yang dirasakan rakyat Palestina tentang makna kebebasan,” kata Dubes Zuhair.

Numan Al Jalmawi, seniman Palestina yang khusus didatangkan ke Jakarta untuk tampil dalam acara tersebut, mengaku senang dapat menyanyikan lagu-lagu tradisional Palestina yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Ia juga mengungkapkan kebahagiannya dapat berkunjung ke Indonesia, sebuah negara yang secara konsisten menunjukkan komitmen untuk perjuangan bangsa Palestina meraih kemerdekaan.

“Rakyat Indonesia sangat dekat dengan bangsa Palestina. Mereka sangat bersahabat, menyenangkan, dan selalu mendukung bangsa Palestina,” kata dia.

Baca juga: Malam Kebudayaan Palestina diselenggarakan di Jakarta

Baca juga: Menlu: Indonesia akan terus bersama Palestina sampai merdeka
 

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Malam Kebudayaan Palestina diselenggarakan di Jakarta

Jakarta (ANTARA News) – Malam Kebudayaan Palestina (Palestinian Cultural Night) diselenggarakan di Jakarta, Rabu, untuk memperingati 54 Tahun Revolusi Palestina.

Bertempat di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina Din Syamsuddin, sejumlah duta besar negara sahabat, serta publik.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara tersebut digelar untuk menunjukkan semangat dan perjuangan bangsa Palestina yang tidak pernah putus untuk memperoleh kemerdekaan, yang dimulai sejak Revolusi Palestina 1 Januari 1965.

“Malam ini melalui diplomasi budaya, kami ingin suara kami didengar lebih lantang dan jelas di dunia,” kata Zuhair.

Dalam acara tersebut, Dubes Zuhair secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan bangsa Indonesia yang terus-menerus bagi bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaan sejati dengan Al Quds Al Syarif atau Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina Din Syamsuddin menyebut Malam Kebudayaan Palestina yang baru pertama kali diadakan di Indonesia sebagai simbol kedekatan hubungan kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Din mengajak masyarakat Indonesia untuk memastikan komitmen dan solidaritas bagi perjuangan bangsa Palestina.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut menampilkan tarian tradisional Palestina, Dabka, yang diiringi lantunan lagu oleh penyanyi Palestina Numan Al Jalmawi.

Selain itu ditampilkan pula tari Ratoeh Jaroe yang berasal dari Aceh.

Baca juga: Lawatan resmi pertama dubes RI ke Ramallah, bahas penguatan kerja sama Indonesia-Palestina

Baca juga: Kelas Bahasa Indonesia dibuka di Palestina untuk pertama kalinya

Baca juga: Human Initiative bersama Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat bangun sekolah di Palestina

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dubes Kuwait puji hubungan bilateral dengan Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Abdulwahab Abdullah Al Sager, memuji hubungan bilateral antara Kuwait dan Indonesia yang dinilai istimewa dan berkembang, terutama di bidang politik, kemanusiaan dan pendidikan. 

Al Sager dalam siaran pers dari Kedutaan Besar Kuwait di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa kontribusi kemanusiaan Kuwait di Indonesia berada pada tingkat terdepan dari kerja sama bilateral antara kedua negara.

Kontribusi kemanusiaan Kuwait mencapai lebih dari 250 juta dolar AS, termasuk diantaranya pembangunan Sekolah Tinggi Islam Al Wafa diatas lahan seluas 70.000 meter persegi dengan biaya sebesar sembilan juta dolar AS di daerah Cileungsi, Bogor, yang diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 23 Februari lalu.

Menurut Al Sager, Wakil Perdana Menteri dan juga Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Sabah Khaled Al Hamad Al Sabah telah mengirim undangan kepada Menlu RI Retno Marsudi untuk berkunjung ke Kuwait untuk memimpin putaran pertama Sidang Komite Bersama dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral di semua bidang.

Menlu RI juga diundang untuk menandatangani beberapa nota kesepahaman dan perjanjian yang siap ditandatangani, seperti perjanjian tentang pembebasan dari persyaratan visa untuk pemegang paspor diplomatik dan khusus, serta nota kesepahaman tentang kerja sama pelatihan diplomat.

Jumlah visa yang diberikan oleh Kedutaan Besar Kuwait di Jakarta pada 2018 sebanyak 573 visa, yakni dengan rincian 502 visa kerja sektor swasta, 47 visa ikut keluarga, 17 visa kunjungan pejabat Indonesia, dan tujuh visa pelajar.

Al Sager pun menekankan pentingnya penyelesaian nota kesepahaman dan perjanjian lainnya yang masih dalam tahap pembahasan akhir, seperti nota kesepahaman tentang kerja sama di bidang minyak dan gas, nota kesepahaman tentang kerja sama pendidikan tinggi, bidang seni dan budaya, penerbangan sipil.

Hal yang tidak kalah penting untuk dibahas kedua pihak, menurut Al Sager, adalah tentang moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Timur Tengah yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia sejak 2009 dan masa depan moratorium tersebut guna membangun mekanisme pengembangan kerja sama di bidang ketenagakerjaan.

Jumlah warga negara Indonesia (WNI) di Kuwait tercatat 6.774 orang, dan 29 persen di antaranya bekerja di sektor swasta, dan 53 persen di sektor domestik, sisanya 18 persen adalah pelajar.

Selanjutnya, untuk mengimplementasikan rencana pembangunan lima tahun (2015-2020) Kuwait, yang mencakup berbagai proyek infrastruktur, pemerintah Kuwait mengundang perusahaan pemerintah dan swasta Indonesia untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek besar di negara tersebut.

Investasi langsung Kuwait di Indonesia selama 2018 mencapai 13,3 juta dolar AS dalam tiga proyek. Selain itu, investasi minyak dan gas Kuwait di Indonesia mencapai dua miliar dolar AS melalui investasi Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC).

Kuwait dan Indonesia saat ini duduk sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan berbagi pandangan tentang pentingnya stabilitas, perdamaian, dan keamanan internasional. 

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rakyat Palestina dilarang tanami lahan mereka di selatan Nablus

Nablus, Palestina (ANTARA News) – Pasukan Israel pada Selasa melarang rakyat Palestina menanami lahan mereka di Desa Jaloud, di sebelah selatan Nablus, di bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan, kata seorang pejabat lokal.

Ghassan Daghlas, pejabat yang memantau kegiatan permukiman di bagian utara Tepi Barat, mengatakan tentara Israel melarang para petani di Desa Jaloud mengolah tanah mereka sendiri, yang berada di dalam Area B –yang berada di bawah wewenang Pemerintah Otonomi Palestina tapi di bawah pengamanan militer Israel dan berdampingan dengan permukiman terdepan Yahudi, Ahiya.

Ia menambahkan tentara Israel telah berulangkali tak memberi akses buat petani Desa Jaloud ke lahan pertanian mereka, yang berjumlah 10 dunum. (1 dunum = 1.000 meter persegi).

Baca juga: Puluhan orang Palestina ditangkap setelah polisi Israel serbu Al-Aqsha

Baca juga: Remaja Palestina tewas setelah ditembak pasukan Israel

Pemukim Yahudi dan pasukan keamanan Israel dari permukiman Yahudi terdepan, Yesh Kodesh dan Ahiya, selain permukiman Adi Ad, telah berulangkali menyerang rakyat Palestina dari desa yang berdekatan, termasuk Jaloud, dan mengincar lahan pertanian mereka.

Banyak serangan dimaksudkan untuk membuat sulit kehidupan warga desa Palestina guna memaksa mereka pergi dan memungkinkan pemukim Yahudi memperluas permukiman mereka.

Antara 500.000 dan 600.000 orang Israel tinggal di berbagai permukiman khusus buat orang Yahudi di seluruh Al-Quds (Jerusalem) Timur, yang diduduki, dan Tepi Barat dalam pelanggaran terhadap hukum internasional.

Redaktur: Chaidar Abdullah/Eliswan Azly

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WHO kutuk kekerasan terhadap pekerja kesehatan di Irak

Baghdad, Irak (ANTARA News) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan keras mengutuk serangan kekerasan terhadap pekerja kesehatan di Irak, dan menyeru pemerintah Irak agar menjamin keselamatan pekerja kesehatan.

Satu pernyataan dari WHO dikeluarkan setelah seorang pekerja kesehatan diserang secara fisik saat ia memberi perawatan medis buat seorang perempuan yang berusia 70-an tahun dan sedang sakit di Azadi Teaching Hospital di Provinsi Kirkuk, Irak Utara.

“WHO menyeru pemerintah di Irak agar menjamin keselamatan pekerja kesehatan, instalasi kesehatan, dan kesucian perawatan kesehatan,” kata pernyataan itu, yang mengutip Adham Rashad Ismail, Penjabat Wakil WHO di Irak.

“Serangan semacam itu merupakan pelanggaran serius terhadap Hukum Kemanusiaan Internasional dan melucuti hak warga yang paling rentan –anak kecil, perempuan dan orang tua– untuk memperoleh layanan kesehatan dasar,” kata Ismail, sebagaimana dikutip Kantor Berita China, Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

Baca juga: Polisi Irak turunkan bendera KRG di Kirkuk Utara

Pada 2018, sebanyak 42 serangan terhadap pekerja perawatan kesehatan dicatat oleh WHO di Irak, 40 persen di antaranya terhadap praktisi medis, kata pernyataan tersebut.

“Sangat penting bahwa Pemerintah Irak menjamin bahwa pekerja kesehatan diperkenankan bekerja sepanjang waktu tanpa resiko, tak peduli lokasi mereka, dan pasien serta instalasi kesehatan dilindungi,” tambah pernyataan itu.

Kementerian Kesehatan Irak mengatakan di jejaringnya bahwa Menterinya Alas Ad-Dini Al-Awan menerima di kantornya dokter yang diserang di Kirkuk dan menegaskan “dukungan penuhnya buat personel kesehatan dan administratif di semua lembaga kesehatan dari setiap serangan saat mereka melaksanakan tugas kemanusiaan mereka”.

Redaktur: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menlu Iran minta diplomat tidak ikut mundur

Jenewa (ANTARA News) – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Selasa meminta para diplomat serta staf lainnya pada Kementerian Luar Negeri untuk tidak mengundurkan diri.

Zarif mengeluarkan imbauan itu satu hari setelah ia mengumumkan mundur dari jabatannya, demikian dilaporkan Kantor Berita Republik Islam (IRNA).

“Saya tekankan kepada seluruh saudara saya di Kementerian Luar Negeri dan kantor-kantor perwakilan agar melanjutkan tugas mereka dalam membela negara dengan penuh kekuatan serta tidak mengambil tindakan itu (mengundurkan diri, red),” kata Zarif.

Ia menanggapi kabar bahwa para pegawai Kemlu kemungkinan akan mengundurkan diri setelah ia sendiri menyatakan mundur, lapor IRNA.

“Merupakan kehormatan selama ini bekerja bersama kalian. Saya harap pengunduran diri akan membawa Kementerian Luar Negeri ke tempat yang semestinya dalam hubungan luar negeri. Saya mengucapkan terima kasih kepada Anda semua,” kata Zarif.

Presiden Hassan Rouhani belum secara resmi menerima pengunduran diri Zarif, yang diumumkan pada Senin (25/2) di Instagram.

 Baca juga: Menlu Iran harap perang Yaman tidak sebabkan konfrontasi Iran-Saudi

Sumber: Reuters
Penyunting: Tia Mutiasari/Eliswan Azly

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua bersaudara Palestina akhiri 27 tahun di penjara Israel

Ramallah, Palestina (ANTARA News) – Dua orang Palestina bersaudara dari Kota Kecil Musherfeh di dalam Israel telah mengakhiri 27 tahun hukuman di penjara Israel karena mereka melawan pendudukan Israel, kata Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) di dalam siaran pers Selasa.

Ibrahim (54) dan Mohammad Ighbarieh (51), katanya, ditangkap pada 26 Februari 1992 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena melakukan perlawanan.

Kedua kakak beradik itu mestinya dibebaskan pada Maret 2014 dalam kesepakatan yang ditaja Amerika, yang menetapkan Israel akan membebaskan orang Palestina yang ditahan sebelum Kesepakatan Oslo 1993 antara Israel dan Palestina guna mendorong perundingan perdamaian.

Baca juga: Puluhan orang Palestina ditangkap setelah polisi Israel serbu Al-Aqsha

Baca juga: Satu lagi tahanan Palestina meninggal di penjara Israel

Israel, setelah membebaskan tiga kelompok tahanan, mengkhianati pembebasan kelompok keempat, yang meliputi tahanan yang menjalani masa hukuman paling lama, kebanyakan mereka berasal dari dalam Israel dan Al-Quds (Jerusalem) –yang diduduki.

PPS mengatakan Mohammad Ighbarieh meraih gelar masternya di dalam penjara dan menerbitkan empat buku, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam. Sementara itu, Ibrahim telah menerbitkan satu buku selama menjalani masa tahanan.

Redaktur: Chaidar Abdullah/Eliswan Azly

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perempuan Gaza berpawai bagi pembebasan perempuan yang dipenjarakan Israel

Kota Gaza, Palestina (ANTARA News) – Sejumlah perempuan Palestina menyelenggarakan pertemuan terbuka di Jalur Gaza pada Senin dalam solidaritas buat para perempuan yang dipenjarakan oleh Israel.

Para peserta membawa gambar perempuan yang ditahan, di luar kantor Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Kota Gaza.

“Perempuan-perempuan Palestina menjalani penderitaan tanpa akhir di penjara Israel,” kata Dina el-Helou dari kelompok Jihad Islam, yang menyelenggarakan pertemuan terbuka itu, kepada para peserta pawai sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

“Penguasa Israel melakukan jenis penyiksaan fisik dan psikologis yang paling buruk terhadap semua tahanan,” kata wanita pegiat tersebut.

Selama pertemuan terbuka itu, para peserta meneriakkan slogan yang menyeru masyarakat internasional dan kelompok hak asasi manusia agar ikut campur guna menjamin pembebasan segera para perempuan yang ditahan di penjara Israel.

“Pengelola penjara Israel tidak ragu untuk melucuti hak asasi paling sederhana perempuan yang ditahan,” kata el-Helou.

Menurut tokoh Palestina, lebih dari 6.000 orang Palestina masih mendekam di dalam penjara Israel, termasuk anggota Parlemen, perempuan dan anak kecil.

Baca juga: Saksi mata: jet Israel serang Jalur Gaza timur
Baca juga: Perempuan Palestina yang tewas oleh tentara Israel di Gaza dimakamkan

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Chaidar Abdullah/Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

UNICEF: 1,2 juta anak di Yaman hidup di daerah konflik

Sana`a, Yaman (ANTARA News) – Sebanyak 1,2 juta anak tinggal di daerah konflik di Yaman –negara yang diguncang konflik, kata Dana Anak PBB (UNICEF) pada Senin.

Anak-anak “terus hidup di 31 zona konflik aktif termasuk Al-Hudaydah, Taiz, Hajjah dan Saada, di daerah yang menyaksikan kerusuhan besar yang berkaitan dengan perang,” kata Geert Cappelaere, Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, di dalam satu pernyataan.

“Tidak cukup perubahan yang terjadi buat anak-anak di Yaman, sejak Kesepakatan Stockholm pada 13 Desember 2018,” kata pejabat itu, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

“Setiap hari sejak itu, sudah delapan anak tewas atau cedera. Kebanyakan anak yang meninggal tersebut sedang bermain di luar rumah bersama teman mereka atau dalam perjalanan ke atau dari sekolah,” kata Cappelaere.

“Sekali lagi, UNICEF menyeru semua pihak yang berperang agar mengakhiri kekerasan di tempat bergolak dan di seluruh wilayah Yaman, melindungi warga sipil, menjaga anak-anak dari bahaya dan mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan buat anak-anak dan keluarga mereka di mana pun mereka berada di negeri itu,” katanya.

Yaman telah dirongrong oleh kerusuhan sejak 2014, ketika kelompok Syiah Al-Houthi menguasai sebagian besar wilayah negeri tersebut. Krisis itu meningkat pada 2015, ketika koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara yang memporakporandakan, dengan tujuan membalikkan perolehan gerilyawan Al-Houthi.

Baca juga: Pihak bertikai di Yaman sepakat tarik pasukan dari Hudaidah

 
Penyunting: Chaidar Abdullah/Eliswan Azly

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019